BAB Berdarah Tak Selalu Ambeien, Kenali Bedanya dengan Gejala Radang Usus
- Buang air besar (BAB) berdarah sering kali langsung dikaitkan dengan ambeien. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh gangguan di area dubur.
Dalam beberapa kasus, BAB berdarah juga dapat menjadi tanda penyakit radang usus kronis atau inflammatory bowel disease (IBD).
Karena gejalanya tampak mirip, banyak orang terlambat memeriksakan diri dan menganggap keluhan tersebut hanya masalah pencernaan biasa.
Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE menjelaskan, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara BAB berdarah akibat ambeien dan radang usus kronis.
Baca juga: 6 Gejala Radang Usus Kronis yang Sering Dikira Penyakit Biasa
Perbedaan ambeien dan radang usus kronis
1. Warna dan bentuk darah yang keluar
Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE dalam Media Meet Up Eka Hospital MT Haryono di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).
Salah satu perbedaan utama dapat dilihat dari karakter darah yang muncul saat BAB. Pada ambeien, darah biasanya tampak merah segar dan keluar setelah proses BAB selesai.
“Kalau pada ambeien, biasanya darahnya merah segar dan menetes setelah BAB selesai. Sementara radang usus kronis darah itu bercampur lendir atau feses,” jelas Prof. Murdani dalam Media Meet Up-Eka Hospital MT Haryono, di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).
Darah yang bercampur lendir atau feses perlu diwaspadai karena bisa menunjukkan adanya peradangan di dalam usus.
Kondisi ini berbeda dengan ambeien yang sumber perdarahannya berasal dari pembuluh darah di sekitar anus.
Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Dokter Ungkap Gejala Wasir dan Kapan Harus ke RS
2. Keluhan di area dubur
Ambeien umumnya menimbulkan rasa tidak nyaman di sekitar dubur, terutama saat buang air besar. Keluhan ini dapat berupa nyeri, gatal, atau sensasi mengganjal.
“Umumnya ambeien disertai dengan rasa nyeri dan gatal di daerah dubur. Biasa muncul saat mengejan dan susah BAB,” ujar Prof. Murdani.
Keluhan tersebut biasanya berkaitan dengan pembengkakan pembuluh darah akibat kebiasaan mengejan terlalu kuat atau konstipasi yang berlangsung lama.
Sementara pada radang usus kronis, keluhan di area dubur tidak selalu dominan. Gejala lebih sering berupa gangguan pada sistem pencernaan seperti diare atau nyeri perut berkepanjangan.
Baca juga: Bahaya Duduk Lama di Toilet Sambil Main HP, Bisa Tingkatkan Risiko Wasir
3. Penyebab munculnya keluhan
Menurut Prof. Murdani, ambeien umumnya berkaitan erat dengan gangguan sulit buang air besar atau konstipasi.
“Keluhan ambeien timbul berkaitan dengan adanya gangguan sulit buang air besar atau konstipasi,” katanya.
Kurangnya asupan serat, kurang minum, dan kebiasaan menahan BAB dapat memicu konstipasi sehingga tekanan pada pembuluh darah di anus meningkat.
Berbeda dengan ambeien, radang usus kronis terjadi akibat peradangan pada saluran cerna yang berlangsung lama.
Oleh karena itu, gejalanya tidak hanya muncul saat BAB, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.
Baca juga: Permen Karet Tertelan, Benarkah Bisa Menempel di Usus?
4. Durasi gejala yang dialami
Perbedaan lain terlihat dari lamanya gejala berlangsung. Pada ambeien ringan, keluhan biasanya membaik setelah pola hidup diperbaiki.
“Sebagian besar kasus ambeien bisa sembuh sendiri kalau ada perbaikan pola hidup, minum banyak, makan serat lebih banyak, maka BAB akan kembali lancar dan ambeien bisa sembuh dengan sendirinya,” tutur Prof. Murdani.
Sebaliknya, BAB berdarah akibat radang usus kronis cenderung berlangsung lebih lama dan berulang.
“Sementara IBD, umumnya BAB berdarah itu berulang lebih dari 2 minggu, dan disertai dengan nyeri perut atau diare,” lanjutnya.
Karena berlangsung kronis, penderita sering mengalami gangguan aktivitas sehari-hari akibat frekuensi BAB yang meningkat dan kondisi tubuh yang menurun.
Baca juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Kesehatan Usus Tanpa Disadari
5. Gejala tambahan pada radang usus kronis
Selain BAB berdarah, IBD juga dapat menimbulkan gejala lain yang jarang muncul pada ambeien biasa. Salah satunya adalah penurunan berat badan.
“Kadang-kadang berat badan turun kalau berlangsung lama dan pada kondisi yang berat bisa disertai dengan keluhan demam,” ungkap Prof. Murdani.
Penurunan berat badan terjadi karena peradangan pada usus mengganggu penyerapan nutrisi. Pada kondisi tertentu, tubuh juga menjadi mudah lelah akibat peradangan yang berlangsung terus-menerus.
Maka, penting untuk segera memeriksakan diri apabila BAB berdarah terjadi berulang, terutama bila disertai diare, nyeri perut, berat badan turun, atau demam tanpa sebab jelas.
Baca juga: Penyebab Perut Sering Kembung, Diare, dan Konstipasi
Tag: #berdarah #selalu #ambeien #kenali #bedanya #dengan #gejala #radang #usus