Irak Obral Minyak Mentah, Cari Pembeli yang Berani Lewat Selat Hormuz
Irak menawarkan diskon besar-besaran untuk minyak mentahnya demi menarik kapal tanker yang berani melintasi Selat Hormuz.
Potongan harga yang ditawarkan, sebagaimana dilansir The Telegraph, Selasa (5/5/2026), mencapai 33,40 dollar AS (Rp 579.590) per barrel atau sekitar 27 persen untuk minyak Basrah medium, yang sebelumnya diperdagangkan di kisaran 124 dollar AS (sekitar Rp 2,1 juta) per barrel.
Diskon ini bertujuan menarik minat perusahaan pelayaran yang kini enggan beroperasi akibat perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Baca juga: Gabungkan Taktik Perang Era 1980-an dan Drone, Iran Cekik Jalur Minyak Dunia
Menurut laporan Bloomberg, badan pemasaran minyak negara Irak, SOMO, juga menawarkan skema diskon bertingkat sepanjang bulan ini, dengan potongan harga menyempit menjadi 26 dollar AS (Rp 451.178) per barrel di periode berikutnya.
Meski harga tersebut masih lebih tinggi dibandingkan kontrak berjangka (sekitar 109 dollar AS atau Rp 1,8 juta) per barrel), nilainya tetap lebih murah dibandingkan minyak fisik dari wilayah lain, seperti minyak Laut Utara yang sempat menyentuh hampir 147 dollar AS (sekitar Rp 2,5 juta) per barrel bulan lalu.
Ketegangan di Selat Hormuz ini meningkat setelah AS meluncurkan “Project Freedom” untuk membuka kembali jalur pelayaran dengan pengawalan militer meski akhirnya ditunda karena Presiden AS Donald Trump mengeklaim adanya negosiasi dengan Iran yang hampir mencapai kesepakatan.
Tanggung jawab tetap di pihak kapal
SOMO menegaskan bahwa klausul “force majeure” tidak berlaku dalam skema ini karena kondisi darurat sudah diketahui semua pihak.
Artinya, jika kapal tanker diserang Iran, perusahaan pelayaran tetap bertanggung jawab memenuhi kontrak atau menghadapi pelanggaran.
Risiko tinggi
Selat Hormuz. Iran Tetapkan Aturan Baru Kapal yang Lewat Selat Hormuz
Richard Meade dari Lloyd’s List menilai insentif Irak menarik, tetapi tidak cukup kuat untuk mengatasi kekhawatiran keamanan.
Baca juga: Kesulitan Ekspor akibat Blokade AS, Iran Tutup Sebagian Sumur Minyak
Ia mengatakan, “Transit telah berkurang menjadi sangat sedikit dan itu tidak akan berubah sampai ada perubahan mendasar dalam keamanan pelayaran.”
Harga minyak melonjak
Konflik yang terus memanas mendorong lonjakan harga minyak global. Harga Brent naik hampir 6 persen menjadi 114,44 dollar AS (sekitar Rp 1,9 juta) per barrel.
Kenaikan ini dipicu serangan drone Iran terhadap fasilitas minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab—salah satu pusat penyimpanan minyak terbesar di kawasan yang menjadi jalur alternatif di luar Selat Hormuz.
Sementara itu, perusahaan pelayaran Maersk mengonfirmasi bahwa kapal Alliance Fairfax termasuk di antara dua kapal yang berhasil dikawal keluar Teluk oleh kapal perusak AS.
Terbaru, perusahaan pelayaran Perancis CMA CGM menyatakan bahwa salah satu kapal kontainernya menjadi target serangan saat melintasi Selat Hormuz pada Selasa (5/5/2026).
“CMA CGM San Antonio menjadi target serangan kemarin saat melintas di Selat Hormuz, yang mengakibatkan awak kapal mengalami luka-luka dan kerusakan pada kapal,” demikian pernyataan perusahaan, dilansir AFP.
Baca juga: Khawatir Krisis Perang Iran, Trump Adakan Rapat dengan Bos-bos Minyak
Tag: #irak #obral #minyak #mentah #cari #pembeli #yang #berani #lewat #selat #hormuz