Cashlez (CASH) Kini Jadi cashUP, Bidik Pertumbuhan Bisnis Pembayaran Digital
Ilustrasi pembayaran digital(DOK. SHUTTERSTOCK)
19:32
25 Mei 2026

Cashlez (CASH) Kini Jadi cashUP, Bidik Pertumbuhan Bisnis Pembayaran Digital

Emiten platform pembayaran digital PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) melakukan transformasi bisnis dengan memperkenalkan identitas baru dari “cashlez” menjadi “cashUP”.

Perubahan identitas ini disebut sebagai bagian dari repositioning perusahaan dari sekadar payment aggregator menjadi ekosistem teknologi dan solusi pembayaran terintegrasi.

Manajemen cashUP menyebutkan, perubahan tersebut tidak hanya berupa pembaruan merek dan logo, tetapi juga menjadi penanda penguatan model bisnis perusahaan.

Baca juga: CASH Perkuat Ekosistem Digital Meski Pendapatan Turun pada 2025

Ilustrasi transaksi.SHUTTERSTOCK/MONSTER ZTUDIO Ilustrasi transaksi.

“Perubahan ini merupakan cerminan dari komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada pertumbuhan mitra cashUP di berbagai sektor usaha,” ujar manajemen cashUP dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).

Dalam transformasi tersebut, perusahaan memperluas lini produk, mengembangkan teknologi SoftPOS, memperluas ekosistem kemitraan, hingga melakukan ekspansi nasional.

Perseroan juga mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Teknologi AI itu digunakan untuk mendukung deteksi fraud secara real-time, analitik bisnis berbasis data transaksi, serta personalisasi layanan merchant.

Baca juga: Cashlez (CASH) Siapkan Rights Issue Rp 237 Miliar di Tengah Tekanan Kinerja

Hingga akhir 2025, cashUP telah menjangkau merchant di 37 provinsi dengan lebih dari 30.000 merchant terdaftar. Jumlah itu meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kinerja keuangan masih rugi

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian 2025 yang telah diaudit, cashUP mencatat pendapatan sebesar Rp 110,19 miliar sepanjang 2025.

Ilustrasi transaksi digital, transaksi nontunai.SHUTTERSTOCK/RONSTIK Ilustrasi transaksi digital, transaksi nontunai.

Namun di tengah transformasi bisnis dan persaingan industri pembayaran digital yang semakin kompetitif, perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 67,74 miliar.

Meski demikian, perusahaan menyebut posisi keuangan tetap mengalami penguatan. Total aset cashUP tercatat mencapai Rp 271,63 miliar.

Baca juga: Cashlez (CASH) Rights Issue Rp 237,2 Miliar untuk Perkuat Modal

Sementara itu, kas dan setara kas meningkat signifikan menjadi Rp 71,90 miliar dibandingkan Rp 17,03 miliar pada tahun sebelumnya.

Menurut perusahaan, peningkatan tersebut mencerminkan penguatan likuiditas untuk mendukung pengembangan bisnis dan ekspansi usaha ke depan.

Industri pembayaran digital diproyeksi terus tumbuh

Langkah rebranding cashUP dilakukan di tengah proyeksi pertumbuhan industri jasa pembayaran digital di Indonesia. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksikan nilai transaksi digital nasional akan melampaui Rp 2.000 triliun pada 2026.

Selain itu, tingkat inklusi keuangan yang ditargetkan melampaui 85 persen dinilai menjadi peluang strategis bagi perusahaan yang mampu menjangkau segmen pasar yang belum terlayani.

Baca juga: RUPST Cashlez (CASH) Setujui Rights Issue hingga 996,6 Juta Saham

Sejalan dengan transformasi tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada 2026 melalui perluasan ekosistem layanan digital dan akselerasi penetrasi pasar secara nasional.

PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk merupakan perusahaan teknologi finansial yang menyediakan solusi pembayaran digital terintegrasi serta distribusi perangkat dan infrastruktur penerima pembayaran bagi merchant dari skala UMKM hingga korporasi.

Perseroan berfokus pada pengembangan ekosistem penerimaan pembayaran non-tunai berbasis teknologi informasi dengan model bisnis payment acquiring.

Tag:  #cashlez #cash #kini #jadi #cashup #bidik #pertumbuhan #bisnis #pembayaran #digital

KOMENTAR