Komplikasi Radang Usus Kronis Bisa Meluas ke Mata dan Sendi
Ilustrasi usus buntu.(Shutterstock/New Africa)
15:36
27 Mei 2026

Komplikasi Radang Usus Kronis Bisa Meluas ke Mata dan Sendi

- Radang usus kronis atau inflammatory bowel disease (IBD) selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang saluran pencernaan. 

Namun, kondisi tersebut ternyata tidak hanya berdampak pada usus, melainkan juga dapat memengaruhi organ lain di dalam tubuh.

Pada sejumlah kasus, penderita IBD dapat mengalami gangguan di luar sistem pencernaan, mulai dari nyeri sendi hingga peradangan pada mata. Kondisi ini muncul akibat proses peradangan yang terjadi secara kronis di dalam tubuh.

Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH,  mengatakan, dampak IBD tidak boleh dianggap hanya terbatas pada usus besar.

Baca juga: 6 Gejala Radang Usus Kronis yang Sering Dikira Penyakit Biasa

Keluhan sendi paling sering dialami pasien IBD

Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE dalam Media Meet Up Eka Hospital MT Haryono di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Ahli Gastroentero Hepatologi dari Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACG, FASGE dalam Media Meet Up Eka Hospital MT Haryono di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Menurut Prof. Murdani, keluhan pada persendian menjadi salah satu masalah yang paling sering ditemukan pada penderita radang usus kronis.

“Walaupun IBD itu penyakit di usus besar, namun pada kenyataannya penyakit ini bisa disertai dengan sejumlah keluhan yang adanya di luar usus, seperti yang paling sering adalah sendi,” ucap Prof. Murdani dalam Media Meet Up-Eka Hospital MT Haryono, di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, artritis menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak menyertai pasien IBD. Hampir 40 persen pasien IBD disertai dengan keluhan sendi.

Keluhan sendi pada penderita IBD dapat berupa nyeri, kaku, atau pembengkakan yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. 

Pada beberapa orang, keluhan bahkan muncul bersamaan dengan gejala gangguan pencernaan seperti diare atau nyeri perut. Kondisi ini menunjukkan bahwa peradangan pada IBD dapat memengaruhi sistem tubuh secara lebih luas.

Baca juga: BAB Berdarah Tak Selalu Ambeien, Kenali Bedanya dengan Gejala Radang Usus

Radang mata juga bisa terjadi

Selain sendi, mata menjadi organ lain yang cukup sering terdampak akibat radang usus kronis. Prof. Murdani mengatakan, peradangan pada mata dapat muncul dalam bentuk uveitis maupun episkleritis.

Uveitis adalah peradangan pada lapisan tengah mata (uvea). Kondisi ini lebih serius dan bisa mengganggu penglihatan bila tidak ditangani.

Sementara itu, episkleritis adalah peradangan ringan pada lapisan tipis di atas bagian putih mata (episclera).

“Kemudian, mata juga bisa terdampak. Radang mata yang dikenal sebagai uveitis atau episkleritis juga cukup sering ditemukan pada penderita IBD,” katanya.

Radang mata pada penderita IBD dapat menyebabkan mata merah, nyeri, sensasi tidak nyaman, hingga gangguan penglihatan apabila tidak ditangani dengan baik.

“Ada data yang mengungkap bahwa orang-orang IBD, 20 persennya mengalami artritis, 10 persen mengalami episkleritis,” ujarnya.

Karena itu, penderita IBD perlu waspada apabila mengalami keluhan pada mata yang berlangsung berulang atau muncul bersamaan dengan gangguan pencernaan.

Baca juga: Kisah Steven, Sakit Radang Usus akibat Pola Makan dan Hobi Begadang

Organ lain juga dapat terdampak

Dalam beberapa kondisi, peradangan juga dapat memengaruhi bagian tubuh lain meski jumlah kasusnya lebih jarang.

“Beberapa keluhan lain seperti misalnya gangguan pada kulit seperti eritema nodosum. Bisa juga ada keluhan pada mulut, hati, dan tulang walaupun jarang,” jelasnya.

Gangguan pada kulit dapat muncul berupa benjolan merah yang terasa nyeri, sementara keluhan di mulut bisa berupa sariawan berulang. 

Hal ini membuat IBD menjadi penyakit yang perlu dipantau secara menyeluruh karena dampaknya dapat melibatkan banyak organ.

Baca juga: Makanan Ultraproses Berkaitan dengan Risiko Kanker Usus Besar pada Perempuan Usia Muda

Mengapa bisa berdampak ke organ lain?

Prof. Murdani menilai, dasar utama penyakit IBD adalah proses peradangan yang dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh.

“Dasar penyakit IBD ini adalah radang. Radang bisa timbul di usus, persendian, dan di semua tubuh. Manifestasi radang di masing-masing tempat ini beda-beda,” tutur Prof. Murdani.

Ia menambahkan, peradangan serupa dapat muncul di organ lain dengan gejala yang berbeda-beda.

“Kalau di usus kita bilangnya inflammatory bowel disease, radang di usus. Tapi radang yang mirip atau serupa juga bisa muncul di sendi, mata, dan lainnya,” lanjutnya.

Oleh karenanya, pasien IBD dianjurkan untuk rutin memeriksakan diri dan tidak mengabaikan keluhan di luar saluran cerna. Penanganan sejak dini penting dilakukan agar komplikasi akibat peradangan dapat dicegah.

Baca juga: Permen Karet Tertelan, Benarkah Bisa Menempel di Usus?

Tag:  #komplikasi #radang #usus #kronis #bisa #meluas #mata #sendi

KOMENTAR