Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri
Takbiran Idul Adha berapa hari menjadi pertanyaan yang sering muncul menjelang Hari Raya Kurban setiap tahunnya. Umat Islam umumnya ingin mengetahui kapan takbir mulai dikumandangkan dan kapan waktu berakhirnya sesuai tuntunan syariat.
Dalam Islam, takbir Idul Adha termasuk salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan selama hari-hari mulia di bulan Dzulhijjah. Lafaz takbir menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT sekaligus ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan-Nya.
Takbir pada Idul Adha memiliki waktu pelaksanaan yang lebih panjang dibanding Idul Fitri karena berlangsung hingga hari-hari Tasyrik.
Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir setelah salat fardu maupun di berbagai kesempatan lainnya selama periode tersebut.
Sejumlah warga menyaksikan pawai obor dan fetival bedug dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (20/3/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]Takbiran Idul Adha Berapa Hari?
Mengacu pada penjelasan dalam kitab fikih mazhab Syafi’i, takbir Idul Adha disunnahkan mulai dikumandangkan sejak Subuh Hari Arafah atau 9 Dzulhijjah.
Takbir kemudian dilanjutkan setelah setiap salat wajib hingga berakhir pada salat Asar tanggal 13 Dzulhijjah yang menjadi hari Tasyrik terakhir.
Ketentuan tersebut didasarkan pada riwayat yang menyebut Rasulullah SAW bertakbir sejak Subuh 9 Dzulhijjah sampai Asar 13 Dzulhijjah. Karena itu, pelaksanaan takbir Idul Adha berlangsung selama lima hari berturut-turut.
Berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama Republik Indonesia, Hari Arafah 1447 Hijriah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Sementara Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026.
Artinya, takbiran Idul Adha 1447 H dimulai sejak Selasa, 26 Mei 2026 setelah salat Subuh. Takbir kemudian terus dianjurkan hingga selesai salat Asar pada Sabtu, 30 Mei 2026 yang bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 H.
Berikut rincian waktu pelaksanaan takbir Idul Adha 1447 H:
- 9 Dzulhijjah 1447 H atau Selasa, 26 Mei 2026 sebagai Hari Arafah
- 10 Dzulhijjah 1447 H atau Rabu, 27 Mei 2026 sebagai Hari Raya Idul Adha
- 11 Dzulhijjah 1447 H atau Kamis, 28 Mei 2026 sebagai Hari Tasyrik pertama
- 12 Dzulhijjah 1447 H atau Jumat, 29 Mei 2026 sebagai Hari Tasyrik kedua
- 13 Dzulhijjah 1447 H atau Sabtu, 30 Mei 2026 sebagai Hari Tasyrik ketiga
Pada rentang waktu tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir setelah salat wajib maupun di luar salat. Takbir dapat dilakukan secara berjamaah di masjid ataupun dibaca sendiri dalam aktivitas sehari-hari.
Perbedaan Takbiran Idul Adha dengan Idul Fitri
Meski sama-sama dilakukan pada hari raya Islam, takbir Idul Adha dan Idul Fitri memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan utama terletak pada waktu pelaksanaannya.
Takbir Idul Fitri biasanya dimulai sejak malam 1 Syawal hingga sebelum pelaksanaan salat Id. Durasi takbir pada Idul Fitri relatif lebih singkat karena hanya berlangsung sampai pagi hari raya.
Sementara itu, takbir Idul Adha berlangsung lebih panjang karena diteruskan hingga akhir hari Tasyrik. Takbir tidak hanya dikumandangkan pada malam takbiran, tetapi juga setelah salat fardu selama beberapa hari.
Dalam pelaksanaannya, terdapat istilah takbir mutlak dan takbir muqayyad. Takbir mutlak adalah takbir yang dapat dibaca kapan saja selama hari-hari Dzulhijjah, sedangkan takbir muqayyad dilakukan setelah salat wajib.
Takbir muqayyad menjadi ciri khas pada Idul Adha karena dilakukan secara rutin usai salat fardu selama Hari Arafah hingga akhir Tasyrik. Tradisi ini juga menjadi syiar Islam yang banyak dilakukan di masjid maupun musala.
Keutamaan Bertakbir
Bertakbir pada Idul Adha memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Selain sebagai bentuk ibadah, takbir menjadi cara untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT pada hari-hari yang mulia.
Melalui lantunan takbir, seorang muslim diingatkan bahwa seluruh nikmat, kekuatan, dan rezeki berasal dari Allah SWT. Karena itu, takbir juga menjadi sarana menumbuhkan rasa syukur dan kerendahan hati dalam kehidupan sehari-hari.
Takbir turut menjadi syiar Islam yang mencerminkan semangat kebersamaan umat muslim. Suara takbir yang dikumandangkan bersama-sama di masjid maupun lingkungan sekitar menciptakan suasana religius menjelang dan selama Idul Adha.
Selain itu, memperbanyak zikir dan takbir pada hari-hari Dzulhijjah termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Hari Arafah dan hari Tasyrik merupakan waktu yang penuh keberkahan sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Tag: #takbiran #idul #adha #berapa #hari #perbedaannya #dengan #takbir #idul #fitri