Kaki X dan O pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa Dokter?
– Bentuk kaki anak yang tampak melengkung seperti huruf O atau justru saling mendekat membentuk huruf X sering kali membuat orangtua khawatir.
Tidak sedikit yang langsung berpikir ada kelainan serius pada pertumbuhan tulang anak.
Padahal, menurut dokter spesialis ortopedi dari RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp. A (K), dalam banyak kasus, kondisi ini justru merupakan bagian alami dari proses tumbuh kembang, terutama pada bayi dan balita.
“Bentuk kaki X atau O pada bayi dan balita itu normal, karena kakinya akan lurus seiring pertumbuhannya,” jelas Aulia dalam Media Discussion RS Pondok Indah Group di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Meski begitu, orangtua tetap perlu memahami batasan normalnya, agar bisa membedakan mana yang masih termasuk variasi pertumbuhan dan mana yang sudah memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Baca juga: Kenapa Kesehatan Tulang Harus Dijaga Sejak Anak-anak? Ini Kata Dokter
Memahami kaki O pada anak dan batas normalnya
Kaki berbentuk O atau bow legs adalah kelainan bentuk tungkai di mana lutut membengkok menjauh satu sama lain, sehingga tampak membentuk huruf O. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut genu varum.
Pada bayi dan balita, kaki O tergolong lazim karena tulang masih dalam proses penyesuaian setelah sebelumnya berada di posisi terlipat saat di dalam kandungan.
Seiring pertumbuhan dan meningkatnya kemampuan anak untuk berdiri serta berjalan, struktur tulang kaki akan berubah secara bertahap menuju posisi yang lebih lurus.
Oleh karena itu, kaki O pada usia dini sering kali tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, Aulia mengingatkan bahwa kondisi ini tetap memiliki batas evaluasi.
“Kaki O akan dievaluasi sampai maksimal usia 2 tahun, apakah kakinya sudah mulai lurus dan bagaimana kurva pertumbuhannya,” ujarnya.
Baca juga: Banyak Ibu Hamil Tak Sehat, Risiko Bayi Lahir Prematur Meningkat
Ilustrasi
Jika setelah usia tersebut bentuk kaki masih tampak sangat melengkung atau tidak menunjukkan perbaikan, maka pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.
Anak dengan kaki O juga bisa menunjukkan gait atau pola berjalan yang terlihat tidak normal.
Baca juga: Penyebab Tak Terduga Balita Susah Tidur
Pada usia di bawah 2 tahun, kondisi ini biasanya tidak menimbulkan nyeri. Akan tetapi, saat memasuki usia remaja, keluhan dapat muncul berupa rasa tidak nyaman hingga nyeri di panggul dan lutut, dengan atau tanpa nyeri pada pergelangan kaki.
Keluhan ini terjadi karena adanya peningkatan beban pada sendi tertentu akibat distribusi tekanan yang tidak seimbang.
Kaki X dan pola perkembangan alami anak
Selain kaki O, orangtua juga sering menemukan kondisi kaki berbentuk X atau knock knees yang dikenal sebagai genu valgum.
Ciri utamanya adalah kedua lutut saling atau hampir bersentuhan, sementara pergelangan kaki justru mengarah ke luar dengan arah yang saling berlawanan.
Berbeda dengan kaki O yang umum terjadi pada usia bayi, kaki X biasanya muncul pada tahap pertumbuhan berikutnya.
Baca juga: MPASI Kaya Nutrisi, Kunci Pencegahan Anemia pada Balita
“Sedangkan kaki X itu umumnya terjadi pada anak berusia 3 sampai 4 tahun dan akan berangsur membaik dengan sendirinya setelah usia 6 atau 7 tahun,” kata dokter spesialis ortopedi anak ini.
Perubahan dari kaki O menjadi lurus, lalu sedikit X, kemudian kembali lurus adalah pola yang sering ditemukan dalam kurva pertumbuhan anak.
Selama perubahan ini berjalan sesuai usia dan tidak disertai keluhan berat, kondisi tersebut masih termasuk variasi normal.
Pentingnya asupan gizi dan konsultasi dengan dokter
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Ortopedi Anak RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp. A (K) dalam Media Discussion RS Pondok Indah Group di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Perkembangan bentuk kaki anak tidak hanya dipengaruhi oleh usia, tetapi juga oleh kesiapan tulang dalam menopang berat badan. Dokter Aulia menekankan pentingnya memperhatikan tahapan pertumbuhan.
“Jika anak berjalan terlalu cepat atau ada fase pertumbuhannya lain yang tidak sesuai kurva pertumbuhan, maka perlu menjadi perhatian karena tulang kakinya bisa terpengaruh,” ujarnya.
Selain itu, pemenuhan asupan gizi, khususnya vitamin D pada anak juga berpengaruh terhadap kualitas tulang.
Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Bayi Kekurangan Vitamin D? Berikut 4 Daftarnya…
“Beberapa anak yang kekurangan vitamin D juga bisa memicu kaki X atau O. Sebab, vitamin D yang rendah sulit menyerap kalsium, sehingga kualitas tulang anak rendah,” jelas dr.Aulia.
Vitamin D berperan penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium yang dibutuhkan untuk pembentukan tulang yang kuat. Kekurangan vitamin ini membuat tulang lebih rentan mengalami perubahan bentuk.
Oleh karena itu, asupan nutrisi seimbang serta paparan sinar matahari yang cukup menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan tulang anak.
Meski banyak kasus kaki X dan O akan membaik dengan sendirinya, konsultasi ke dokter tetap dianjurkan.
Pemeriksaan bertujuan memastikan bahwa kondisi anak benar-benar sesuai dengan kurva pertumbuhan normal dan bukan disebabkan oleh masalah lain yang membutuhkan penanganan khusus.
Baca juga: Tak Hanya karena Kekurangan Kalsium, Ini Faktor yang Memengaruhi Kesehatan Tulang
Tag: #kaki #pada #anak #normal #atau #perlu #diperiksa #dokter