Presiden di Negara Ini Rela Potong Gaji 50 Persen, Imbas Dituntut Rakyat Mundur
Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengumumkan pemotongan gajinya sendiri hingga 50 persen sebagai upaya meredakan gelombang protes anti-pemerintah.(AFP/JORGE BERNAL)
09:48
26 Mei 2026

Presiden di Negara Ini Rela Potong Gaji 50 Persen, Imbas Dituntut Rakyat Mundur

Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengumumkan pemotongan gajinya sendiri hingga 50 persen pada Senin (25/5/2026) sebagai upaya meredakan gelombang protes anti-pemerintah.

Namun langkah itu gagal meredam kemarahan demonstran yang tetap menuntut pengunduran dirinya.

Dalam pidatonya di kota Sucre, Paz mengatakan, ia memutuskan “sebagai bagian dari upaya dan komitmennya terhadap negara, untuk mengurangi gajinya sebesar 50 persen.”

Baca juga: Baru Dilantik, Presiden Bolivia Langsung Cabut Subidi BBM

Saat ini, gaji bulanan Paz berada di kisaran 24.000 boliviano atau sekitar Rp 62 juta.

Berdasarkan statistik Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tahun 2024, jumlah itu termasuk salah satu yang terendah di antara pemimpin Amerika Latin, tetapi masih sekitar delapan kali lebih besar dibanding rata-rata pendapatan warga Bolivia.

Protes meluas

Para demonstran bentrok dengan petugas polisi Bolivia selama unjuk rasa menentang Presiden Rodrigo Paz di La Paz pada 25 Mei 2026. Kepresidenan Paz telah diguncang oleh protes yang mengakar kuat yang berpusat di ibu kota administratif Bolivia, La Paz, yang menyebabkan para demonstran memblokir jalan, mengakibatkan kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan. MARVIN RECINOS Para demonstran bentrok dengan petugas polisi Bolivia selama unjuk rasa menentang Presiden Rodrigo Paz di La Paz pada 25 Mei 2026. Kepresidenan Paz telah diguncang oleh protes yang mengakar kuat yang berpusat di ibu kota administratif Bolivia, La Paz, yang menyebabkan para demonstran memblokir jalan, mengakibatkan kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Meski Presiden Paz mengumumkan pengurangan gaji, aksi protes tetap berlanjut. Demonstran selama hampir satu bulan memblokade jalan menuju ibu kota politik La Paz, menyebabkan kelangkaan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Pada Senin, polisi kembali bentrok dengan ribuan demonstran yang terdiri dari penambang, petani, buruh pabrik, dan kelompok lainnya. Mereka turun ke jalan di La Paz untuk ketiga kalinya dalam sepekan.

“Apa yang kami inginkan? Dia mundur! Kapan? Sekarang juga!” teriak para demonstran saat bergerak dari kota tetangga El Alto menuju pusat La Paz, seperti dikutip AFP.

Kerusuhan pecah ketika massa mencoba menerobos barikade polisi di dekat gedung parlemen. Aparat kemudian membalas dengan menembakkan gas air mata.

Upaya pemerintah belum berhasil

Sebelumnya, Paz juga telah melakukan sejumlah langkah untuk meredakan situasi, termasuk memecat menteri tenaga kerja yang tidak populer serta menjanjikan peran lebih besar bagi serikat pekerja dan kelompok masyarakat adat dalam pengambilan kebijakan.

Namun berbagai upaya itu belum mampu meredakan protes yang awalnya dipicu tuntutan kenaikan upah, kestabilan pasokan bahan bakar, dan perbaikan pengelolaan ekonomi.

Baca juga: 16.600 Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Bolivia, Ungkap Cara Theropoda Berjalan

Pada Sabtu lalu, polisi yang berusaha membuka “koridor kemanusiaan” di tengah blokade jalan menuju La Paz bentrok selama berjam-jam dengan demonstran yang membawa batu dan tongkat.

Dalam pernyataannya pada Senin, Paz kembali mengajak kelompok demonstran untuk berdialog, sambil mengecam aksi kekerasan yang dilakukan sebagian massa.

Krisis ekonomi

Kemenangan Paz dalam pemilu tahun lalu mengakhiri dua dekade pemerintahan sosialis yang dimulai sejak pertengahan 2000-an di bawah kepemimpinan Evo Morales, presiden pribumi pertama Bolivia.

Sejak menjabat, Paz yang berlatar belakang ekonom berupaya mengatasi akar krisis ekonomi Bolivia, terutama kelangkaan devisa akibat subsidi bahan bakar yang besar. Namun pemerintah dinilai gagal menstabilkan pasokan BBM dan mengendalikan inflasi yang terus meningkat.

Morales, yang tahun lalu gagal kembali ke panggung politik dan kini dicari polisi atas tuduhan perdagangan anak di bawah umur, pada Minggu mendesak agar Paz menggelar pemilu baru dalam waktu 90 hari.

Di tengah tekanan domestik itu, Amerika Serikat disebut tetap memberikan dukungan kuat kepada pemerintahan Paz.

Baca juga: Eks Presiden Bolivia Ditangkap Atas Dugaan Kasus Korupsi

Tag:  #presiden #negara #rela #potong #gaji #persen #imbas #dituntut #rakyat #mundur

KOMENTAR