Iran Bekukan Badan Presiden yang Perintahkan Buka Akses Internet
- Lembaga peradilan Iran pada Selasa (26/5/2026) membekukan sebuah badan kepresidenan yang telah memerintahkan pemulihan akses internet setelah berbulan-bulan mengalami pemadaman hampir total sejak perang dengan Amerika Serikat dan Israel.
Situs Mizan Online milik lembaga peradilan mengatakan, putusan untuk membekukan badan kepresidenan tersebut menyusul adanya pengaduan, meskipun belum jelas siapa yang mengajukan pengaduan tersebut.
Dikutip dari AFP, Selasa, keputusan tersebut menargetkan Markas Besar Khusus untuk Pengorganisasian dan Pengelolaan Ruang Siber Negara, sebuah badan yang dibentuk pada 12 Mei oleh Presiden Masoud Pezeshkian.
Menurut juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani, badan tersebut pada Senin (25/5/2026) telah mengambil keputusan untuk memulihkan internet di Iran.
Hal ini diketahui setelah media lokal melaporkan bahwa Presiden Iran, Masoud Pezeshkian telah mengeluarkan dekrit untuk tindakan tersebut.
Baca juga: Presiden Iran Minta Akses Internet Dibuka Kembali
Bukan wewenang badan presiden
Padahal, Badan keamanan tertinggi Iran, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, memegang wewenang tertinggi untuk memulihkan internet di negara tersebut.
Otoritas Iran pertama kali memberlakukan pembatasan internet secara menyeluruh selama protes anti-pemerintah berskala besar yang memuncak pada awal Januari, sebelum kembali menutup akses pada 28 Februari di awal perang.
Selama pemadaman internet, warga Iran sebagian besar hanya dapat mengakses platform dan situs web domestik.
Baca juga: Hacker Pro-Iran Bobol Jaringan Transportasi AS, Curi 700 GB Data
Dalam beberapa minggu terakhir, Iran memperkenalkan sistem internet berjenjang yang dikenal sebagai "Pro Internet".
Menurut media Iran, sistem itu memberikan akses lebih luas kepada kelompok profesional tertentu dengan biaya lebih tinggi.
Pada 5 April, lembaga pemantau internet NetBlocks mengatakan, pemadaman yang diberlakukan setelah pecahnya perang adalah pemblokiran internet skala nasional terlama yang pernah tercatat di negara mana pun.
Baca juga: Iran Sebut AS Langgar Gencatan Senjata Selama 48 Jam Terakhir, Ancam Perdamaian?
Warga Iran skeptis
Sebelumnya, dua warga Teheran mengatakan mereka tidak melihat peningkatan konektivitas yang signifikan, seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Selasa (26/5/2026).
Meskipun beberapa pembatasan mungkin akan dilonggarkan, salah seorang warga Teheran mengaku banyak hal akan tetap dibatasi.
"Kehidupan di Iran tidak akan lagi seperti sebelum perang," kata warga yang enggan disebutkan namanya itu.
Para analis menilai, pengumuman presiden tersebut tampaknya menandakan perebutan kekuasaan dengan kelompok garis keras yang menolak pembukaan kembali internet.
Baca juga: Iran Disebut Ingin Bebaskan Rp 427 T Aset Beku dalam Kesepakatan dengan AS
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, yang mencakup Pezeshkian dan komandan Korps Garda Revolusi Islam konservatif, mempertahankan otoritas akhir atas masalah keamanan, termasuk pembatasan internet.
"Pezeshkian bukanlah pengambil keputusan utama,” kata Mehdi Yahyanejad, anggota dewan NetFreedom Pioneers, sebuah organisasi nirlaba teknologi yang berbasis di California yang fokus pada Iran.
“Dia mencoba menciptakan suasana bahwa (pembukaan kembali) akan terjadi setelah kesepakatan damai dengan AS tercapai," sambungnya.
Tag: #iran #bekukan #badan #presiden #yang #perintahkan #buka #akses #internet