7 Cara Mencegah Stretch Mark agar Tak Makin Parah
- Stretch mark atau guratan pada kulit sering muncul ketika tubuh mengalami perubahan cepat, seperti saat hamil, berat badan naik drastis, atau pertumbuhan tubuh berlangsung pesat.
Menurut American Academy of Dermatology, stretch mark terjadi ketika kulit meregang terlalu cepat sehingga kolagen dan elastin di dalamnya mengalami kerusakan.
Dokter kulit Tiffany Clay mengatakan, stretch mark memang sulit dicegah sepenuhnya karena faktor genetik dan hormon juga berperan besar. Namun, ada beberapa cara yang bisa membantu meminimalkan risikonya.
Simak beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah munculnya stretch mark di tubuh, seperti disadur Byrdie, Selasa (26/5/2026).
Baca juga: Apakah Stretch Mark Saat Hamil Bisa Dicegah sejak Awal?
7 Cara mencegah stretch mark
1. Menjaga tubuh tetap terhidrasi agar kulit lebih elastis
Kulit yang terhidrasi dengan baik cenderung lebih lentur sehingga tidak mudah mengalami kerusakan saat meregang.
“Menjaga kulit tetap terhidrasi dengan banyak minum cairan, mengurangi kafein, dan memakai pelembab dapat membantu karena kulit yang lembap lebih kecil kemungkinannya untuk robek saat meregang,” jelas dokter kandungan Amy Wetter.
Selain minum air putih, penggunaan pelembap secara rutin juga penting untuk membantu mempertahankan kelembapan alami kulit. Langkah sederhana ini bisa membantu kulit terasa lebih halus dan kenyal.
Baca juga: Kulit Glowing Itu Bukan soal Putih, Tapi Sehat, Lembab, dan Terhidrasi
2. Menggunakan produk dengan kandungan centella asiatica
Centella asiatica dikenal sebagai bahan aktif yang sering digunakan dalam produk perawatan kulit untuk membantu memperbaiki elastisitas kulit.
Menurut Clay, ekstrak centella asiatica berasal dari tanaman yang telah lama digunakan dalam pengobatan Ayurveda untuk mengatasi berbagai masalah kulit.
“Kandungan ini membantu mencegah perkembangan stretch mark dan merangsang produksi sel serta fibroblas yang penting untuk membangun jaringan kulit,” ungkap Clay.
Produk dengan kandungan centella asiatica dipercaya membantu memperkuat struktur kulit sehingga lebih siap menghadapi peregangan, terutama saat kehamilan atau perubahan berat badan.
Baca juga: 5 Penyebab Stretch Mark di Paha, Bisa karena Genetik
3. Memakai skincare hyaluronic acid
Hyaluronic acid tidak hanya populer untuk menjaga kelembapan wajah, tetapi juga bermanfaat membantu menjaga kondisi kulit tubuh tetap sehat.
Kandungan ini bekerja dengan menarik dan mempertahankan air di lapisan kulit sehingga kulit terasa lebih lembap dan kenyal. Selain itu, hyaluronic acid juga memiliki efek menenangkan dan membantu proses pemulihan kulit.
Penggunaan produk dengan hyaluronic acid sejak stretch mark mulai muncul dipercaya membantu membuat tampilannya lebih samar dan tidak terlalu mencolok.
4. Menjaga berat badan tetap stabil
Stretch mark sering muncul ketika kulit meregang terlalu cepat akibat kenaikan berat badan yang drastis. Maka, menjaga kenaikan berat badan tetap bertahap dinilai dapat membantu mengurangi risiko stretch mark.
“Kenaikan berat badan yang stabil dapat membantu mengurangi tekanan pada kulit,” ujar dokter kandungan Tara Shirazian
Hal ini penting terutama selama kehamilan. Menjaga pola makan seimbang dan mengikuti anjuran dokter dapat membantu tubuh beradaptasi lebih baik terhadap perubahan bentuk tubuh.
Baca juga: Pola Makan Anak Dibentuk Sejak Kehamilan, Hindari Kesalahan Ini
5. Rutin berolahraga
Olahraga membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga nutrisi dan oksigen dapat tersalurkan lebih baik ke kulit.
“Olahraga teratur dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan menjaga kesehatan kulit,” ucap Shirazian.
Selain membantu menjaga berat badan tetap stabil, olahraga juga membuat kulit lebih sehat dan tubuh terasa lebih bugar secara keseluruhan.
Aktivitas ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau berenang bisa menjadi pilihan yang aman dan nyaman dilakukan secara rutin.
Baca juga: 3 Cara Mencegah Preeklamsia sejak Awal Kehamilan, Jaga Berat Badan
6. Menggunakan retinoid setelah kehamilan
Retinoid dikenal efektif membantu merangsang produksi kolagen dan elastin pada kulit. Kandungan ini juga membantu mempercepat regenerasi sel sehingga tampilan stretch mark bisa memudar.
Namun, retinoid tidak dianjurkan digunakan selama kehamilan karena berisiko bagi janin. Penggunaan bahan aktif ini sebaiknya dilakukan setelah melahirkan dan sesuai anjuran dokter.
Bagi pemilik kulit sensitif, retinoid juga perlu digunakan secara hati-hati agar tidak menimbulkan iritasi.
7. Mencoba microneedling
Jika stretch mark sudah muncul, microneedling bisa menjadi salah satu pilihan perawatan untuk membantu menyamarkan tampilannya.
Prosedur ini bekerja dengan merangsang produksi kolagen dan elastin baru melalui tusukan jarum halus pada permukaan kulit. Dengan perawatan rutin, tekstur kulit dapat terlihat lebih halus dan stretch mark perlahan memudar.
Meski begitu, hasil perawatan biasanya tidak instan dan memerlukan beberapa sesi untuk mendapatkan perubahan yang terlihat jelas.
Baca juga: Audy Item Ceritakan Sulitnya Menurunkan Berat Badan, Alami Obesitas Setelah Melahirkan