Operasi Minim Invasif untuk Koreksi Kaki O dan X pada Anak
Ilustrasi(FREEPIK)
15:36
29 Januari 2026

Operasi Minim Invasif untuk Koreksi Kaki O dan X pada Anak

– Pada sebagian kasus, kelainan bentuk tungkai seperti kaki O atau X dapat menetap dan berpotensi memengaruhi fungsi sendi, pola berjalan, hingga kenyamanan anak di kemudian hari. 

Dalam kondisi seperti ini, dunia medis memiliki prosedur khusus yang dapat membantu mengarahkan kembali pertumbuhan tulang, yaitu Guided Growth Surgery.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Ortopedi Anak dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp. A (K) menjelaskan, Guided Growth Surgery merupakan tindakan pembedahan yang memanfaatkan lempeng pertumbuhan tulang anak.

“Suatu pembedahan dengan memasangkan implan ke lempeng pertumbuhannya dengan harapan kita bisa memanipulasi lempeng pertumbuhan tersebut supaya tumbuh dengan bentuk yang lebih baik,” tutur dr.Aulia dalam Media Discussion RS Pondok Indah Group di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Benarkah Kebanyakan Gula Bikin Anak Hiperaktif?

Prosedur ini dianjurkan dilakukan selama anak masih berada dalam masa pertumbuhan, ketika lempeng pertumbuhan masih aktif. 

Dengan begitu, koreksi bentuk tungkai dapat berlangsung secara bertahap mengikuti proses tumbuh kembang alami tubuh anak.

Cara kerja Guided Growth Surgery dalam mengoreksi bentuk tungkai

Guided Growth Surgery bekerja dengan prinsip sederhana, yaitu mengarahkan pertumbuhan tulang agar kembali ke jalur yang lebih ideal. 

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan implan kecil pada lempeng pertumbuhan.

“Alatnya hanya berupa screw kecil yang hanya sekitar 3 cm, dipasang hingga menembus lempeng pertumbuhannya,” jelas dokter dari RS Pondok Indah – Puri Indah Jakarta ini.

Baca juga: Bedah Tulang Belakang Makin Akurat dengan Teknologi Neuronavigation 

Implan ini tidak berfungsi untuk memotong atau mengganti tulang, melainkan untuk menahan pertumbuhan di satu sisi tertentu.

“Tujuannya supaya alat tersebut menjepit lempeng pertumbuhan agar tidak tumbuh dulu. Ketika ditahan implan, sisi sebelah yang tidak diberi implan bisa tumbuh lebih banyak,” ujar dr.Aulia.

Dengan mekanisme tersebut, tulang akan tumbuh tidak seimbang secara terkontrol, sehingga secara perlahan bentuk tungkai yang semula bengkok bisa terkoreksi. 

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Tulang Anak sejak Dini Menurut Dokter

“Jika tadinya kaki berbentuk X sisi luarnya tumbuh tulang baru dan sisi dalamnya tidak, maka dia akan terkoreksi,” kata dr.Aulia.

Sementara untuk kaki berbentuk O, pendekatan serupa juga digunakan, hanya saja titik gangguan pertumbuhan berada di sisi yang berbeda.

“Kalau untuk yang bentuknya O, biasanya ada gangguan pertumbuhan di sendi dalamnya. Itu akan dipasangkan alat juga untuk memberhentikan pertumbuhan dan tulang barunya bisa menjadi lurus,” jelasnya.

Guided Growth Surgery tidak memaksa tulang untuk langsung lurus, tetapi memanfaatkan potensi pertumbuhan alami anak agar koreksi terjadi secara bertahap dan lebih fisiologis.

Baca juga: Waspadai Penggunaan Steroid Jangka Panjang pada Anak, Ini Dampaknya bagi Tulang

Minim invasif dan lebih aman untuk anak

Guided Growth Surgery dikenal sebagai prosedur yang relatif aman bagi pasien anak karena menggunakan metode minimal invasif. 

Tindakan ini tidak membutuhkan sayatan besar maupun manipulasi tulang secara agresif. Implan yang digunakan berukuran kecil dan hanya dipasang pada area lempeng pertumbuhan.

Guided Growth Surgery justru memanfaatkan proses tersebut sebagai bagian dari terapi. Sebelum tindakan dilakukan, dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi anak. 

Pemeriksaan ini bertujuan memastikan pasien berada dalam keadaan yang optimal untuk menjalani prosedur, sekaligus menentukan titik pemasangan implan yang paling tepat sesuai dengan bentuk kelainan tungkai yang dialami.

Implan tidak dipasang secara permanen. Alat ini hanya digunakan selama periode tertentu, hingga koreksi yang diharapkan tercapai. 

Baca juga: Nyeri Tungkai yang Tak Kunjung Hilang Bisa Jadi Gejala Kanker Tulang

Perawatan pasca operasi dan pemantauan berkala

Salah satu kelebihan Guided Growth Surgery adalah masa pemulihannya yang relatif cepat. Setelah operasi, anak sudah diperbolehkan untuk menggerakkan tungkai. 

Anak juga dapat melakukan weight bearing atau menumpu berat badan sesuai toleransi nyeri yang dirasakan. 

Hal ini membuat anak tidak harus menjalani imobilisasi terlalu lama, sehingga aktivitas hariannya tetap bisa berjalan secara bertahap.

Meski begitu pascaoperasi tulang anak tetap harus dipantau. Salah satu metode yang digunakan adalah serial X-ray scanogram setiap tiga bulan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana perubahan sudut dan bentuk tungkai sudah terjadi, sekaligus memastikan koreksi berjalan sesuai rencana.

Jika dari hasil evaluasi diketahui bahwa bentuk tungkai sudah mencapai koreksi yang diharapkan, maka dokter akan merencanakan tindakan pelepasan implan. Proses ini menjadi tahap akhir dari rangkaian Guided Growth Surgery.

Prosedur ini menjadi pilihan yang efektif dan relatif aman untuk membantu anak memiliki bentuk tungkai yang lebih lurus, fungsi sendi yang lebih optimal, serta kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

Baca juga: Tak Hanya karena Kekurangan Kalsium, Ini Faktor yang Memengaruhi Kesehatan Tulang

Tag:  #operasi #minim #invasif #untuk #koreksi #kaki #pada #anak

KOMENTAR