



3 Makna Psikologis di Balik Kebiasaan Menggigit Kuku Beserta Dampak Buruknya
- Kebiasaan menggigit kuku dikenal dengan istilah onychopagia, karena berkaitan erat dengan perasaan gugup atau stres yang dialami oleh anak-anak atau orang dewasa. Orang yang punya kebiasaan ini akan menggigit lempeng kuku kemudian jaringan di bantalan kuku, serta kutikula.
Namun selain itu ternyata ada juga yang melakukan kebiasaan ini untuk mendapatkan kepuasan tersendiri, tanpa alasan yang jelas. Namun tetap sebenarnya kebiasaan ini berkaitan dengan aspek psikologis seseorang.
Alasan mendasar kenapa mereka sering menggigit kuku dan pada kesempatan kali ini akan kami sampaikan beberapa makna psikologis kenapa seseorang sering menggigit kuku berdasarkan laman Halodoc.com.
Makna Kebiasaan Menggigit Kuku
-
Keadaan Kecemasan
Salah satu penyebab dari kebiasaan menggigit kuku karena kondisi psikologis seseorang yang sedang mengalami kecemasan. Diduga perilaku ini akan mampu menenangkan diri saat merasa cemas atau stres. Seperti cemas saat hendak berbicara di depan umum, wawancara kerja dan lain sebagainya.
-
Karakter Perfeksionis
Menurut Journal of Behaviour Therapy and Experimental, kebiasaan menggigit kuku tidak hanya berkaitan dengan keadaan stres atau cemas saja melainkan juga menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki sifat perfeksionis.
Layaknya orang perfeksionis mereka selalu menginginkan apapun yang diharapkan berjalan berjalan dengan sempurna tanpa ada kesalahan. Dan apabila harapan mereka tidak terealisasi maka akan merasakan frustasi yang diekspresikan dengan cara menggigit kuku.
-
Merasa Bosan
Bosan juga menjadi salah satu penyebab seseorang memiliki kebiasaan menggigit kuku. Hal ini biasanya akan dilakukan tanpa sadar untuk mengisi waktu luang yang kosong. Kebiasaan ini bisa terjadi karena kebiasaan sejak kecil atau terpengaruh orang di sekitarnya.
Dampak Buruk Kebiasaan Menggigit Kuku
Dikutip dari laman resmi Jawapos.com (Senin, 9 Juli 2018) terdapat 5 dampak buruk jika memiliki kebiasaan menggigit kuku, yaitu:
-
Infeksi Kulit
Dokter spesialis kulit Debra Jaliman MD dari New York City mengatakan bahwa menggigit kuku meningkatkan risiko infeksi bakteri di bawah kuku, seperti paronychia yang dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, dan kuku yang penuh nanah.
-
Radang Sendi
Menurut direktur Pusat Penelitian Pencegahan Universitas Yale, dr David Katz MD,Menggigit kuku bisa terinfeksi paronychia dan keadaan ini dapat menyebabkan kondisi septic arthritis, yang sulit disembuhkan dan mungkin memerlukan pembedahan.
-
Kelainan Bentuk Kuku
Bagi anda yang memiliki kebiasaan menggigit kuku yang akut dapat merusak matriks kuku atau jaringan di bawah kuku sehingga bisa menyebabkan kelainan bentuk kuku permanen seperti bubungan. Selain itu kebiasaan ini juga bisa menularkan bakteri yang ada dalam mulut, sehingga bisa menularkan infeksi herpes ke jari-jari anda.
-
Merusak Gigi
Seorang dokter gigi, Gigi Meinecke DMD mengatakan bahwa gigi depan yang retak dan patah adalah masalah paling umum yang disebabkan karena memiliki menggigit kuku. Menggigit kuku kronis bisa memecah gigi dan menciptakan retakan yang meninggalkan noda gelap.
-
Mempengaruhi Kekuatan Gigitan
Kebiasan buruk menggigit kuku dapat mempengaruhi kekuatan gigitan, karena tekanan berulang ini dapat bertindak seperti alat ortodontik, menggerakkan, dan memutar gigi. Maka bukan tidak mungkin akan dapat mengubah daya gigitan.
Baiklah demikian yang bisa disampaikan dalam tulisan kali ini, bagaimanapun kebiasan menggigit kuku dalam segala kondisi adalah kebiasaan yang kurang baik. Agar tidak menjadi kebiasaan buruk sebaiknya hindari dari sekarang.
Tag: #makna #psikologis #balik #kebiasaan #menggigit #kuku #beserta #dampak #buruknya