Pasukan AS Sudah Siap Serang Iran Lagi, Tinggal Tunggu Perintah
Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.(US CENTRAL COMMAND (CENTCOM) via AFP)
20:18
5 Mei 2026

Pasukan AS Sudah Siap Serang Iran Lagi, Tinggal Tunggu Perintah

- Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine mengatakan, pasukannya siap untuk melanjutkan operasi tempur besar-besaran terhadap Iran.

Menurutnya, pasukan AS saat ini tinggal menunggu perintah untuk melakukannya.

"Tidak ada musuh yang boleh salah mengartikan sikap menahan diri kita saat ini sebagai kurangnya tekad," kata Jenderal Dan Caine kepada wartawan, dikutip dari AFP, Selasa (5/5/2026).

Sementara, Kepala Pentagon, Pete Hegseth menuturkan, AS tidak mencari pertempuran dengan Iran di Selat Hormuz.

Baca juga: 2 Kapal Sudah Terjebak, Iran Sebut Rute Baru AS di Selat Hormuz Berbahaya 

Peringatan AS untuk Iran

Namun, setiap serangan terhadap pelayaran komersial akan ditanggapi dengan respons yang menghancurkan.

"Iran juga tidak boleh dibiarkan menghalangi negara-negara yang tidak bersalah dan barang-barang mereka dari jalur perairan internasional," ujarnya.

"Jika Anda menyerang pasukan AS atau kapal dagang yang tidak bersalah, Anda akan menghadapi kekuatan tembak Amerika yang luar biasa dan menghancurkan," sambungnya.

Baca juga: Hormuz Memanas, Iran Sebut Operasi AS Ilegal

Komandan yang bertanggung jawab atas pasukan AS di Timur Tengah, Laksamana Brad Cooper pada Senin (4/5/2026) menuturkan, pasukan Washington telah mencegat rudal dan drone yang ditembakkan oleh Iran.

Pasukan AS juga menghancurkan enam kapal kecil Iran yang mengancam pelayaran.

Namun, baik Caine maupun Hegseth meremehkan insiden itu dan menggambarkannya sebagai tembakan ringan yang mengganggu.

"Saat ini, gencatan senjata benar-benar berlaku," tegas Hegseth.

Baca juga: Iran Membantah, Sebut Serangan di Pelabuhan UEA akibat Ulah AS

Insiden di Selat Hormuz

Kapal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat diduga hendak menyiya kapal kontainer yang menerobos Selat Hormuz pada 21 April 2026. Foto ini diperoleh AFP dari kantor berita Iran, Tasnim. Media AS Sebut Dua Kapal Perang Melintasi Selat Hormuz di Bawah Serangan IranTASNIM/MEYSAM MIRZADEH via AFP Kapal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat diduga hendak menyiya kapal kontainer yang menerobos Selat Hormuz pada 21 April 2026. Foto ini diperoleh AFP dari kantor berita Iran, Tasnim. Media AS Sebut Dua Kapal Perang Melintasi Selat Hormuz di Bawah Serangan Iran

Sebelumnya, Komando Pusat AS (Centcom) sebelumnya mengatakan, helikopter telah menghancurkan perahu-perahu kecil Iran yang mengancam pelayaran komersial. 

Mereka mengeklaim, kapal-kapal tersebut menjadi sasaran dalam upaya untuk mengamankan lalu lintas melalui jalur air strategis tersebut.

Centcom juga menuduh Iran melepaskan tembakan ke arah kapal perang dan kapal dagang AS pada Senin.

Namun, Media Iran melaporkan, lima warga sipil tewas ketika pasukan Amerika Serikat menargetkan kapal kecil di Selat Hormuz, Senin (4/5/2026).

Hal ini sekaligus membantah keterangan Washington tentang insiden tersebut.

Baca juga: Iran Bantah AS, Tak Ada Kapal Dagang Selamat Dikawal di Selat Hormuz

Kantor berita semi-resmi Tasnim, mengutip sumber militer menyebutkan, hasil penyelidikan menemukan, pasukan AS telah menyerang dua kapal kecil yang membawa barang bawaan orang dari Khasab di pantai Oman menuju Iran.

“Menyusul klaim palsu oleh militer AS bahwa mereka telah menargetkan 6 kapal cepat Iran, tidak ada kapal tempur IRGC yang terkena," kata sumber itu, dikutip dari Anadolu, Selasa (5/5/2026).

"Penyelidikan dilakukan terhadap kebenaran klaim tersebut dari sumber-sumber lokal,” sambungnya.

Sumber militer itu menuturkan, lima penumpang sipil tewas dalam serangan itu.

Ia menggambarkan serangan itu sebagai langkah terburu-buru yang didorong oleh "ketakutan" AS terhadap operasi kapal cepat IRGC.

Tag:  #pasukan #sudah #siap #serang #iran #lagi #tinggal #tunggu #perintah

KOMENTAR