Friday Mubarak 2026 Libatkan 200 Peritel, Sasar Transaksi Rp 119 Triliun
Kick-Off Ceremony Friday Mubarak 2026(KOMPAS.COM /KIKI SAFITRI)
21:04
13 Februari 2026

Friday Mubarak 2026 Libatkan 200 Peritel, Sasar Transaksi Rp 119 Triliun

– Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) menggelar Kick-Off Ceremony Friday Mubarak 2026 di Kuningan City, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Program berlangsung 11 Februari hingga 31 Maret 2026 dan melibatkan sekitar 200 perusahaan ritel anggota APRINDO di seluruh Indonesia.

APRINDO menargetkan nilai transaksi ritel nasional mencapai sekitar Rp 119 triliun hingga akhir program. Target tersebut diarahkan untuk mendorong konsumsi domestik pada momentum Ramadan dan Idul Fitri.

“Pada penutupan pelaksanaan program ini, nilai transaksi ritel secara nasional ditargetkan mencapai sekitar Rp 119 triliun dan diharapkan menjadi dorongan bagi konsumsi domestik,” ujar Ketua Umum APRINDO Solihin.

Baca juga: Bursa Bakal Terbitkan Shareholder Concentration List, Berikut Manfaatnya buat Investor Ritel dan Asing

Ia menyebut sektor ritel memegang peran strategis dalam struktur ekonomi nasional. Ritel menjadi simpul distribusi yang menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Dalam struktur ekonomi Indonesia, ritel bukan sekadar aktivitas global. Ritel adalah simpul distribusi nasional yang menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Setiap ada gejolak harga, kami yang pertama dipanggil untuk memastikan keesokan harinya harga di toko kembali sesuai ketentuan,” ujarnya.

Solihin mencontohkan penyesuaian harga eceran tertinggi atau HET yang harus segera diikuti jaringan ritel di berbagai daerah. Tantangan distribusi masih terjadi di sejumlah wilayah timur Indonesia.

Ia juga menyoroti selisih antara harga acuan pemerintah dan harga beli di lapangan, terutama untuk komoditas seperti daging dan cabai.

“Harga acuan dari pemerintah terkadang berbeda dengan harga beli di lapangan. Ini yang menjadi keluhan teman-teman ritel, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Namun kami tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan barang,” katanya.

Baca juga: Pasar Bergejolak Imbas Isu MSCI, Moody’s, dan FTSE, Investor Ritel Harus Ambil Sikap Apa?

Solihin menyatakan Ramadan tidak hanya menjadi momentum konsumsi jangka pendek, tetapi pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat di atas 5 persen dengan target 5,4 persen pada 2026.

Friday Mubarak 2026 bukan sekadar program promosi. Ini adalah model kolaborasi ekonomi nasional. Gerakan bersama antara pemerintah, pelaku usaha ritel, pusat perbelanjaan, dan pasar rakyat untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli, serta memastikan distribusi barang berjalan lancar dari Ramadan hingga Lebaran,” tegasnya.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menilai program tersebut memberi efek berganda bagi perekonomian.

“Kami berharap inisiatif seperti ini membuat masyarakat semakin semangat berbelanja dan meramaikan pusat perbelanjaan. Tanpa APRINDO dan asosiasi lainnya, Kementerian Perdagangan tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Kita perlu bersinergi dan bergotong royong,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 mendekati 6 persen.

“Program Friday Mubarak ini diharapkan menciptakan multiplier effect yang positif bagi masyarakat. Setiap tahun tentu akan kita evaluasi, diperbaiki jika ada kekurangan, dan dilanjutkan jika memberikan dampak baik,” katanya.

Tag:  #friday #mubarak #2026 #libatkan #peritel #sasar #transaksi #triliun

KOMENTAR