Trump Berencana Pangkas Tarif Baja dan Aluminium Jelang Pemilu
– Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berencana memangkas beberapa tarif impor logam, termasuk baja dan aluminium. Langkah ini ditujukan untuk mengatasi krisis harga dan meningkatkan daya beli menjelang pemilu tengah periode.
Dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (13/2/2026), rencana ini muncul setelah Trump menghadapi penolakan langka dari partainya sendiri terkait kebijakan tarifnya.
Enam anggota Partai Republik di DPR bergabung dengan hampir seluruh Demokrat untuk meloloskan Joint Resolution 72, yang bertujuan mengakhiri keadaan darurat nasional yang diumumkan Trump tahun lalu. Keadaan darurat itu menjadi dasar pemberlakuan tarif terhadap Kanada.
Baca juga: Dalih Trump soal Video Rasis pada Obama, Tuding Staf yang Salah
Ancaman Trump ke Anggota DPR
Sebelumnya, Trump menegaskan bahwa anggota parlemen yang menentang tarif akan “mengalami konsekuensi serius saat Pemilu.”
Namun, tekanan politik tampaknya membuat Trump mempertimbangkan kelonggaran, sebagaimana dilaporkan Financial Times.
Tarif 50 persen untuk baja dan aluminium kemungkinan akan mengalami pengecualian, serupa dengan pengurangan tarif pada beberapa produk makanan tahun lalu.
Konflik Tarif dengan Kanada
Trump juga mengancam akan mengenakan tarif 50 persen untuk impor pesawat Kanada dan menolak sertifikasi jet baru dari produsen seperti Bombardier (BDRBF).
Presiden AS menuding Kanada memanfaatkan hambatan sertifikasi untuk membatasi penjualan jet Gulfstream asal AS.
Baca juga: Luhut Sebut Prabowo dan Trump Teken Tarif Dagang Pekan Depan, Angka Bisa Turun di Bawah 19 Persen?
Selain itu, Trump menyatakan akan mengenakan tarif 100 persen terhadap Kanada terkait kesepakatan perdagangan dengan China.
Meksiko menghadapi kemungkinan tarif baru setelah Trump berjanji akan mengenakan bea tambahan pada negara yang memasok minyak ke Kuba. Ancaman ini menambah ketidakpastian bagi mitra dagang AS lainnya.
Di sisi lain, kesepakatan perdagangan AS-India menimbulkan kebingungan setelah Gedung Putih mengubah bahasa terkait produk pertanian.
Dalam pernyataan terbaru, referensi terhadap pulses, salah satu bahan pangan utama di India, dihapus dari dokumen resmi.
Meski mempertimbangkan kelonggaran tarif, Trump tetap mempertahankan ancaman dalam beberapa minggu terakhir.
Upaya ini bagian dari tekanan terhadap sekutu dan rival dagang yang menyaingi sikap kerasnya di awal masa jabatan kedua.
Tag: #trump #berencana #pangkas #tarif #baja #aluminium #jelang #pemilu