2 Masalah Pencernaan Paling Sering Dikeluhkan Masyarakat Perkotaan
Ilustrasi saluran pencernaan pada tubuh manusia. (DOK. SHUTTERSTOCK)
14:06
3 Februari 2026

2 Masalah Pencernaan Paling Sering Dikeluhkan Masyarakat Perkotaan

- Keluhan pada sistem pencernaan menjadi salah satu alasan paling sering seseorang datang berobat. Mulai dari rasa tidak nyaman di perut, perih di ulu hati, hingga sensasi asam lambung naik, gangguan ini kerap muncul berulang dan mengganggu aktivitas harian.

Dari semua masalah pencernaan yang pernah dialami masyarakat, ada dua yang paling sering dikeluhkan.

“Yang paling sering orang datang ya sakit perut. Sakit perut biasanya datang dengan bilang sakit maag, atau GERD (gastroesophageal reflux disease). Yang paling sering di antara dua itu.”

Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi di Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Suwito Indra, Sp.PD-KGEH, FINASIM, dalam wawancara daring pada Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Kesehatan Sistem Pencernaan Jadi Kunci Penyerapan Gizi Anak

Faktor stres menjadi salah satu pemicu yang sering ditemukan pada pasien dengan keluhan pencernaan. Ritme hidup masyarakat perkotaan dinilai berkontribusi terhadap kondisi ini.

Rutinitas harian yang padat, waktu tempuh perjalanan yang panjang karena kemacetan, sampai tuntutan pekerjaan dan target yang tinggi, merupakan bagian dari tekanan yang dialami banyak orang.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi di Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Suwito Indra, Sp.PD-KGEH, FINASIM.dok. Primaya Hospital Kelapa Gading Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi di Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Suwito Indra, Sp.PD-KGEH, FINASIM.

Penyebab masalah pencernaan

Stres

Dalam keadaan stres, tubuh memproduksi hormon stres dari kelenjar adrenal.

“Kelenjar adrenal ini menghasilkan adrenalin dan glukokortikoid. Ini menyebabkan lambung mengeluarkan asam lebih banyak pada saluran cerna, mengurangi pelindung lambung,” ungkap dr. Suwito.

Secara alamiah, lambung memiliki pelindung berupa lendir bikarbonat yang membuat asam lambung tidak bisa melukai dinding lambung.

Dalam keadaan stres, karena adrenalin dan glukokortikoid yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, fungsi proteksi menjadi berkurang.

“Sehingga, orang berpotensi untuk terkena gangguan di lambung. Kalau lambungnya sakit, perutnya sakit,” jelas dr. Suwito.

Baca juga: Makanan dan Minuman yang Perlu Dibatasi Penderita Asam Lambung Tinggi

Ilustrasi makanan bernutrisi. Latihan keras tanpa gizi seimbang tak akan maksimal. Ahli nutrisi olahraga ungkap peran karbohidrat, protein, lemak sehat, hidrasi, dan pemulihan untuk capai target kebugaran.Freepik/Master1305 Ilustrasi makanan bernutrisi. Latihan keras tanpa gizi seimbang tak akan maksimal. Ahli nutrisi olahraga ungkap peran karbohidrat, protein, lemak sehat, hidrasi, dan pemulihan untuk capai target kebugaran.

Makanan

Selain stres, faktor makanan juga sering menjadi penyebab keluhan sakit perut dan gangguan lambung. Namun, dr. Suwito menekankan bahwa pemicu tidak selalu dari makanan pedas atau asam seperti yang umum diasumsikan.

Ia menuturkan, setiap orang memiliki sensitivitas yang berbeda-beda terhadap makanan. Ada yang tidak tahan cabai, ada pula yang justru bermasalah dengan makanan yang selama ini dianggap aman.

Bahkan, buah seperti pepaya yang kerap dianggap baik untuk pencernaan, bisa memicu keluhan pada orang tertentu.

Baca juga: Makanan Pedas Memicu Kanker adalah Mitos, Ini Penjelasan Dokter

Begitu pula dengan produk turunan susu seperti, misalnya keju, yang pada sebagian orang dapat menimbulkan kembung atau diare. Santan juga disebut sebagai salah satu contoh lain.

“Walaupun memang kebanyakan dipengaruhi oleh, misalnya, makanan yang pedas, kopi dan sebagainya, tapi tidak semuanya seperti itu. Ada yang disebabkan karena yang kadang-kadang tidak terpikir oleh kita,” ujar dr. Suwito.

Itu adalah “makanan yang biasa”, seperti nasi, buah-buahan, susu, telur, daging, atau ikan. Bukan berarti deretan makanan itu pasti aman bagi semua orang.

Baca juga: Mengapa Asam Lambung Tinggi Sebabkan Nyeri di Dada dan Leher?

Ilustrasi bagaimana cara melancarkan buang air besar?Shutterstock/Sellwell Ilustrasi bagaimana cara melancarkan buang air besar?

Mengapa stres menyebabkan sakit perut?

Bagi masyarakat awam, stres lebih sering dikaitkan dengan GERD. Penuturan dr. Suwito di atas mungkin memunculkan pertanyaan: mengapa stres bisa menyebabkan sakit perut?

“Karena, ternyata organ saluran cerna kita itu kontak dengan otak kita, melalui yang namanya sistem limbik. Sistem limbik adalah pusat pengaturan emosi di otak kita,” ucap dia.

Oleh karena itu, pada seseorang yang stres secara terus-menerus, saluran cernanya bisa terganggu seiring berjalannya waktu.

Begitu juga sebaliknya dengan orang yang pencernaannya terganggu, misalnya karena meradang atau alergi makanan. Mereka bisa merasa cemas, berdebar-debar, dan berujung pada stres.

“Jadi memang ada kaitannya antara stres dengan gangguan saluran cerna,” tutur dr. Suwito.

Baca juga: Memahami Perbedaan antara Cemas dan Gangguan Kecemasan

Bagaimana dengan GERD?

Untuk GERD, dr. Suwito menerangkan bahwa penyakit itu tidak berdiri sendiri karena harus ada prakondisi yang menyebabkan mereka mengalaminya.

GERD disebabkan oleh asam lambung yang naik. Asam lambung naik karena ada dorongan. Apa yang mendorong asam lambung naik adalah tekanan di dalam lambung, yang disebabkan oleh banyak hal.

Di antaranya adalah peradangan pada saluran cerna atau kekacauan dari gerakan usus, sehingga terjadi tekanan di rongga lambung.

“Contohnya pada orang yang kena infeksi muntaber, misalnya infeksi ususnya. Itu kan terjadi kekacauan gerakan di dalam usus, sehingga tekanan di lambung bisa naik. Jadi, orang itu bisa sampai muntah. Bukan hanya asam lambung naik ke tenggorokan, tapi sampai dia muntah,” terang dr. Suwito.

Orang dengan berat badan berlebihan, dengan lemak perut yang banyak, juga bisa mengalami asam lambung naik karena tekanan pada rongga lambung.

“Faktor psikologis juga berperan. Misalnya orang jijik atau ketakutan melihat sesuatu. Itu juga bisa memicu asam lambung naik. Jadi multifkator, yang menyebabkan banyak hal,” tutur dr. Suwito.

Baca juga: Ini Gejala Gangguan Pencernaan dan Jenis Penyakit yang Sering Dialami

Tag:  #masalah #pencernaan #paling #sering #dikeluhkan #masyarakat #perkotaan

KOMENTAR