Trump Susun Keputusan Akhir soal Iran, Ada 2 Poin Krusial
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (29/5/2026) sedang merumuskan keputusan akhir soal Iran, apakah akan memutuskan damai atau tidak.
Hal tersebut disampaikan presiden ke-45 dan 47 AS itu melalui unggahan panjang di media sosial.
"Saya akan rapat sekarang, di Situation Room, untuk membuat keputusan akhir," kata Trump, dikutip dari AFP.
Baca juga: Trump Sebarkan Draf Damai Perang Iran ke Sekutunya, Akhir Konflik?
Dalam pernyataannya, Trump menekankan dua poin krusial yang wajib dipenuhi oleh Teheran, yaitu komitmen untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir, serta kesediaan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Trump memaparkan, Iran harus segera menyelesaikan penyingkiran ranjau di selat strategis tersebut.
Bersamaan dengan itu, blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran juga bakal secepatnya dicabut, guna memberikan akses bagi kapal tanker minyak dan kapal-kapal lainnya untuk kembali beroperasi.
Meski demikian, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah Iran menyetujui persyaratan tersebut, atau apakah blokade AS sebenarnya sudah benar-benar dicabut sebelum Trump mengambil keputusan finalnya.
Terkait program nuklir, Trump menyebutkan bahwa stok uranium yang diperkaya milik Iran akan digali oleh AS bersama Teheran sendiri, bersama Badan Energi Atom Internasional untuk menghancurkannya.
Di sisi lain, isu kompensasi finansial juga menjadi sorotan setelah muncul laporan yang menyebut Iran menuntut ganti rugi atas perang, sedangkan Gedung Putih sempat memunculkan gagasan investasi.
Menanggapi hal ini, Trump menegaskan sikapnya, "Tidak akan ada pertukaran uang, sampai pemberitahuan lebih lanjut."
Politisi Partai Republik itu menambahkan bahwa sejauh ini baru hal-hal kurang penting yang disepakati oleh kedua pihak.
Baca juga: AS dan Iran Hampir Capai Kesepakatan, Tinggal Tunggu Trump
Iran sebut kesepakatan belum final
Foto dari Islamic Consultative Assembly News Agency (ICANA) ini memperlihatkan para anggota parlemen Iran berseragam Korps Garda Revolusi (IRGC) meneriakkan Matilah Amerika dalam pertemuan di Teheran, 1 Februari 2026.Di sisi lain, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan draf nota kesepahaman (MoU) dengan AS belum final dan dikonfirmasi.
Tasnim mengutip sumber yang yang dekat dengan tim negosiasi Teheran, menyebutkan bahwa MoU itu telah diubah dalam beberapa hari terakhir dan belum final.
Sumber itu juga membantah laporan media tentang potensi kesepakatan, dengan mengatakan beberapa detailnya tidak akurat.
"Bertentangan dengan klaim sumber-sumber Barat, teks nota kesepahaman potensial tersebut belum difinalisasi maupun dikonfirmasi hingga saat ini," kata sumber itu seperti dilaporkan Tasnim pada Kamis (28/5/2026) malam.
Dia menambahkan, Teheran belum memberitahu para mediator Pakistan tentang draf final apa pun.
Setelah teks selesai disusun, Iran akan mengumumkannya kepada mediator Pakistan dan kepada publik.
“Hingga saat itu, narasi apa pun dari sumber-sumber Barat yang mengeklaim penyusunan draf telah selesai adalah tidak benar." tambahnya.
Baca juga: Beda dengan Klaim AS, Media Iran Sebut Belum Final soal Kesepakatan
Sumber: Kompas.com/Muhammad Zaenuddin
Tag: #trump #susun #keputusan #akhir #soal #iran #poin #krusial