Mau Awet Muda? Ini Sederet Makanan yang Harus Dikonsumsi Kata Dokter Gizi
Ilustrasi ikan salmon yang tinggi kandungan kolagen (Dok. Freepik)
06:30
13 Februari 2026

Mau Awet Muda? Ini Sederet Makanan yang Harus Dikonsumsi Kata Dokter Gizi

- Menjaga penampilan tetap segar dan tubuh tetap bugar ternyata tidak harus menunggu usia kepala empat. Dokter Spesialis Gizi Klinik Bamed dr. Karina Marcella Widjaja, Sp.GK, AIFO-K, mengungkapkan bahwa kini semakin banyak anak muda usia 20-an yang sudah sadar pentingnya nutrisi untuk mencegah penuaan dini.

“Jadi pasien-pasien yang datang itu tidak hanya pasien-pasien yang usianya sudah di atas 40 tahun. Mereka yang usia 20 tahun itu juga sudah sangat memperhatikan nutrisinya,” ujar dr. Karina dalam seminar media, Kamis (12/2).

Menurutnya, ada beberapa jenis makanan yang memang dapat membantu memperlambat proses penuaan. Salah satu yang paling utama adalah sayur dan buah-buahan, dengan catatan harus dikonsumsi secara bervariasi.

“Sayur dan buah-buahan itu harus yang bervariasi. Bervariasi itu adalah dalam jenisnya, kemudian warnanya juga harus bervariasi. Karena kalau misalnya dalam buah-buahan dan sayur yang bervariasi itu, itu juga akan memiliki kandungan yang berbeda-beda sehingga itu juga akan bermanfaat,” jelasnya.

Selain itu, makanan yang mengandung omega-3 juga penting untuk menjaga kesehatan sel tubuh. Sumbernya bisa diperoleh dari berbagai jenis ikan.

“Kemudian yang kedua, makanan-makanan lain yaitu adalah makanan yang mengandung omega-3. Salah satunya adalah ikan di mana ikan-ikan itu ada yang seperti ikan salmon, kemudian ikan kembung seperti itu,” kata dr. Karina.

Ia juga merekomendasikan penggunaan minyak zaitun, terutama extra virgin olive oil, sebagai pilihan lemak yang lebih sehat.

“Nah, ini sering kali pasien juga, ‘Dok, apakah boleh mengonsumsi lebih bagus mana sih konsumsi minyak kelapa atau minyak zaitun?’ Nah, memang lebih baik adalah mengonsumsi minyak zaitun,” tegasnya.

Tak kalah penting adalah konsumsi whole grain atau biji-bijian utuh. Menurut dr. Karina, jenis makanan ini memiliki kandungan serat lebih tinggi dibandingkan makanan olahan.

“Kenapa whole grain? Karena memiliki banyak kandungan seratnya dibanding makanan-makanan yang ultra-processed food. Dengan mengonsumsi makanan whole grain itu akan meningkatkan konsumsi serat dan juga menurunkan indeks glikemik,” paparnya.

Ia menjelaskan, indeks glikemik berkaitan dengan seberapa cepat gula darah meningkat setelah makan. Jika terlalu tinggi, lonjakan gula darah dapat mengganggu hormon insulin dan memicu stres oksidatif yang mempercepat penuaan.

“Nah, makanya kita harus mencari makanan yang indeks glikemiknya rendah sehingga akan menurunkan juga gangguan dari hormon insulin yang ada di tubuh kita sehingga juga bisa mengurangi proses stres oksidatif tersebut,” tambahnya.

Di sisi lain, dr. Karina mengingatkan agar masyarakat membatasi makanan yang dapat meningkatkan inflamasi. Gula tambahan dan lemak trans termasuk di dalamnya.

“Makanan-makanan yang dapat meningkatkan proses inflamasi, contohnya yang pertama adalah gula, gula-gula buatan, kemudian gula pasir. Kemudian ada juga makanan-makanan trans fat, contohnya fast food seperti burger, kemudian sosis, kemudian makanan-makanan daging yang diproses,” ungkapnya.

Minuman bersoda dan minuman berenergi juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena dapat memicu peradangan dalam tubuh.

Selain itu, ia menyarankan untuk memperbanyak asupan makanan tinggi flavonoid dan karotenoid yang dikenal sebagai antioksidan alami.

“Flavonoid ini adalah jenis makanan yang memang larut dalam air biasanya, warnanya itu kita bisa temukan memberikan warna biru, merah, atau ungu. Contohnya seperti buah ceri, buah raspberry, kemudian stroberi,” jelasnya.

Sementara karotenoid banyak ditemukan pada buah dan sayuran berwarna kuning, oranye, hingga merah.

“Karotenoid ini adalah warna yang memberikan warna kuning, oranye, merah di buah-buahan maupun di sayuran seperti wortel, labu, ubi jalar, tomat, bayam, dan juga brokoli,” katanya.

Ia pun mengingatkan agar pola makan tidak monoton. Variasi makanan menjadi kunci agar tubuh mendapatkan spektrum nutrisi yang lengkap.

“Oleh karena itu ketika pasien datang tuh kita wanti-wanti sering kali harus mengonsumsi makanan yang bervariasi, jangan makannya itu lagi, itu lagi,” pungkas dr. Karina.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #awet #muda #sederet #makanan #yang #harus #dikonsumsi #kata #dokter #gizi

KOMENTAR