Trump Mendadak Batalkan Perpres AI, Khawatir Untungkan China
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara kesehatan di South Court Auditorium, Gedung Putih, Washington DC, 18 Mei 2026.(AFP/KENT NISHIMURA)
11:09
27 Mei 2026

Trump Mendadak Batalkan Perpres AI, Khawatir Untungkan China

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan membatalkan pengesahan Executive Order (Perintah Eksekutif) terkait kecerdasan buatan (AI), hanya beberapa jam sebelum acara dimulai.

Menurut laporan TheWashingtonPost, keputusan tersebut diambil setelah sejumlah tokoh industri teknologi menyampaikan kekhawatiran mereka secara langsung kepada Trump terkait rancangan aturan AI tersebut.

Beberapa tokoh yang disebut menyampaikan keberatan antara lain pemilik X (Twitter) Elon Musk, pendiri Facebook (Meta) Mark Zuckerberg, hingga investor teknologi sekaligus mantan penasihat AI dan kripto Gedung Putih, David Sacks.

Mereka khawatir Perintah Presiden/Perpres itu dapat menghambat perkembangan industri AI di AS dan memberi keuntungan kepada China dalam persaingan teknologi global.

Baca juga: Foto Trump Jalan Bareng Alien Viral di Medsos, Warganet Menduga-duga Artinya

Selain itu, aturan tersebut juga dinilai berpotensi memperlambat peluncuran produk AI baru dan membuka peluang bagi pemerintahan di masa depan untuk memperketat pengawasan industri teknologi.

Tak disebutkan apakah para petinggi itu menjadi alasan Trump membatalkan Perpres AI atau tidak.

Namun setelah adanya kabar soal desakan ini, Trump disebut "pikir dua kali" dan langsung membatalkan penandatanganan Executive Order AI tersebut pada Kamis (22/5/2026) waktu setempat.

Saat ditanya soal alasan pembatalan itu, Trump hanya mengatakan bahwa dirinya tidak menyukai draf aturan yang telah disiapkan.

Trump juga menegaskan bahwa AS masih memimpin dalam pengembangan AI global dan ia tidak ingin kebijakan baru justru menghambat posisi tersebut.

“Kami unggul dari China dan semua negara, dan saya tidak ingin melakukan sesuatu yang mengganggu keunggulan itu,” ujar Trump.

Berdasarkan laporan TheNewYorkTimes, Gedung Putih sendiri sebelumnya telah mengundang sejumlah eksekutif dari OpenAI, Google, Anthropic, Meta, dan Microsoft untuk menghadiri acara penandatanganan aturan tersebut.

Namun, beberapa di antaranya disebut tidak dapat hadir.

Baca juga: Momen Viral Elon Musk Saat ke China Bareng Trump, Bawa Anak hingga Selfie dengan Bos Xiaomi

Muatan Perpres AI AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan gestur bersulang saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5/2026).AFP/BRENDAN SMIALOWSKI Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan gestur bersulang saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5/2026).

Perpres AI yang dibatalkan ini sebenarnya tidak sampai mewajibkan lisensi atau pengujian pemerintah terhadap model AI baru.

Namun, salah satu klausul dalam rancangan aturan itu menyebut bahwa pemerintah AS akan memperkenalkan protokol "sukarela" yang meminta perusahaan AI memberikan pemberitahuan 90 hari sebelum meluncurkan teknologi baru.

Tujuannya adalah agar pemerintah dapat memeriksa potensi kerentanan keamanan, termasuk ancaman peretasan dan campur tangan asing.

Sejumlah perusahaan teknologi khawatir mekanisme “sukarela” tersebut pada akhirnya bisa berubah menjadi tekanan tidak langsung agar seluruh perusahaan mengikuti aturan pemerintah.

Menyoal Perpres AI AS, kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran pemerintah AS terhadap risiko keamanan AI, terutama setelah Anthropic meluncurkan produk AI bernama “Mythos” bulan lalu.

Baca juga: AS Khawatir dengan Mythos Anthropic, Program AI Bakal Dites sebelum Dirilis

Model AI tersebut dirancang untuk menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan perangkat lunak, sehingga memicu kekhawatiran bahwa teknologi itu dapat dimanfaatkan untuk serangan siber.

Pemerintah AS bahkan dilaporkan sempat membatasi perluasan akses Anthropic terhadap teknologi tersebut karena alasan keamanan nasional, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Forbes.

Tag:  #trump #mendadak #batalkan #perpres #khawatir #untungkan #china

KOMENTAR