Video Pesepeda Inspirasi Como Lolos UCL, Fabregas Kenang Masa Sulit I Lariani
Para suporter Como membentangkan spanduk raksasa klub mereka pada laga Liga Italia Como 1907 vs Napoli di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Sabtu (2/5/2026).(AFP/PIERO CRUCIATTI)
18:47
25 Mei 2026

Video Pesepeda Inspirasi Como Lolos UCL, Fabregas Kenang Masa Sulit I Lariani

- Pelatih Cesc Fabregas mengungkap cara unik memotivasi Como 1907 dalam perburuan tiket Liga Champions musim ini.

Fabregas mengaku sempat menunjukkan video seorang pesepeda kepada para pemain sebelum pertandingan penting Parma vs Como di laga terakhir Liga Italia, Minggu (24/5/2026) waktu setempat.

Video tersebut dipakai untuk menggambarkan perjuangan Como mengejar posisi empat besar Serie A. Alhasil, Como lolos UCL usai mengunci posisi empat.

“Sepanjang hidup saya, bahkan ketika saya melakukan pergantian pemain, saya hanya memiliki firasat tentang berbagai hal, dan saya memiliki firasat sehari sebelum kami bermain melawan Parma bahwa dengan dua kemenangan, kami akan berada di Liga Champions,” kata Fabregas kepada DAZN Italia, dilansir dari Football Italia.

“Saya menunjukkan kepada para pemain sebuah video seorang pesepeda yang berada di posisi keenam, tetapi ia mulai mengayuh pedal dengan kencang di sprint terakhir dan ia memenangkan perlombaan. Itulah yang kami lakukan musim ini."

“Kami mengalami beberapa kemunduran, dua kekalahan dan hasil imbang dengan Udinese, jadi kami tahu bahwa kami membutuhkan serangkaian kemenangan, tetapi sensasinya selalu bahwa kami masih dalam persaingan,” terang Fabregas.

Como akhirnya memastikan tiket Liga Champions setelah menang 4-1 atas US Cremonese. Hasil tersebut dibantu kekalahan AC Milan di San Siro.

Baca juga: Como Berpesta Sambut Liga Champions, Fabregasi Disiram, Kota Bergemuruh

Fabregas Bangga dengan Pemain Muda Como

Keberhasilan Como musim ini terasa spesial bagi Fabregas karena sebagian besar skuad diisi pemain muda.

Fabregas menyebut ada 15 pemain berusia di bawah 23 tahun dalam timnya.

“Sangat bagus, karena cara kami melakukannya. Ini adalah skuad yang penuh dengan pemain muda, kami memiliki 15 pemain yang semuanya berusia di bawah 23 tahun, jadi ini adalah mahakarya dari seluruh tim," pelatih asal Spanyol itu.

“Mereka mendengarkan, selalu ingin berbuat lebih, meningkatkan standar pada waktu yang tepat.”

Pelatih Como asal Spanyol Cesc Fabregas bertepuk tangan pada pertandingan sepak bola Serie A Italia antara SS Lazio vs Como 1907 di Stadion Olimpiade di Roma pada 10 Januari 2025.AFP/ALBERTO PIZZOLI Pelatih Como asal Spanyol Cesc Fabregas bertepuk tangan pada pertandingan sepak bola Serie A Italia antara SS Lazio vs Como 1907 di Stadion Olimpiade di Roma pada 10 Januari 2025.

Ekosistem ini seolah jadi buah dari strategi Como dalam membidik pemain incaran, sebagaimana diungkapkan Mirwan Suwarso saat klub ini baru saja promosi ke Serie A dua tahun lalu. 

"Jadi, pasti apa yang kita lakukan adalah mencari pemain yang terbaik dan paling efisien buat buat klub ini," kata Presiden Como tersebut, di kanal YouTube Kompas.com pada 17 Mei 2024 lalu.

Baca juga: Formasi Berbeda Wakil Italia di Liga Champions 2026-2027, Como Siap Jadi Debutan

Fabregas juga memberi penghormatan kepada para pemain karena mampu menjalankan instruksi tim pelatih sepanjang musim.

“Saya hanya bisa memberi hormat kepada para pemain ini, karena kami para pelatih mencoba mendorong mereka, memberi pilihan, memberi tahu mereka di mana ruang kosongnya, tetapi merekalah yang melakukannya di lapangan."

“Saya sangat bahagia untuk warga Como, mereka pantas mendapatkan kegembiraan ini,” jelas Fabregas.

Fabregas Masih Nyaman di Como

Fabregas juga mengenang kondisi Como saat dirinya pertama datang ke klub ketika masih bermain di Serie B. 

Menurutnya, fasilitas klub milik Grup Djarum itu masih sangat terbatas.

“Saya berbicara dengan dua fisioterapis hari ini yang bersama kami empat tahun lalu ketika saya datang untuk bermain, kami tidak memiliki lapangan latihan, jadi kami melakukan pijat di meja di ruang belakang sebuah bar! Sekarang, kami berada di Liga Champions.”

Pelatih asal Spanyol itu mengaku mendapatkan banyak pelajaran selama menangani Como.

“Saya telah banyak berkembang dalam pengalaman ini. Rasanya seperti pergi ke universitas sepak bola setiap hari, karena saya harus membuat begitu banyak keputusan."

Baca juga: Sukses Bawa Como ke Liga Champions, Fabregas: Musim Depan Kita Juara!

Fabregas juga memastikan dirinya masih merasa nyaman bersama Como meski sempat dikaitkan dengan beberapa klub besar.

“Saya sangat bahagia di sini, jadi memang benar bahwa waktu itu penting, tetapi saya sangat senang dengan apa yang kami lakukan di sini,” tegasnya.

“Anda tidak boleh terburu-buru dalam pekerjaan Anda, Anda harus sabar dan terus belajar. Ketika suatu hari Anda merasa siap, Anda mungkin bisa naik level.”

“Bagaimanapun, Como telah naik level, karena mereka berada di Liga Champions,” pungkas Fabregas.

Tag:  #video #pesepeda #inspirasi #como #lolos #fabregas #kenang #masa #sulit #lariani

KOMENTAR