6 Gejala Radang Usus Kronis yang Sering Dikira Penyakit Biasa
Ilustrasi sakit perut.(Freepik/diana.grytsku)
08:06
26 Mei 2026

6 Gejala Radang Usus Kronis yang Sering Dikira Penyakit Biasa

- Gangguan pencernaan seperti diare, sakit perut, atau tubuh mudah lelah, sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan ringan yang akan membaik dengan sendirinya. 

Padahal, keluhan tersebut juga bisa menjadi tanda penyakit radang usus kronis atau inflammatory bowel disease (IBD).

IBD merupakan kondisi peradangan kronis pada saluran cerna yang dapat berlangsung dalam jangka panjang. Penyakit ini umumnya mencakup kolitis ulseratif dan penyakit Crohn yang dapat memengaruhi kualitas hidup apabila tidak ditangani sejak dini.

Baca juga: 13 Penyebab Perut Kiri Bawah Sakit, Bisa Sembelit sampai Radang Usus

Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE mengatakan, gejala IBD sering kali tidak disadari karena mirip dengan gangguan pencernaan biasa.

Adapun enam gejala radang usus kronis yang kerap dianggap sepele. Simak selengkapnya.

6 Gejala radang usus kronis yang sering diabaikan

1. Diare yang berlangsung lama

Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE dalam Media Meet Up Eka Hospital MT Haryono di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE dalam Media Meet Up Eka Hospital MT Haryono di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Diare menjadi salah satu gejala paling umum pada radang usus kronis. Namun, banyak orang menganggap kondisi ini hanya akibat salah makan atau infeksi makanan biasa.

Prof. Murdani menjelaskan, diare akibat infeksi umumnya hanya berlangsung singkat. Sementara pada IBD, diare dapat terjadi lebih lama dan berulang.

“Diare karena infeksi makanan umumnya berlangsung 2 sampai 3 hari saja, tapi kalau radang usus kronis bisa berlangsung sampai lebih dari 2 minggu,” jelas Prof. Murdani dalam Media Meet Up Eka Hospital MT Haryono di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Kondisi ini perlu diwaspadai terutama bila diare terjadi terus-menerus, disertai kram perut, atau membuat tubuh menjadi lemas akibat kehilangan cairan.

2. BAB berdarah

Buang air besar berdarah juga menjadi tanda yang sering diabaikan. Banyak orang langsung mengaitkannya dengan ambeien tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Padahal, darah pada feses yang muncul berulang dapat menjadi pertanda adanya peradangan pada usus besar.

“BAB berdarah biasanya dikira ambeien, namun kalau berulang dan fesesnya berdarah, hati-hati ini bisa jadi gejala IBD,” ujar Prof. Murdani.

Perdarahan yang terus terjadi dapat memicu anemia dan membuat kondisi tubuh semakin menurun. Karena itu, pemeriksaan medis penting dilakukan apabila BAB berdarah tidak kunjung membaik.

3. Nyeri perut yang menetap

Sakit perut merupakan keluhan yang sangat umum dialami banyak orang. Mulai dari telat makan, konsumsi makanan pedas, hingga asam lambung sering menjadi penyebabnya.

Namun pada kasus radang usus kronis, nyeri perut biasanya terasa lebih intens dan berlangsung dalam waktu lama.

“Nyeri perut bisa muncul karena salah makan, terlambat makan, GERD. Tapi kalau intens dan menetap dalam waktu lama, bisa jadi IBD,” kata Prof. Murdani.

Baca juga: Kisah Steven, Sakit Radang Usus akibat Pola Makan dan Hobi Begadang

Nyeri ini dapat muncul di area tertentu pada perut dan kadang disertai perubahan pola BAB. Bila keluhan terus berulang, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai sakit perut biasa.

4. Berat badan turun drastis

Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas juga perlu diwaspadai. Pada penderita IBD, peradangan pada usus dapat mengganggu penyerapan nutrisi sehingga tubuh kekurangan asupan penting.

Akibatnya, berat badan bisa turun cukup drastis dalam waktu singkat. Selain karena penyerapan nutrisi terganggu, penderita juga sering kehilangan nafsu makan akibat rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada perut.

“Banyak orang sakit perut biasa tapi berat badannya tidak turun. Kalau IBD, berat badannya bisa turun drastis,” ungkap Prof. Murdani.

5. Mudah lelah

Tubuh yang terasa lelah terus-menerus juga bisa menjadi gejala radang usus kronis. Kondisi ini sering kali muncul akibat asupan makan yang menurun maupun kehilangan darah secara perlahan.

“Mudah lelah biasanya karena asupan makan yang berkurang ataupun karena kehilangan darah yang menyebabkan anemia, sehingga berujung pada kemampuan fisik yang menurun, merasa lelah, dan lesu,” jelas Prof. Murdani.

Rasa lelah pada penderita IBD umumnya tidak membaik meski sudah beristirahat. Aktivitas sehari-hari pun bisa terganggu karena tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga.

6. Demam berulang tanpa sebab jelas

Demam yang muncul berulang tanpa penyebab pasti juga perlu menjadi perhatian. Pada kondisi IBD yang cukup berat, tubuh dapat mengalami respons peradangan yang memicu kenaikan suhu tubuh.

“Pada kondisi yang berat, bisa muncul demam sebagai bagian dari penyakit IBD atau respons sistem imun terhadap infeksi,” tutur Prof. Murdani.

Demam biasanya muncul bersamaan dengan gejala lain seperti diare, nyeri perut, dan tubuh yang semakin lemah. 

Maka dari itu, penting untuk tidak mengabaikan kombinasi gejala yang berlangsung dalam waktu lama.

Baca juga: Gangguan Sistem Imun Bisa Jadi Penyebab Radang Usus

Tag:  #gejala #radang #usus #kronis #yang #sering #dikira #penyakit #biasa

KOMENTAR