Atlet Ukraina Didiskualifikasi Olimpiade gara-gara Helm, Publik Marah Besar
Atlet skeleton Ukraina, Vladyslav Heraskevych, didiskualifikasi dari Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026, Italia, lantaran mengenakan helm bergambar para atlet Ukraina yang tewas dalam perang melawan Rusia. Foto ini diambil saat ia berlatih di Cortina d'Ampezzo, 9 Februari 2026.(AFP/FRANCK FIFE)
20:06
13 Februari 2026

Atlet Ukraina Didiskualifikasi Olimpiade gara-gara Helm, Publik Marah Besar

- Keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) mendiskualifikasi atlet skeleton Ukraina, Vladyslav Heraskevych, dari ajang Olimpiade Musim Dingin memicu kemarahan besar publik Ukraina.

Heraskevych didiskualifikasi lantaran mengenakan helm bergambar para atlet Ukraina yang tewas dalam perang melawan Rusia.

IOC menyatakan, atlet berusia 27 tahun itu masih diperbolehkan mengenakan pita hitam sebagai simbol duka, tetapi Heraskevych menolak dan tetap ingin bertanding dengan helm yang telah dirancang khusus.

Baca juga: Euforia Berujung Kecewa, Medali Olimpiade Milano Cortina 2026 Mudah Rusak

“Tidak ada apa pun selain gambar orang mati di helm ini,” ujar warga bernama Dmytro Yasenovskyi (41) di pusat kota Kyiv, seperti dikutip AFP.

“Sungguh gila,” lanjutnya, merespons keputusan IOC.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut mengecam langkah IOC. Ia menilai ajang Olimpiade seharusnya berpihak pada perdamaian, bukan justru memberi keuntungan bagi negara agresor.

“Olimpiade seharusnya membantu menghentikan perang, bukan malah menguntungkan agresor,” kata Zelensky dalam unggahan di media sosial.

“Kami bangga dengan Vladyslav dan apa yang telah ia lakukan. Keberanian lebih berharga daripada medali apa pun,” imbuhnya.

Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, Zelensky menganugerahi Heraskevych penghargaan negara atas keberanian dan pengabdiannya.

“Penghargaan ini diberikan atas pengabdian tanpa pamrih kepada rakyat Ukraina, keberanian sipil, dan patriotisme dalam membela cita-cita kebebasan dan nilai-nilai demokrasi,” tulis Zelensky.

Menteri Olahraga Ukraina Matviy Bidny juga menyampaikan dukungannya kepada Heraskevych.

“Vladyslav, Anda bertindak dengan bermartabat!” tulis Bidny di media sosial.

Sementara itu, IOC memberikan kesempatan terakhir kepada Heraskevych untuk mempertimbangkan kembali tindakannya. Namun, akreditasi tetap dicabut setelah sang atlet bersikeras dengan sikapnya.

Heraskevych memiliki opsi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), tetapi hingga Kamis (12/2/2026) pihak CAS mengaku belum menerima pengajuan.

Baca juga: Sabotase Rel Kereta Guncang Pembukaan Olimpiade Musim Dingin Italia

Geramnya publik Ukraina

Mykhailo Heraskevych (kiri), ayah dari atlet skeleton Ukraina Vladyslav Heraskevych, tertunduk lesu setelah pengumuman Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang mendiskualifikasi putranya, lantaran mengenakan helm bergambar atlet Ukraina yang tewas dalam perang melawan Ukraina. Foto ini diambil pada Kamis (12/2/2026).AFP/ODD ANDERSEN Mykhailo Heraskevych (kiri), ayah dari atlet skeleton Ukraina Vladyslav Heraskevych, tertunduk lesu setelah pengumuman Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang mendiskualifikasi putranya, lantaran mengenakan helm bergambar atlet Ukraina yang tewas dalam perang melawan Ukraina. Foto ini diambil pada Kamis (12/2/2026).Di Ukraina, potret ayah Heraskevych yang tertunduk lesu usai pengumuman IOC beredar luas di media sosial dan menjadi simbol kesedihan nasional.

Portal berita Ukrainska Pravda bahkan mengubah banner situs mereka dengan menyertakan foto Heraskevych dan helmnya sebagai bentuk solidaritas.

“Saya bangga dengan atlet kita atas pendiriannya karena tidak menyerah bahkan dengan mengorbankan karier olahraganya,” ujar Ilya Zakhar (39), warga Kyiv.

Ia juga melontarkan kemarahan kepada IOC. “Biarkan mereka terbakar di neraka,” ucapnya.

Sebagai informasi, larangan gerakan politis dalam kompetisi olahraga diterapkan IOC sejak 2021. Meski begitu, para atlet tetap diperbolehkan menyampaikan pendapat mereka dalam konferensi pers atau media sosial.

Baca juga: Harga Emas Meroket, Medali Olimpiade Musim Dingin Italia Jadi yang Termahal Dalam Sejarah

Bagi publik Ukraina, helm yang dikenakan Heraskevych bukan sekadar aksesori. Di tengah situasi perang dan penderitaan akibat serangan Rusia, simbol-simbol seperti itu dinilai memiliki makna emosional mendalam.

“Ketika orang-orang duduk dalam cuaca dingin seperti itu, tanpa air, tanpa pemanas, tanpa listrik, maka helm adalah sesuatu yang berarti besar,” kata Yasenovskyi.

“Mereka harus datang dan tinggal di sini selama beberapa hari, dan kemudian mereka dapat membicarakan apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak,” tegasnya.

Heraskevych bukan kali pertama menyuarakan perlawanan terhadap perang melalui panggung olahraga.

Pada Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, ia mengangkat spanduk bertuliskan “Jangan Ada Perang di Ukraina”.

Sejak Rusia melancarkan invasi empat tahun lalu, serangan demi serangan meluluhlantakkan berbagai kota di Ukraina, membuat jutaan orang mengungsi.

Zelensky menyebut sebanyak 660 atlet dan pelatih Ukraina gugur akibat perang tersebut.

Bahkan beberapa jam sebelum keputusan IOC diumumkan, serangan Rusia kembali terjadi di sejumlah kota, termasuk Kyiv, menyebabkan ratusan ribu warga kehilangan akses ke fasilitas penting seperti listrik dan pemanas.

Baca juga: Olimpiade Bersih-bersih Digelar di Las Vegas, Ajang Adu Tangkas Petugas Hotel

Tag:  #atlet #ukraina #didiskualifikasi #olimpiade #gara #gara #helm #publik #marah #besar

KOMENTAR