Apakah Radang Usus Kronis Bisa Sembuh Total? Ini Kata Dokter
Ilustrasi radang usus()
21:36
26 Mei 2026

Apakah Radang Usus Kronis Bisa Sembuh Total? Ini Kata Dokter

- Radang usus kronis atau inflammatory bowel disease (IBD) menjadi salah satu penyakit pencernaan yang kerap membuat pasien khawatir. 

Karena gejalanya dapat muncul berulang, apakah penyakit ini bisa sembuh total? IBD merupakan kondisi peradangan kronis pada saluran cerna yang mencakup kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. 

Penyakit ini dapat menyebabkan diare berkepanjangan, nyeri perut, BAB berdarah, hingga penurunan berat badan apabila tidak ditangani dengan baik.

Baca juga: 6 Gejala Radang Usus Kronis yang Sering Dikira Penyakit Biasa

Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE mengatakan, tujuan utama penanganan IBD tidak bisa sembuh total, melainkan mengontrol penyakit agar tidak sering kambuh.

Apakah radang usus kornis bisa sembuh total?

Radang usus kronis dikontrol lewat remisi

Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE dalam Media Meet Up Eka Hospital MT Haryono di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE dalam Media Meet Up Eka Hospital MT Haryono di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Prof. Murdani menjelaskan, dalam dunia medis, kondisi terkendalinya gejala IBD dikenal dengan istilah remisi. Pada fase ini, peradangan dapat ditekan sehingga pasien dapat menjalani hidup dengan lebih nyaman.

“Untuk radang usus kronis itu bukan disembuhkan, melainkan remisi namanya. Jadi penyakitnya ini akan terkontrol dan diminimalisir kekambuhannya,” ucap Prof. Murdani dalam Media Meet Up-Eka Hospital MT Haryono, di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Remisi menjadi target penting dalam pengobatan IBD, karena penyakit ini bersifat kronis dan dapat kambuh sewaktu-waktu. 

Dengan pengobatan yang tepat, gejala seperti diare, nyeri perut, atau BAB berdarah bisa berkurang secara signifikan.

Kondisi remisi juga membantu mencegah kerusakan usus yang lebih berat akibat peradangan berkepanjangan. Karena itu, pasien perlu menjalani pengobatan secara konsisten sesuai anjuran dokter.

Pasien tetap bisa hidup normal

Meski tidak dapat sembuh total, Prof. Murdani menegaskan bahwa penderita IBD tetap memiliki peluang menjalani hidup normal selama penyakitnya terkendali.

“Namun, tidak perlu khawatir, pasien itu tetap bisa beraktivitas normal, seperti bekerja, sekolah, menikah, hingga berkeluarga. Penyakit ini tidak menghalangi masa depan pasien jika terkontrol,” katanya.

Menurut dia, banyak pasien IBD tetap dapat menjalankan rutinitas sehari-hari seperti orang sehat pada umumnya. Aktivitas sosial, pendidikan, hingga pekerjaan tetap bisa dilakukan apabila kondisi tubuh stabil.

“Penderita IBD kalau diobati dengan baik, bisa berprestasi maksimal dan beraktivitas selayaknya orang sehat,” lanjut Prof. Murdani.

Hal ini menunjukkan bahwa diagnosis IBD bukan akhir dari produktivitas seseorang. Dengan pengelolaan yang baik, pasien tetap dapat memiliki kualitas hidup yang optimal.

Pentingnya kontrol rutin dan disiplin pengobatan

Untuk mencapai kondisi remisi, pasien perlu menjalani proses pengobatan jangka panjang. Prof. Murdani mengatakan, keberhasilan pengendalian penyakit sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien terhadap terapi.

Baca juga: Waspada Radang Usus pada Anak, Kenali Gejala dan Penanganan Terbarunya

“Tentu dengan proses panjang, pasien berkonsultasi dengan dokter secara teratur, mengikuti anjuran dokter, dan mengikuti pengobatan terbaik,” ujarnya.

Kontrol rutin diperlukan agar dokter dapat memantau perkembangan penyakit dan menyesuaikan terapi apabila muncul keluhan baru. 

Selain itu, pasien juga perlu menjaga pola makan, menghindari faktor pencetus kekambuhan, serta memperhatikan kondisi tubuh secara keseluruhan.

Kepatuhan dalam menjalani pengobatan penting untuk mencegah komplikasi akibat peradangan yang berlangsung lama.

Diagnosis dini membantu hasil pengobatan lebih optimal

Prof. Murdani juga mengingatkan pentingnya mengenali gejala IBD sejak awal agar diagnosis tidak terlambat. 

Banyak pasien datang berobat ketika kondisi peradangan sudah cukup berat karena menganggap keluhannya hanya gangguan pencernaan biasa.

“Jangan sampai diagnosisnya terlambat, sehingga efeknya sudah kemana-mana dan kemungkinan tidak seoptimal diagnosis dini penanganannya,” tutur Prof. Murdani.

Diagnosis dini memungkinkan pasien mendapatkan terapi lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan. 

Oleh karena itu, gejala seperti diare berkepanjangan, BAB berdarah, nyeri perut terus-menerus, hingga berat badan turun tidak boleh dianggap sepele.

Dengan penanganan yang tepat sejak awal, peluang pasien untuk mencapai remisi dan mempertahankan kualitas hidup yang baik akan semakin besar.

Baca juga: Komplikasi Penyakit Radang Usus yang Harus Dihindari

Tag:  #apakah #radang #usus #kronis #bisa #sembuh #total #kata #dokter

KOMENTAR