Kemlu Fasilitasi Kedatangan 6 Orang Relawan Peserta GSLC
Ilustrasi. Kemlu) melalui Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia telah memfasilitasi ketibaan 6 orang relawan Indonesia peserta Global Sumud Land Convoy (GSLC).(Dibuat dengan AI I Kompas.com/BAL)
21:46
29 Mei 2026

Kemlu Fasilitasi Kedatangan 6 Orang Relawan Peserta GSLC

- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia telah memfasilitasi ketibaan 6 orang relawan Indonesia peserta Global Sumud Land Convoy (GSLC).

Kemlu melalui pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa 6 dari 7 relawan Indonesia GSLC tersebut tiba di Jakarta pada Jumat pukul 17.35 WIB.

Sementara 1 orang relawan Indonesia masih berada di Istanbul hingga beberapa hari ke depan.

Baca juga: Perjalanan 9 WNI Global Sumud Flotilla: Sempat Ditahan Israel hingga Pulang ke Tanah Air

Pernyataan tersebut menuturkan bahwa sejak awal keberangkatan, Kemlu RI dan juga Perwakilan RI terkait termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli telah melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak guna memantau dan memastikan keselamatan mereka.

Adapun Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan misi membawa bantuan kemanusiaan dunia untuk Palestina melalui melalui jalur laut dan jalur darat.

Para relawan yang tergabung dalam GSLC menempuh rute Libya-Mesir-Gaza dan diikuti oleh para relawan dunia termasuk 7 orang relawan Indonesia.

Baca juga: 9 Aktivis Global Sumud Flotilla Ditahan Israel Tiba di Soetta, Menlu: Selamat Datang Kembali

Dalam perjalanannya, GSLC tidak berhasil memperoleh izin melintas di wilayah Sirte, perbatasan Libya barat-Libya timur.

Pada 25 dan 26 Mei 2026, KBRI Tripoli berhasil menjemput ketujuh relawan Indonesia dan selama di Tripoli, seluruh tujuh relawan terus diberikan pendampingan dan ditampung di Wisma KBRI Tripoli, sambil menunggu proses kepulangan ke Indonesia.

Para relawan menyampaikan apresiasi atas bantuan dan pendampingan Kemlu dan Perwakilan RI.

Pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa pelindungan WNI merupakan prioritas utama.

Baca juga: Turkiye Siapkan Pesawat Pulangkan 9 WNI dan Aktivis Global Sumud Flotilla

Pemerintah Indonesia menghargai semangat kemanusiaan masyarakat Indonesia yang ingin menyalurkan bantuan ke wilayah konflik.

Namun, mengingat tingginya risiko keamanan, masyarakat Indonesia yang ingin menjadi relawan diimbau untuk mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan secara matang atau menyalurkan bantuannya melalui lembaga kemanusiaan yang memiliki akreditasi serta jaringan yang ada di wilayah tujuan.

Tag:  #kemlu #fasilitasi #kedatangan #orang #relawan #peserta #gslc

KOMENTAR