Selat Hormuz Memanas, AS Tegaskan Gencatan Senjata Masih Berlaku
Kapal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat diduga hendak menyiya kapal kontainer yang menerobos Selat Hormuz pada 21 April 2026. Foto ini diperoleh AFP dari kantor berita Iran, Tasnim. Media AS Sebut Dua Kapal Perang Melintasi Selat Hormuz di Bawah Serangan Iran(TASNIM/MEYSAM MIRZADEH via AFP)
21:18
5 Mei 2026

Selat Hormuz Memanas, AS Tegaskan Gencatan Senjata Masih Berlaku

- Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth menegaskan, gencatan senjata tetap berlaku, meskipun ia menuding Iran menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz dan negara-negara tetangganya pada Senin (4/5/2026).

“Jadi saat ini gencatan senjata memang berlaku, tetapi kami akan mengawasinya dengan sangat, sangat cermat,” katanya, dikutip dari The Wall Street Journal, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, pengawalan AS terhadap kapal yang akan melewati Selat Hormuz adalah "proyek" berbeda dari serangan terhadap Iran.

“Pada akhirnya ini adalah proyek yang terpisah dan berbeda. Kami memperkirakan akan ada beberapa gejolak di awal, yang memang terjadi," ujarnya. 

"Kami mengatakan bahwa kami akan membela dan membela secara agresif, dan kami benar-benar telah melakukannya. Iran tahu itu,” sambungnya.

Baca juga: Pasukan AS Sudah Siap Serang Iran Lagi, Tinggal Tunggu Perintah

Tindakan Iran masih di ambang batas

Sementara, Kepala Staf Gabungan AS, Jendral Dan Caine mengatakan, tindakan militer Iran sejak gencatan senjata, termasuk penembakan terhadap kapal-kapal komersial dan penyitaan dua kapal, belum mencapai tingkat yang memicu kembali perang.

"Iran telah menembaki kapal-kapal komersial sebanyak sembilan kali, menyita dua kapal kontainer, dan menyerang pasukan militer AS lebih dari 10 kali sejak gencatan senjata dimulai," kata Dan Caine.

"Tindakan-tindakan tersebut semuanya berada di bawah ambang batas untuk memulai kembali operasi tempur besar-besaran saat ini," tambahnya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pasukan AS sudah siap untuk menggempur Iran dan hanya tinggal menunggu perintah.

"Tidak ada musuh yang boleh salah mengartikan sikap menahan diri kita saat ini sebagai kurangnya tekad," tuturnya, dikutip dari AFP, Selasa (5/5/2026).

Baca juga: 2 Kapal Sudah Terjebak, Iran Sebut Rute Baru AS di Selat Hormuz Berbahaya 

Berharap AS-Iran capai kesepakatan

Sementara, Hegseth tetap menaruh harapan agar AS dan Iran segera mencapai kesepakatan damai.

Ia menuturkan, dunia membutuhkan kepemimpinan AS untuk mengamankan Selat Hormuz.

“Pada akhirnya, jalur air ini, seperti yang saya katakan, jauh lebih penting bagi seluruh dunia, dan mereka perlu memiliki kemampuan untuk mempertahankannya,” jelas dia.

Hegseth kembali mengecam Korea Selatan, Eropa, dan negara-negara lain karena tidak membantu upaya untuk melancarkan lalu lintas di Selat Hormuz.

“Kami berharap Korea Selatan akan meningkatkan upayanya, sama seperti kami berharap Jepang akan meningkatkan upayanya, sama seperti kami berharap Australia akan meningkatkan upayanya, sama seperti kami berharap Eropa akan meningkatkan upayanya,” ujarnya. 

“Tetapi kami tidak menunggu mereka melakukannya,” lanjutnya.

Tag:  #selat #hormuz #memanas #tegaskan #gencatan #senjata #masih #berlaku

KOMENTAR