Risiko Kebakaran Mengintai, Hindari Bakar Sate di Tempat Ini
Tradisi bakar sate saat Idul Adha menjadi momen yang identik dengan kebersamaan keluarga.
Namun, memilih lokasi untuk memanggang daging kurban tidak boleh dilakukan sembarangan karena dapat meningkatkan risiko kebakaran maupun kecelakaan.
Beberapa area di rumah justru dinilai berbahaya untuk aktivitas membakar sate, terutama jika dekat dengan benda mudah terbakar atau berada di permukaan yang tidak stabil.
Hindari Tempat Ini untuk Membakar Sate
Mengutip Idael Home, meletakkan alat pemanggang di atas dek kayu maupun tanah yang tidak rata sebaiknya dihindari. Posisi panggangan juga harus stabil agar aman digunakan saat memasak makanan panas.
Permukaan yang miring atau tidak rata dapat membuat alat pemanggang mudah goyah bahkan terguling, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan dan kebakaran.
Baca juga: Asap Bakar Sampah Ganggu Tetangga, Pelaku Bisa Dituntut Pidana
Jika hanya memiliki area teras atau dek untuk membakar sate, sebaiknya gunakan alas khusus dengan permukaan datar dan kuat agar proses memasak lebih aman.
1. Jangan terlalu dekat dengan rumah
Banyak orang memilih memanggang dekat pintu dapur agar lebih mudah mengambil bahan makanan. Namun, posisi yang terlalu dekat dengan rumah ternyata kurang ideal.
Asap hasil pembakaran dapat masuk ke dalam rumah melalui pintu atau jendela dan mengganggu kenyamanan penghuni.
Selain itu, panas dari alat pemanggang juga berisiko mengenai bagian rumah atau benda mudah terbakar di sekitarnya.
2. Hindari area di bawah pohon
Area teduh di bawah pohon memang terasa nyaman untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, lokasi tersebut justru berbahaya untuk aktivitas membakar sate.
Baca juga: 5 Resep Olahan Daging Kurban Menarik Selain Sate, Bisa Dicoba di Rumah
Meletakkan alat panggang di bawah pohon yang menjuntai, di dekat semak besar, atau di dekat tanaman pagar bisa menjadi bencana.
Panas dan percikan api dari alat pemanggang dapat mengenai ranting kering, daun, maupun semak dan memicu kebakaran.
Karena itu, alat pemanggang sebaiknya ditempatkan jauh dari pepohonan, pagar tanaman, dan semak besar.
3. Jangan membakar sate di bawah atap tertutup
Membakar sate di bawah garasi, pergola, tenda, atau kanopi luar ruangan juga berisiko tinggi.
Percikan api maupun bara panas bisa mengenai bagian atap dan memicu kebakaran, terutama bila material di atasnya mudah terbakar.
Selain itu, area tertutup membuat asap menumpuk dan meningkatkan risiko keracunan karbon monoksida.
Terapkan Aturan Jarak Aman 6 Kaki
Sementara itu dikutip dari Homes and Gardens, dalam melakukan pemanggangan daging, terapkan "aturan 6 kaki" atau sekitar 1,8 meter di setiap sisi panggangan.
Baca juga: Mau Bakar Sate Daging Kurban di Rumah? Hindari 5 Tempat Ini
Panggangan sebaiknya tidak diletakkan terlalu dekat dengan dinding rumah, pagar, maupun barang mudah terbakar seperti tumpukan kayu.
Aturan tersebut bertujuan mencegah risiko orang tersandung, memberi ruang gerak saat memasak, sekaligus mengurangi potensi kebakaran.
Perhatikan pula area di atas panggangan. Jengan memanggang dekat pohon, semak tinggi, atau pepohonan dapat terpengaruh oleh panas.
Karena itu, aktivitas membakar sate tidak disarankan dilakukan di bawah pohon rindang, gazebo, maupun beranda tertutup.
Selain jarak aman, arah angin juga penting diperhatikan sebelum mulai membakar sate.
Asap dari alat pemanggang bisa mengarah ke area tempat keluarga berkumpul, masuk ke rumah, bahkan mengganggu tetangga sekitar.
Disarankan posisi panggangan disesuaikan dengan arah angin dominan agar asap tidak mengarah ke orang-orang di sekitar.
Baca juga: Ini Tempat Ideal untuk Bakar Sate Daging Kurban di Rumah
Tag: #risiko #kebakaran #mengintai #hindari #bakar #sate #tempat