Kronologi Agen Imigrasi AS Tembak Mati Ibu di Minneapolis, Picu Amarah Publik
Potret Renee Nicole Good, ibu yang tewas ditembak Agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE), ditempel di tiang lampu jalan saat demo penembakannya pecah di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, AS, Kamis (8/1/2026),(GETTY IMAGES NORTH AMERICA/STEPHEN MATUREN via AFP)
07:12
9 Januari 2026

Kronologi Agen Imigrasi AS Tembak Mati Ibu di Minneapolis, Picu Amarah Publik

- Insiden penembakan fatal yang melibatkan agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) terhadap seorang ibu bernama Renee Nicole Good (37), memicu gelombang kemarahan publik.

Peristiwa yang terjadi di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, ini menyulut aksi protes besar-besaran yang menyebar ke berbagai wilayah di AS.

Dilansir dari Reuters, Kamis (8/1/2026), insiden ini berpotensi memperparah polarisasi di Amerika Serikat, di tengah langkah intensif pemerintah dalam menangani migrasi ilegal.

Kronologi kejadian

Agen Patroli Perbatasan AS menahan seseorang di dekat Sekolah Menengah Roosevelt saat jam pulang sekolah ketika tindakan penegakan imigrasi federal memicu protes di Minneapolis, Minnesota, pada Rabu (6/1/2026). Seorang petugas imigrasi di Minneapolis menembak mati seorang wanita pada Rabu, memicu kemarahan dari massa dan para pemimpin lokal.AFP/KEREM YUCEL Agen Patroli Perbatasan AS menahan seseorang di dekat Sekolah Menengah Roosevelt saat jam pulang sekolah ketika tindakan penegakan imigrasi federal memicu protes di Minneapolis, Minnesota, pada Rabu (6/1/2026). Seorang petugas imigrasi di Minneapolis menembak mati seorang wanita pada Rabu, memicu kemarahan dari massa dan para pemimpin lokal.Penembakan terjadi saat petugas ICE menjalankan operasi besar-besaran di Minneapolis, bagian dari kebijakan Presiden Donald Trump untuk menekan angka migrasi ilegal dan menyelidiki dugaan kasus penipuan.

Berdasarkan keterangan dari Dewan Kota Minneapolis, Good saat itu berada di mobilnya. Ia hendak pergi untuk merawat tetangganya pada pagi hari sebelum tewas akibat timah panas petugas.

Kepergian Good meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, terutama putra laki-lakinya yang baru berusia enam tahun. Sosok Good dikenal sebagai pribadi yang hangat.

"Putri saya sangat penuh kasih, pemaaf, dan perhatian," kenang sang ibu, Donna Ganger, saat diwawancarai oleh Minnesota Star Tribune.

Pasca-insiden tersebut, ribuan orang turun ke jalan di Minneapolis untuk menuntut keadilan.

Tak butuh waktu lama, aksi serupa meletus di sejumlah kota besar lainnya, termasuk New York, Chicago, Seattle, Phoenix, Orlando, hingga Columbus di Negara Bagian Ohio.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem, didampingi oleh Wakil Administrator Administrasi Keamanan Transportasi Ha McNeil dan Adam Stahl, Pejabat Senior TSA yang Melaksanakan Tugas Administrator, berbicara dalam konferensi pers di Bandara Nasional Ronald Reagan Washington pada 8 Juli 2025 di Arlington, Virginia.GETTY IMAGES NORTH AMERICA/KENT NISHIMURA via AFP Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem, didampingi oleh Wakil Administrator Administrasi Keamanan Transportasi Ha McNeil dan Adam Stahl, Pejabat Senior TSA yang Melaksanakan Tugas Administrator, berbicara dalam konferensi pers di Bandara Nasional Ronald Reagan Washington pada 8 Juli 2025 di Arlington, Virginia.Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem membela tindakan agen tersebut.

Ia mengeklaim bahwa petugas bertindak dalam rangka membela diri karena adanya indikasi aksi terorisme.

Menurut Noem, petugas di lapangan sudah mematuhi prosedur pelatihan terkait situasi pembelaan diri.

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah keras Gubernur Minnesota Tim Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey.

Kedua politisi dari Partai Demokrat ini justru menyalahkan kebijakan Trump yang mengerahkan kekuatan federal secara provokatif.

Kritik tajam juga datang dari Anggota Kongres AS, Ilhan Omar. Melalui unggahannya di media sosial X, ia menyebut insiden ini bentuk kekerasan yang dilegitimasi oleh negara.

"Itu kekerasan yang disahkan oleh negara. Satu keluarga akan selamanya hidup dengan rasa sakit yang disebabkan oleh tindakan ceroboh dan mematikan dari pemerintahan ini," tulis Omar.

Penyelidikan oleh FBI

Pedemo bentrok dengan aparat dalam demo di luar gedung federal Whipple, untuk memprotes penembakan seorang ibu oleh agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, Amerika Serikat, Kamis (8/1/2026).GETTY IMAGES NORTH AMERICA/SCOTT OLSON via AFP Pedemo bentrok dengan aparat dalam demo di luar gedung federal Whipple, untuk memprotes penembakan seorang ibu oleh agen Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, Amerika Serikat, Kamis (8/1/2026).Saat ini, Biro Investigasi Federal (FBI) bersama pejabat Negara Bagian Minnesota sedang melakukan penyelidikan mendalam terhadap insiden tersebut.

Secara hukum, petugas ICE yang terlibat dapat terlindungi dari dakwaan jaksa negara bagian jika terbukti tindakannya dilakukan dalam rangka tugas resmi federal.

Fokus penyelidikan kini mengarah pada apakah agen tersebut benar-benar dalam kondisi terancam nyawanya.

Berdasarkan hukum yang berlaku di Minnesota, penggunaan kekuatan mematikan oleh petugas keamanan hanya dianggap sah jika secara obyektif terbukti ada ancaman nyata terhadap nyawa petugas.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Danur Lambang Pristiandaru | Editor: Danur Lambang Pristiandaru)

Tag:  #kronologi #agen #imigrasi #tembak #mati #minneapolis #picu #amarah #publik

KOMENTAR