



Tak Setuju Keputusan Amerika Memasukan Houthi ke Daftar Teroris, PBB: Bakal Rugikan Ekonomi Yaman
Amerika Serikat disebut telah mengeluarkan pengecualian yang bertujuan untuk mengurangi dampak terhadap warga sipil di Yaman, meskipun komunitas kemanusiaan mengkhawatirkan potensi dampak buruk dari keputusan itu.
“Kami khawatir akan ada dampak terhadap perekonomian, termasuk impor komersial barang-barang penting yang menjadi andalan rakyat Yaman lebih dari sebelumnya,” kata Edem Wosornu, direktur operasi bantuan PBB.
“Bantuan kemanusiaan tidak dapat menutupi kesenjangan dalam pasokan barang-barang komersial. Dampak seperti itu mungkin akan terlihat di seluruh negeri. Perekonomian Yaman yang sudah rapuh tidak dapat menangani guncangan besar lebih lanjut,” sambungnya.
Sementara itu, Wakil Duta Besar AS untuk PBB Robert Wood menilai keputusan yang diambil oleh pemerintahan presiden Joe Biden untuk kembali memasukkan Houthi ke dalam daftar teroris sudah tepat.
“Amerika Serikat berupaya untuk secara sempit menargetkan kegiatan teroris Houthi, sambil mengurangi dampak buruk kemanusiaan terhadap rakyat Yaman, yang berhak mendapatkan haknya. kesempatan untuk masa depan yang lebih baik,” kata Wood.
Yaman telah terperosok dalam konflik sejak Houthi menggulingkan pemerintah dari ibu kota Sanaa pada akhir tahun 2014. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada tahun 2015, yang bertujuan untuk memulihkan pemerintahan.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, Houthi telah menyerang kapal-kapal di dalam dan sekitar Laut Merah, dengan mengatakan bahwa mereka bertindak sebagai solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza.
Tag: #setuju #keputusan #amerika #memasukan #houthi #daftar #teroris #bakal #rugikan #ekonomi #yaman