Stres Finansial Ternyata Bisa Merusak Jantung, Dampaknya Setara Tekanan Darah Tinggi
Ilustrasi stres finansial. Studi terbaru menunjukkan tekanan finansial dapat mempercepat penuaan jantung setara dengan risiko medis klasik.(Freepik/drobotdean)
14:24
1 Februari 2026

Stres Finansial Ternyata Bisa Merusak Jantung, Dampaknya Setara Tekanan Darah Tinggi

Stres memikirkan uang, tagihan, dan kebutuhan pokok ternyata bukan hanya mengganggu pikiran, tetapi juga dapat mempercepat penuaan jantung.

Sebuah studi terbaru menunjukkan tekanan finansial berpengaruh pada kesehatan jantung dengan dampak yang sebanding, bahkan bisa lebih besar, dibanding faktor risiko medis klasik.

Temuan ini menambah bukti bahwa kesehatan jantung tidak hanya ditentukan oleh kolesterol atau tekanan darah, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi seseorang.

Para ahli menegaskan, stres finansial perlu dipandang sebagai bagian serius dari risiko penyakit jantung.

Baca juga: Studi Ungkap Sering Begadang dan Sulit Tidur Tingkatkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Stres finansial pengaruhi kondisi jantung

Dalam laporan CNN, penelitian yang dipublikasikan di jurnal Mayo Clinic Proceedings menganalisis data lebih dari 280.000 orang dewasa.

Peneliti tidak hanya melihat apakah peserta mengalami penyakit jantung, tetapi menilai apa yang disebut sebagai “usia kardiovaskular,” yakni seberapa tua kondisi jantung dan pembuluh darah seseorang secara biologis dibanding usia sebenarnya.

Hasilnya menunjukkan individu dengan tingkat stres finansial dan ketidakamanan pangan yang tinggi cenderung memiliki jantung yang “menua” lebih cepat.

Hubungan ini tetap terlihat meski peneliti telah memperhitungkan faktor risiko medis seperti tekanan darah, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Baca juga: Super Flu Dapat Memperburuk Penyakit Jantung dan Diabetes

Ilustrasi serangan jantung. Studi terbaru menunjukkan tekanan finansial dapat mempercepat penuaan jantung setara dengan risiko medis klasik.Unsplash Ilustrasi serangan jantung. Studi terbaru menunjukkan tekanan finansial dapat mempercepat penuaan jantung setara dengan risiko medis klasik.

Pakar kesehatan CNN, Dr. Leana Wen, menjelaskan bahwa penuaan jantung merujuk pada perubahan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular.

“Ini mencakup pembuluh darah yang makin kaku, fungsi otot jantung yang menurun, serta respons jantung yang tidak optimal saat tubuh beraktivitas,” ujar Wen, yang juga merupakan profesor kesehatan masyarakat di George Washington University.

Menurutnya, stres kronis memicu pelepasan hormon seperti kortisol dan adrenalin secara terus-menerus.

“Jika terjadi dalam jangka panjang, respons stres ini menimbulkan keausan pada jantung dan pembuluh darah, mirip dengan proses penuaan alami,” katanya.

Baca juga: Angin Duduk Bukan Masuk Angin, Dokter Jelaskan Gangguan Aliran Darah ke Jantung

Mengapa stres finansial lebih berbahaya?

Wen menekankan bahwa stres finansial berbeda dari stres sesaat, seperti tenggat pekerjaan atau masalah jangka pendek.

Tekanan ekonomi cenderung bersifat kronis dan sulit dihindari, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup sehari-hari.

Kekhawatiran soal tagihan, utang, biaya kesehatan, dan kestabilan tempat tinggal dapat mengganggu tidur, membatasi akses makanan sehat, serta mengurangi kesempatan berolahraga.

Kondisi tersebut saling memperkuat dan secara perlahan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Dampaknya dibanding faktor risiko klinis

Salah satu temuan paling mencolok dari studi ini adalah besarnya dampak stres finansial terhadap kesehatan jantung.

Wen menyebut hubungan antara tekanan ekonomi dan penuaan jantung setara, bahkan dalam beberapa kasus lebih kuat, dibanding faktor risiko klinis seperti hipertensi atau diabetes.

“Ini bukan berarti stres finansial menggantikan faktor medis, tetapi menambah beban risiko,” ujarnya.

Seseorang dengan tekanan darah tinggi yang juga mengalami stres ekonomi berat berpotensi menghadapi risiko ganda.

Baca juga: Aktor Squid Game Ahn Sung Ki Meninggal Dunia, Diduga Alami Serangan Jantung

Apakah penyakit jantung tak terhindarkan?

Meski temuan ini terdengar mengkhawatirkan, para ahli menegaskan penyakit jantung bukanlah takdir bagi mereka yang mengalami stres finansial.

Wen menekankan risiko tetap dapat ditekan melalui berbagai langkah pencegahan.

Aktivitas fisik rutin, pola makan sehat, menjaga berat badan ideal, serta mengendalikan tekanan darah dan gula darah tetap menjadi fondasi utama kesehatan jantung.

Selain itu, tidur cukup, menjaga koneksi sosial, dan teknik pengelolaan stres juga berperan penting dalam melindungi jantung.

Peran tenaga medis dan kesadaran publik

Para dokter didorong untuk memasukkan stres finansial sebagai bagian dari penilaian risiko kesehatan pasien.

Menurut Wen, sekadar mengakui bahwa tekanan ekonomi berdampak pada kesehatan sudah dapat meningkatkan kepercayaan dan kualitas perawatan.

Tenaga medis juga dapat membantu dengan menyesuaikan rencana pengobatan atau menghubungkan pasien dengan sumber dukungan yang relevan.

Pendekatan ini dinilai lebih manusiawi dan realistis dalam menangani penyakit jantung.

Baca juga: Dokter Ungkap Dampak Jalan Kaki 30 Menit Sehari bagi Jantung dan Kadar Gula Darah

Stres dan tekanan ekonomi

Studi ini menegaskan kesehatan jantung tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial dan ekonomi.

Stres finansial terbukti berkontribusi pada penuaan jantung, sejajar dengan faktor risiko medis yang selama ini lebih dikenal.

Kesadaran akan dampak tekanan ekonomi diharapkan mendorong pendekatan kesehatan yang lebih menyeluruh, tidak hanya berfokus pada tubuh, tetapi juga pada realitas hidup sehari-hari.

Baca juga: 2 Pelari Siksorogo Lawu Ultra Diduga Alami Serangan Jantung, Ini Kata Dokter

Tag:  #stres #finansial #ternyata #bisa #merusak #jantung #dampaknya #setara #tekanan #darah #tinggi

KOMENTAR