Bersaing dengan China, NASA Bakal Bangun Pangkalan Permanen di Bulan
Ilustrasi bulan.(Freepik/wirestock)
13:42
27 Mei 2026

Bersaing dengan China, NASA Bakal Bangun Pangkalan Permanen di Bulan

- NASA telah merilis detail tentang wahana pendarat robotik, drone yang dapat melompat, dan kendaraan yang menjadi bagian dari rencana AS untuk membangun pangkalan di Bulan.

Perusahaan antariksa milik pendiri Amazon, Jeff Bezos, yaitu Blue Origin adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang dipilih untuk membangun mesin-mesin tersebut.

AS ingin mendaratkan kembali warga AS di Bulan sebelum Presiden Donald Trump meninggalkan jabatannya pada 2029.

Pada Maret lalu, NASA mengumumkan program senilai 20 miliar dollar AS untuk membangun pangkalan permanen yang ditenagai oleh energi nuklir dan surya di kutub selatan Bulan pada 2032.

Baca juga: Bos NASA Usulkan Pluto Kembali Dihitung sebagai Planet

Fungsi pangkalan permanen di Bulan

Dikutip dari BBC, Rabu, administrator NASA Jared Isaacman mengatakan, pengumuman tersebut berarti AS tidak akan pernah menyerahkan Bulan lagi.

Pangkalan tersebut akan memungkinkan AS untuk melakukan eksperimen ilmiah, berpotensi menambang sumber daya berharga, dan melakukan perjalanan ke Mars dengan lebih mudah.

Namun, sebagian besar ahli sepakat bahwa jadwal yang diberikan NASA tidak realistis.

Meskipun AS berhasil mengirim empat astronot mengelilingi Bulan dalam misi Artemis II pada April, beberapa ilmuwan percaya bahwa China kemungkinan akan menjadi negara berikutnya yang mendaratkan manusia di permukaan Bulan.

"Saya sama sekali tidak akan terkejut jika China sampai di sana lebih dulu," kata Dr. Simeon Barber, Ilmuwan Bulan di Open University, mengutip kemunduran NASA dalam mengamankan wahana yang dapat mendaratkan manusia di Bulan.

Baca juga: NASA Luncurkan Teleskop Roman, Siap Cari Puluhan Ribu Planet Baru

Tiga fase pembangunan

Program Ignition Moon Base NASA memiliki tiga fase.

Sebelum manusia melakukan perjalanan ke sana, NASA ingin mengirimkan wahana pendarat robot dan drone yang dapat melompat untuk menjelajahi dan memetakan medan Bulan yang menantang.

Kendaraan pengiriman juga akan dibawa untuk mengangkut astronot di permukaan Bulan, serta membawa instrumen komunikasi dan ilmiah.

Pada Selasa (26/5/2026), NASA mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan termasuk Blue Origin, Intuitive Machines, dan Astrobotic telah mendapatkan kontrak untuk membangun mesin-mesin tersebut.

Baca juga: Misi Manusia Kembali ke Bulan Dimulai Usai 53 Tahun, NASA Luncurkan Artemis II

NASA menginginkan wahana pendarat Bulan buatan Blue Origin yang disebut Endurance, mampu melakukan pendaratan yang presisi, serta navigasi dan kontrol otonom.

Wahana pendarat Griffin-1 milik Astrobotic diperkirakan akan mendarat di Kawah Nobile dekat Kutub Selatan.

Mesin-mesin tersebut juga akan mengirimkan instrumen ilmiah untuk NASA, termasuk kamera beresolusi tinggi dan alat-alat yang menggunakan pantulan cahaya laser untuk membantu pesawat mendarat.

Eksplorasi robotik ini diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2029, dengan 25 peluncuran dan 4 ton metrik kargo yang mendarat di Bulan.

Baca juga: Kisah Haru Sunita Williams, Pensiun dari NASA Usai Terdampar 9 Bulan di Luar Angkasa

Rencana bangun fasilitas tenaga nuklir

Foto Artemis II. Bumi tampak mengintip.NASA Foto Artemis II. Bumi tampak mengintip.

Selanjutnya, NASA ingin membangun fasilitas tenaga nuklir dan surya di Bulan, termasuk reaktor fisi.

Pada 2032, badan antariksa tersebut ingin manusia dapat tinggal di Bulan dalam perumahan semi-permanen.

Wahana penjelajah juga akan memungkinkan para astronot untuk melakukan perjalanan jarak jauh melintasi permukaan berbatu.

Kutub Selatan Bulan sangat menarik karena air beku dapat digunakan sebagai air minum atau untuk menghasilkan oksigen.

Baca juga: NASA Sukses Uji Coba Jet Supersonik X-59, Cepat tapi Senyap

Namun, rencana NASA bergantung pada kesiapan pesawat ruang angkasa yang dapat mengangkut manusia ke Bulan dengan aman.

Perusahaan Elon Musk, SpaceX dikontrak untuk membangun pesawat bernama Starship Human Landing System, tetapi proyek ini menghadapi banyak kendala dan penundaan.

"Langkah yang paling membatasi adalah menurunkan para astronot ke permukaan," jelas ilmuwan bulan, Simeon Barber.

"Menurut saya, (NASA) merasa mereka berada di posisi di mana mereka harus mulai mengatakan bahwa mereka punya rencana. Jadi saya pikir ada banyak dorongan politik di balik ini," sambungnya.

Tag:  #bersaing #dengan #china #nasa #bakal #bangun #pangkalan #permanen #bulan

KOMENTAR