AS Disebut Akan Kurangi Bantuan Militer ke NATO dalam Situasi Krisis
- Amerika Serikat (AS) dikabarkan bermaksud secara signifikan mengurangi kontribusi militer untuk membantu sekutu Eropa saat dalam krisis.
Itu termasuk jet tempur, kapal perang, dan pesawat pengisian bahan bakar di udara, demikian dilaporkan media Jerman Spiegel, Selasa (26/5/2026).
Menurut media tersebut, seorang utusan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberi pengarahan kepada para pejabat senior dari negara-negara anggota tentang rencana tersebut di markas NATO di Brussels akhir pekan lalu.
Baca juga: Kontra dengan Trump, Perancis Tolak NATO Ikut Amankan Selat Hormuz
Tiga sumber yang mengetahui hal itu mengatakan kepada Reuters, pemerintahan Trump berencana memberi tahu NATO bahwa mereka akan mengurangi jumlah kemampuan militer yang tersedia bagi aliansi selama krisis.
Laporan-laporan tersebut menyebutkan bahwa Washington hanya akan menyediakan setengah pesawat pembom strategis dari jumlah sebelumnya.
Secara spesifik, jumlah jet tempur AS akan berkurang sepertiga, demikian Spiegel mengutip pernyataan utusan AS Alexander Velez-Green selama pertemuan tertutup tersebut.
Angkatan Laut AS juga disebut akan mengurangi jumlah kapal perusak yang tersedia untuk NATO, dan AS tidak lagi berniat menyediakan kapal selam kepada aliansi tersebut.
Baca juga: Senggol Spanyol, Menlu AS Pertanyakan Keanggotan NATO saat Perang Iran
Washington akan memberikan rincian lebih lanjut pada konferensi pembentukan kekuatan militer pada awal Juni mendatang, menurut laporan tersebut.
Seorang juru bicara NATO mengatakan kepada Spiegel telah terjadi "ketergantungan berlebihan" pada AS dalam perencanaan kekuatan NATO.
Menurutnya, dengan Eropa dan Kanada berinvestasi lebih banyak dalam pertahanan, tanggung jawab militer dalam aliansi dapat diatur ulang.
Baca juga: Drone Ukraina Nyasar hingga Ditembak Jatuh F-16 NATO, Ada Campur Tangan Rusia?
Sekutu NATO dipaksa mandiri
Ilustrasi negara-negara NATO - Menteri luar negeri dari 32 negara anggota NATO berkumpul di kota Swedia tersebut untuk menyelesaikan persiapan KTT Ankara yang akan datang.
Berdasarkan perubahan tersebut, Eropa terpaksa perlu menyediakan drone pengintai sendiri, sementara AS berencana untuk secara signifikan mengurangi penyediaan model-model yang dilengkapi senjata.
Aliansi NATO berada di bawah tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan beberapa negara Eropa khawatir bahwa AS mungkin akan menarik diri sepenuhnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengecam sekutu-sekutu Eropa karena tidak cukup berinvestasi pada militer mereka dan berjanji untuk menarik ribuan pasukan dari Jerman.
Baca juga: Perang Iran Kuras Stok Senjata, NATO Gelar Rapat Darurat
Ambisinya untuk menguasai Greenland, wilayah seberang laut Denmark, juga semakin memperparah ketegangan transatlantik.
Trump mengkritik keras sekutu-sekutu Eropa karena kurangnya dukungan dalam membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran di tengah perang melawan Iran.
Ia sempat mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menarik diri dari aliansi NATO dan mempertanyakan apakah AS terikat untuk menghormati pakta pertahanan bersama.
Tag: #disebut #akan #kurangi #bantuan #militer #nato #dalam #situasi #krisis