Apa yang Terjadi jika Tubuh Kelebihan Vitamin C? Hindari Sebelum Berdampak Buruk bagi Kesehatan Tubuh
Ilustrasi Vitamin C (Natali Yakovleva/pexels.com)
14:08
29 Oktober 2024

Apa yang Terjadi jika Tubuh Kelebihan Vitamin C? Hindari Sebelum Berdampak Buruk bagi Kesehatan Tubuh

 

Vitamin C merupakan nutrisi esensial yang banyak ditemukan dalam berbagai buah dan sayuran.

Memastikan asupan vitamin C dengan kadar cukup, sangat penting dalam menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, vitamin C juga mempunyai peran dalam penyembuhan luka, menjaga kekuatan tulang, dan meningkatkan fungsi otak.

Menariknya, beberapa orang percaya bahwa suplemen vitamin C memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan vitamin C yang diperoleh dari makanan.

Salah satu alasan utama orang mengonsumsi suplemen vitamin C adalah keyakinan bahwa suplemen tersebut bisa membantu mencegah flu biasa.

Sayangnya, banyak suplemen mengandung vitamin dalam dosis yang sangat tinggi, di mana dalam beberapa kasus dapat mengakibatkan efek samping yang tidak diinginkan.

Dikutip dari healthline.com, berikut ini beberapa dampak konsumsi vitamin C berlebihan yang perlu diketahui agar tidak berefek buruk bagi kesehatan tubuh.

Vitamin C larut dalam air dan tidak disimpan dalam tubuh

Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, vitamin yang larut dalam air tidak dapat disimpan oleh tubuh. Vitamin C yang kamu konsumsi akan diangkut ke jaringan melalui cairan tubuh, dan kelebihannya akan dikeluarkan lewat urin.

Karena tubuh tidak menyimpan atau memproduksi vitamin C sendiri, penting guna mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin ini setiap hari. Walaupun dosis tinggi, vitamin C tidak dikenal sebagai racun atau penyebab efek samping serius, efek samping yang paling umum termasuk diare, mual, kram perut, dan masalah pencernaan lainnya.

Apabila kamu mengonsumsi vitamin C dengan dosis yang lebih tinggi dari biasanya, tubuh mungkin kesulitan untuk memprosesnya dan bisa mengakibatkan efek negatif. Perlu dicatat bahwa suplemen vitamin C biasanya tidak diperlukan.

kebanyakan orang dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan vitamin ini melalui makanan segar, terutama buah-buahan dan sayuran. Umumnya, efek samping tersebut tidak terjadi akibat mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, melainkan hanya dari suplemen vitamin C dalam dosis tinggi.

Kamu mungkin mengalami gejala pencernaan jika mengonsumsi lebih dari 2.000 miligram (mg) sekaligus. Sehingga, batas Asupan Tertinggi yang dapat ditoleransi (UL) ditetapkan pada 2.000 mg per hari. Gejala pencernaan yang paling umum akibat asupan vitamin C berlebihan adalah diare dan mual. 

Meskipun ada laporan bahwa asupan berlebihan bisa menyebabkan refluks asam, bukti ilmiah yang mendukung hal ini masih terbatas. Jika mengalami masalah pencernaan akibat mengonsumsi terlalu banyak vitamin C, cukup kurangi dosis suplemen kamu atau hindari suplemen vitamin C sepenuhnya.

Vitamin C dapat menyebabkan penumpukan zat besi dalam tubuh

Vitamin C dikenal dapat meningkatkan penyerapan zat besi non-heme yang ditemukan dalam sumber makanan nabati. Tubuhmu tidak menyerap zat besi non-heme seefisien zat besi heme yang berasal dari produk hewani.

Saat vitamin C berikatan dengan zat besi non-heme, maka penyerapan zat besi ini akan menjadi lebih mudah. Ini sangat penting, terutama bagi mereka yang memperoleh sebagian besar zat besi dari makanan nabati.

Sebuah studi menunjukkan bahwa penyerapan zat besi peserta meningkat sebesar 67% ketika mereka mengonsumsi 100 mg vitamin C sesudah makan.

Akan tetapi, orang dengan kondisi yang meningkatkan risiko penumpukan zat besi dalam tubuh, seperti hemochromatosis, harus berhati-hati saat mengonsumsi suplemen vitamin C. Dalam kasus seperti ini, asupan vitamin C yang berlebihan bisa memicu kelebihan zat besi yang berpotensi merusak jantung, hati, pankreas, tiroid, dan sistem saraf pusat.

Walaupun demikian, risiko kelebihan zat besi sangat rendah jika kamu tidak mempunyai kondisi yang meningkatkan penyerapan zat besi. Selain itu, kelebihan zat besi lebih mungkin terjadi apabila kamu mengonsumsi zat besi berlebih dalam bentuk suplemen.

Konsumsi vitamin C dalam dosis tinggi bisa picu pembentukan batu ginjal

Tubuhmu mengeluarkan kelebihan vitamin C dalam bentuk oksalat yang merupakan produk limbah. Oksalat biasanya dikeluarkan melalui urin, tetapi dalam kondisi tertentu, oksalat dapat berikatan dengan mineral dan membentuk kristal yang berpotensi menyebabkan batu ginjal.

Terlalu banyak mengonsumsi vitamin C bisa meningkatkan kadar oksalat dalam urin, sehingga meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Sebuah penelitian menunjukkan, saat orang dewasa mengonsumsi suplemen vitamin C 1.000 mg dua kali sehari selama enam hari, jumlah oksalat yang keluar meningkat sebesar 20%.

Asupan vitamin C yang tinggi tidak hanya berhubungan dengan peningkatan oksalat dalam urin, namun juga terkait dengan risiko pengembangan batu ginjal, terutama jika kamu mengonsumsi lebih dari 2.000 mg per hari.

Kasus gagal ginjal juga telah dilaporkan pada orang yang mengonsumsi lebih dari 2.000 mg sehari, walau ini sangat jarang terjadi, terutama pada orang sehat.

Berapa banyak vitamin C yang dianggap berlebihan?

Karena vitamin C larut dalam air dan tubuh mengeluarkan kelebihannya dalam beberapa jam setelah konsumsi, cukup sulit guna mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan. Sebenarnya, hampir mustahil memperoleh terlalu banyak vitamin C hanya dari makanan.

Pada orang sehat, setiap tambahan vitamin C yang dikonsumsi di luar Angka Kecukupan Gizi yang direkomendasikan akan dikeluarkan dari tubuh. Sebagai gambaran, kamu harus mengonsumsi 25 jeruk atau 14 paprika merah sebelum asupanmu mencapai batas maksimum yang ditoleransi.

Sayangnya, risiko overdosis vitamin C lebih tinggi ketika seseorang mengonsumsi suplemen, dan dalam beberapa situasi, ada kemungkinan dalam mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan. 

Misalnya, orang dengan kondisi yang meningkatkan risiko penumpukan zat besi atau rentan terhadap batu ginjal harus berhati-hati dengan asupan vitamin C. Efek negatif dari vitamin C, termasuk gangguan pencernaan dan batu ginjal, tampaknya terjadi jika asupannya melebihi 2.000 mg. 

Apabila kamu memutuskan konsumsi suplemen vitamin C, sebaiknya pilih yang mengandung tidak lebih dari 100% dari kebutuhan harianmu, yaitu 90 mg per hari bagi pria dan 75 mg per hari untuk wanita.

***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #yang #terjadi #jika #tubuh #kelebihan #vitamin #hindari #sebelum #berdampak #buruk #bagi #kesehatan #tubuh

KOMENTAR