Jangan Keliru, Ketahui Perbedaan Alergi dan Asma
Ilustrasi flu alergi.(Freepik)
22:06
26 Mei 2026

Jangan Keliru, Ketahui Perbedaan Alergi dan Asma

- Bersin, batuk, hidung tersumbat, hingga sesak napas sering kali dianggap sebagai gejala flu biasa. 

Namun, kondisi tersebut juga bisa menjadi tanda alergi atau bahkan asma. Karena memiliki beberapa gejala yang mirip, banyak orang sulit membedakan kedua kondisi ini.

Padahal, alergi dan asma merupakan dua gangguan kesehatan yang berbeda. Meski sama-sama melibatkan sistem pernapasan, penyebab, gejala, hingga tingkat bahayanya tidak selalu sama.

Baca juga: Beda Keracunan dan Alergi Makanan pada Anak, Ini Kata IDAI

Konsultan Pulmonologi, Perawatan Kritis, dan Sleep Medicine dari Fortis Hospital Jalandhar, Dr. Abdul Raouf Wani menjelaskan, alergi dan asma memang sering muncul bersamaan sehingga kerap membuat orang bingung.

“Namun, keduanya sering disalahartikan sebagai kondisi yang sama karena memiliki gejala yang serupa,” ujarnya, seperti dikutip Only My Health, Selasa (26/5/2026).

Cara mengetahui perbedaan alergi dan asma

Alergi terjadi karena reaksi berlebihan sistem imun

Menurut Dr. Wani, alergi muncul ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya. Zat pemicu tersebut bisa berupa debu, serbuk sari, bulu hewan, atau tungau.

“Saat kita menghirup komponen lingkungan seperti serbuk sari, tungau debu, dan bulu hewan peliharaan, sistem imun mencoba mengeluarkannya dari tubuh. Namun pada beberapa orang, sistem imun justru bereaksi berlebihan,” jelasnya.

Reaksi tersebut kemudian memicu gejala seperti bersin terus-menerus, hidung tersumbat, mata gatal, tenggorokan tidak nyaman, atau hidung berair.

Dalam banyak kasus, alergi biasanya lebih banyak memengaruhi area hidung, tenggorokan, mata, dan kulit. 

Penderita alergi sering mengalami keluhan yang terasa ringan tetapi mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama ketika berada di lingkungan berdebu atau cuaca tertentu.

Gejala alergi juga umumnya muncul segera setelah seseorang terpapar pemicunya dan bisa membaik ketika paparan tersebut dihindari.

Baca juga: Penggunaan Inhaler Asma Sebabkan Ketergantungan, Mitos atau Fakta?

Asma menyebabkan saluran napas menyempit

Berbeda dengan alergi, asma merupakan penyakit kronis yang menyerang saluran pernapasan. 

Kondisi ini menyebabkan saluran napas mengalami peradangan dan penyempitan sehingga penderitanya kesulitan bernapas.

“Asma adalah kondisi kronis ketika saluran napas meradang atau menyempit, sehingga menyebabkan gangguan pernapasan,” kata Dr. Wani.

Asma biasanya ditandai dengan sesak napas berulang, dada terasa berat atau tertekan, napas berbunyi mengi, serta batuk yang lebih sering muncul pada malam hari atau dini hari.

Gejala asma bisa datang tiba-tiba dan memburuk ketika penderita terkena udara dingin, asap rokok, aktivitas fisik berat, atau paparan alergen tertentu.

Tidak seperti alergi biasa, serangan asma dapat menjadi kondisi darurat jika tidak segera ditangani. 

Pada beberapa kasus, penderita bisa mengalami kesulitan bernapas hebat hingga membutuhkan bantuan medis segera.

Alergi dapat meningkatkan risiko terkena asma

Meski berbeda, alergi dan asma ternyata memiliki hubungan yang cukup erat. Menurut Dr. Wani, seseorang yang memiliki alergi cenderung lebih berisiko mengalami asma dibandingkan mereka yang tidak memiliki alergi.

“Alergi dapat membuka jalan menuju perkembangan asma bronkial. Orang dengan alergi jauh lebih mungkin mengalami asma dibandingkan mereka yang tidak memiliki alergi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, zat yang memicu seseorang bersin karena alergi juga bisa memicu penyempitan saluran napas pada penderita asma.

Paparan alergen dalam jangka panjang, seperti jamur atau debu, bahkan dapat menyebabkan gangguan paru yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.

Sebuah studi tahun 2024 yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Medicine juga menemukan bahwa asma sangat dipengaruhi oleh reaksi alergi. 

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa kedua kondisi memiliki gangguan sistem imun yang serupa.

Baca juga: Ramai Kasus Gluten Free Palsu, Ini Cara Mengetahui Anak Alergi Gluten Menurut Ahli

Penting mengenali gejala sejak dini

Dokter menekankan pentingnya mengenali gejala alergi dan asma sejak awal agar penanganannya tepat. 

Banyak orang menganggap sesak napas atau batuk berulang sebagai masalah ringan, padahal bisa menjadi tanda asma yang memerlukan pengobatan rutin.

“Asma bronkial yang tidak ditangani dapat menyebabkan penurunan fungsi paru dan kualitas hidup. Serangan akut bahkan bisa mengancam nyawa,” kata Dr Wani.

Oleh karena itu, jika gejala seperti batuk malam hari, mengi, sesak napas, atau alergi yang sering kambuh mulai mengganggu aktivitas, pemeriksaan ke dokter menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab pastinya.

Dengan diagnosis yang tepat, penderita bisa mendapatkan pengobatan dan menghindari faktor pemicu sehingga kondisi lebih terkontrol dan kualitas hidup tetap terjaga.

Tag:  #jangan #keliru #ketahui #perbedaan #alergi #asma

KOMENTAR