Belum Masuk Indonesia, Ahli Ingatkan Gejala Virus Nipah yang Tak Boleh Diabaikan
Ilustrasi virus nipah. Meski belum ada kasus, Kemenkes mengimbau masyarakat menerapkan langkah pencegahan virus Nipah sejak dini.(Shutterstock/Jarun Ontakrai)
13:06
29 Januari 2026

Belum Masuk Indonesia, Ahli Ingatkan Gejala Virus Nipah yang Tak Boleh Diabaikan

Kementerian Kesehatan menyatakan Indonesia hingga kini masih bebas virus Nipah.

Meski demikian, pemerintah meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau masyarakat menerapkan langkah pencegahan karena penyakit ini memiliki tingkat kematian tinggi dan belum memiliki vaksin. Pengawasan pintu masuk negara dan deteksi dini terus diperkuat.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus konfirmasi virus Nipah di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait munculnya kasus virus Nipah di India.

“Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia,” kata Aji dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Kasus Virus Nipah Meningkat di India, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai

Pengawasan pintu masuk negara diperketat

Aji menjelaskan, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global virus Nipah melalui kanal resmi dan pemantauan media.

Selain itu, pengawasan terhadap orang, barang, dan alat angkut yang masuk ke Indonesia dari negara atau wilayah yang melaporkan kasus Nipah juga ditingkatkan.

Setiap pelaku perjalanan dari luar negeri diwajibkan melapor melalui aplikasi All Indonesia untuk menjaring pelaku perjalanan yang mengalami gejala dan berasal dari negara terjangkit, guna dilakukan pemeriksaan dan anamnesis lebih lanjut.

“Kami juga memperkuat pemantauan dan deteksi dini melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), PHEOC, serta Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan,” ujar Aji.

Baca juga: Dari Kelelawar ke Manusia, Ini Penyebab Virus Nipah di Balik Wabah India

Pencegahan jadi langkah utama

Ilustrasi sesak napas. Meski belum ada kasus, Kemenkes mengimbau masyarakat menerapkan langkah pencegahan virus Nipah sejak dini.rawpixel.com / roungroat Ilustrasi sesak napas. Meski belum ada kasus, Kemenkes mengimbau masyarakat menerapkan langkah pencegahan virus Nipah sejak dini.

Karena hingga kini belum tersedia vaksin maupun obat antivirus spesifik untuk virus Nipah, Kemenkes menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah paling penting untuk melindungi masyarakat.

Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan Kemenkes antara lain:

  • tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar,
  • mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi,
  • memasak daging ternak hingga matang,
  • tidak mengonsumsi nira atau aren mentah dari pohon,
  • serta menghindari kontak dengan hewan yang sakit atau terinfeksi, terutama kelelawar dan babi.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan rutin beraktivitas fisik.

Baca juga: Virus Nipah Menular dari Kelelawar ke Manusia, Ini Cara Penularan yang Perlu Diwaspadai

Kelompok berisiko diminta lebih waspada

Epidemiolog Griffith University Australia, Dr. Dicky Budiman B.Med, MScPH, PhD, menilai kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama pada kelompok berisiko.

“Indonesia punya faktor risiko alami karena keberadaan kelelawar buah sebagai reservoir virus Nipah. Namun yang harus dicegah adalah agar virus itu tidak menginfeksi manusia,” kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Rabu.

Ia menyebut kelompok yang perlu lebih waspada antara lain peternak, tenaga kesehatan, keluarga perawat pasien, serta masyarakat yang sering berinteraksi dengan satwa liar atau mengonsumsi pangan mentah.

Baca juga: Situasi Terkini Ancaman Virus Nipah di Indonesia, Ini Cara Pencegahannya Menurut Kemenkes

Segera periksa jika muncul gejala

Kemenkes mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, hingga penurunan kesadaran atau kejang untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, terutama setelah perjalanan dari negara terjangkit.

“Deteksi dini dan pelaporan sangat penting untuk mencegah penularan dan memastikan penanganan cepat,” ujar Aji.

Pemerintah memastikan akan terus memperbarui informasi dan memperkuat langkah kewaspadaan untuk menjaga Indonesia tetap bebas dari virus Nipah.

Baca juga: Bukan Lima Kasus, Ini Penjelasan Resmi India Soal Situasi Terkini Wabah Virus Nipah

Tag:  #belum #masuk #indonesia #ahli #ingatkan #gejala #virus #nipah #yang #boleh #diabaikan

KOMENTAR