Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia pada Usia 53 Tahun, Kolaps Usai Bermain Bola
Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro. Asisten pelatih Arema FC Kuncoro meninggal dunia setelah kolaps di Stadion Gajayana, mengingatkan bahwa penyakit jantung sering berkembang tanpa gejala yang disadari.(KOMPAS.com/SUCI RAHAYU)
10:18
19 Januari 2026

Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia pada Usia 53 Tahun, Kolaps Usai Bermain Bola

Dunia sepak bola Indonesia berduka atas meninggalnya asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, yang wafat secara mendadak pada usia 53 tahun.

Legenda hidup Singo Edan itu meninggal dunia setelah kolaps usai bermain sepak bola dalam laga Charity 100 Tahun Stadion Gajayana di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (18/1/2026).

Peristiwa ini mengejutkan banyak pihak dan menyisakan duka mendalam, sekaligus kembali mengingatkan bahwa penyakit jantung kerap berkembang tanpa gejala yang jelas.

Kronologi Kuncoro kolaps usai bermain sepak bola

Berdasarkan laporan Antara, Kuncoro ambil bagian dalam pertandingan amal yang mempertemukan para legenda sepak bola di Stadion Gajayana pada Minggu sore.

Ia bermain di babak pertama bersama sejumlah mantan pemain Arema FC sebelum berjalan menuju bangku cadangan untuk beristirahat.

Tak lama setelah duduk di bench pemain, Kuncoro tiba-tiba ambruk dan kehilangan kesadaran.

Tim medis yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama sebelum membawa Kuncoro ke RSUD Saiful Anwar, Malang.

Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis.

Diduga akibat serangan jantung

Mantan asisten pelatih Sabah FA Sofie Imam Faizal dan asisten pelatih Arema FC Kuncoro foto bersama sebelum laga Piala Presiden beberapa waktu lalu. Asisten pelatih Arema FC Kuncoro meninggal dunia setelah kolaps di Stadion Gajayana, mengingatkan bahwa penyakit jantung sering berkembang tanpa gejala yang disadari.Dokumentasi Pribadi Mantan asisten pelatih Sabah FA Sofie Imam Faizal dan asisten pelatih Arema FC Kuncoro foto bersama sebelum laga Piala Presiden beberapa waktu lalu. Asisten pelatih Arema FC Kuncoro meninggal dunia setelah kolaps di Stadion Gajayana, mengingatkan bahwa penyakit jantung sering berkembang tanpa gejala yang disadari.

Manajemen Arema FC menyebut Kuncoro diduga mengalami serangan jantung.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan kepergian Kuncoro terjadi secara mendadak dan membuat banyak pihak terkejut.

“Kami semua sangat syok dan terpukul. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, dan hari ini Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama,” kata Yusrinal di Malang, Minggu.

Sosok Kuncoro dalam sejarah Arema FC

Kuncoro dikenal sebagai salah satu legenda Arema FC.

Ia memperkuat Arema Malang sebagai pemain pada periode 1991–1996 dan menjadi bagian dari tim juara Galatama 1993.

Setelah gantung sepatu, Kuncoro menekuni dunia kepelatihan dan kembali ke Arema FC sebagai asisten pelatih sejak 2012.

Ia dikenal sebagai sosok rendah hati, humoris, dan mampu mencairkan suasana tim.

Penyakit Jantung sering berkembang diam-diam

Kasus meninggalnya Kuncoro menyoroti fakta bahwa penyakit jantung tidak selalu diawali dengan serangan mendadak.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP, Subsp. PRKV(K), PhD, menjelaskan bahwa gangguan jantung sering berkembang perlahan dengan gejala ringan yang kerap diabaikan.

“Keluhan khas jantung itu bisa muncul lama sebelumnya, tapi sering dianggap masuk angin,” ujar Ade dalam talkshow Instagram Kementerian Kesehatan RI, Senin (30/6/2025).

Ia menyebut nyeri dada ringan saat beraktivitas, rasa tertekan di dada, serta kelelahan yang tidak biasa sebagai gejala awal yang sering disalahartikan sebagai gangguan ringan.

Beberapa gejala lain yang sebaiknya tidak diabaikan antara lain:

  • Nyeri di bagian tengah dada yang menjalar ke lengan kiri atau leher
  • Keringat dingin
  • Rasa lemas yang muncul berulang dan membaik saat istirahat

Deteksi dini bisa mencegah kondisi fatal

Menurut Ade, banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi sudah berat karena menunda pemeriksaan.

Padahal, pemeriksaan jantung secara berkala dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Pemeriksaan seperti elektrokardiogram (EKG), treadmill test, hingga echocardiography disarankan terutama bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan kebiasaan merokok.

“Penanganan dini bisa mencegah kerusakan jantung yang lebih luas dan menghindari tindakan invasif,” kata Ade.

Olahraga tetap sehat, tetapi tubuh memiliki batas

Kuncoro diketahui aktif berolahraga dan terlibat langsung dalam laga amal tersebut.

Namun, dokter mengingatkan bahwa aktivitas fisik tetap memiliki risiko, terutama bila terdapat gangguan jantung yang belum terdeteksi.

Mendengarkan sinyal tubuh dan tidak mengabaikan keluhan ringan menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi fatal.

Kepergian yang menjadi pengingat

Kepergian Kuncoro menjadi duka mendalam bagi keluarga, Arema FC, dan komunitas sepak bola Indonesia.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, ratusan pelayat, termasuk manajemen klub dan Aremania, mengiringi pemakaman almarhum di Desa Putat Kidul, Kabupaten Malang.

Di balik duka tersebut, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesehatan jantung perlu mendapat perhatian serius, bahkan pada individu yang aktif dan tampak bugar.

Tag:  #asisten #pelatih #arema #kuncoro #meninggal #dunia #pada #usia #tahun #kolaps #usai #bermain #bola

KOMENTAR