Nyaris Damai, AS Malah Bombardir Kapal Penebar Ranjau Iran
Personel Angkatan Laut Iran saat melakukan latihan militer Velayat-90 di Selat Hormuz pada 1 Januari 2012.(JAMEJAMONLINE/EBRAHIM NOROOZI via AFP)
07:48
26 Mei 2026

Nyaris Damai, AS Malah Bombardir Kapal Penebar Ranjau Iran

Amerika Serikat melancarkan serangan militer pada Senin (25/5/2026) ke lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang disebut sedang mencoba menebar ranjau di Selat Hormuz.

Washington menyebut serangan itu sebagai tindakan defensif di tengah berlangsungnya gencatan senjata dan pembicaraan damai antara kedua negara.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengatakan, operasi tersebut dilakukan untuk melindungi pasukan Amerika dari ancaman militer Iran.

Baca juga: Negosiasi Mandek Lagi, AS dan Iran Masih Berselisih soal Ini

Serangan itu terjadi ketika negosiasi damai antara Washington dan Teheran disebut mulai menunjukkan perkembangan positif.

AS klaim serangan bersifat defensif

Juru bicara CENTCOM, Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, mengatakan, pasukan AS melakukan serangan bela diri terhadap target-target di Iran selatan.

“Pasukan AS melakukan serangan bela diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” kata Hawkins dalam pernyataan yang dikutip Reuters.

Menurut pejabat senior AS yang dikutip The Telegraph, dua kapal Iran diduga tertangkap saat menebar ranjau di Selat Hormuz.

Pasukan AS disebut menghancurkan kedua kapal tersebut dan juga menyerang lokasi peluncur rudal darat-ke-udara di Bandar Abbas yang diduga menargetkan pesawat tempur Amerika.

Bandar Abbas sendiri merupakan kota pelabuhan penting di Iran selatan yang menjadi lokasi pangkalan angkatan laut Iran dekat Selat Hormuz.

Seorang pejabat AS mengatakan serangan itu merupakan “serangan defensif” dan tidak menunjukkan bahwa gencatan senjata yang dinegosiasikan bulan lalu telah berakhir.

Baca juga: Trump Kejar Damai dengan Iran, Tanda Tak Percaya Netanyahu Lagi?

Serangan terjadi di tengah upaya perdamaian

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (tengah) saat memimpin pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (kelima dari kiri) mengenai perang Timur tengah, di rumah dinas PM Pakistan di Islamabad, 25 April 2026.KANTOR PERDANA MENTERI PAKISTAN via AFP Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif (tengah) saat memimpin pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (kelima dari kiri) mengenai perang Timur tengah, di rumah dinas PM Pakistan di Islamabad, 25 April 2026.

Serangan militer AS berlangsung saat pembicaraan damai antara Washington dan Teheran mulai digelar.

Sebelumnya pada Senin, Presiden AS Donald Trump menulis di Truth Social bahwa negosiasi dengan Iran berjalan positif.

“Negosiasi dengan Republik Islam Iran berlangsung dengan baik!” tulis Trump.

The Telegraph melaporkan Trump bahkan membatalkan rencana bermain golf di New Jersey dan tidak menghadiri pernikahan putranya demi tetap tersedia untuk pembicaraan damai tingkat tinggi.

Di saat bersamaan, delegasi Pakistan yang dipimpin Panglima Angkatan Darat Asim Munir dilaporkan tiba di Teheran pada Jumat untuk membantu mediasi pembicaraan.

Delegasi Qatar juga disebut ikut menggelar perundingan terkait proposal perdamaian terbaru dari Washington.

Baca juga: Rencana Netanyahu Bisa Berantakan jika AS Damai dengan Iran, Ini Sebabnya

Tag:  #nyaris #damai #malah #bombardir #kapal #penebar #ranjau #iran

KOMENTAR