Preferensi Investasi Logam Mulia Warren Buffett: Perak, Bukan Emas
Warren Buffett, sosok legendaris di dunia investasi global, dikenal luas sebagai pemilik strategi investasi yang disiplin dan berorientasi jangka panjang.
Sepanjang lebih dari enam dekade memimpin konglomerasi Berkshire Hathaway, Buffett telah menjadi rujukan banyak investor baik profesional maupun ritel dalam menentukan strategi alokasi aset yang efektif.
Namun, satu fakta yang mungkin mengejutkan sebagian investor adalah preferensinya terhadap logam mulia, bukan emas, seperti umumnya diyakini, tetapi perak.
Baca juga: 4 Prinsip Investasi Warren Buffett yang Wajib Diketahui Investor Muda
Ilustrasi emas batangan. Harga emas. Harga emas dunia. Harga emas hari ini.
Preferensi Buffett ini menarik perhatian karena membalik persepsi umum tentang logam mulia sebagai aset investasi.
Emas selama ini dipandang sebagai aset safe haven atau investasi pelindung nilai saat pasar gejolak.
Akan tetapi, bagi Warren Buffett, pandangan itu tidak sepenuhnya relevan. Sikapnya terhadap emas dan logam mulia lain mencerminkan filosofi investasi nilai (value investing) yang menjadi dasar seluruh pendekatan investasi Buffett.
Prinsip investasi Warren Buffett: kegunaan dan nilai produktif
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Warren Buffett pernah menjelaskan sikapnya terhadap emas secara tegas.
Baca juga: Warren Buffett dan Seni Menunggu dalam Investasi Saham
Menurut Buffett, emas adalah a way of going long on fear, sebuah cara bertaruh terhadap ketakutan pasar. Hanya itu.
Logam mulia ini tidak menghasilkan arus kas, tidak memiliki kegunaan produktif, dan pada akhirnya tidak “menggandakan” nilai investasinya dengan sendirinya.
Warren Buffett.
Dalam konteks ini, Buffett pernah menggambarkan emas sebagai aset yang neither of much use nor procreative, tidak banyak guna dan tidak dapat berkembang biak, ketika membahas logam mulia yang satu ini dalam surat tahunan Berkshire Hathaway di masa lalu.
Pernyataan ini menjadi sangat penting karena menegaskan bahwa baginya, nilai investasi bukan sekadar simpanan nilai, tetapi tentang nilai intrinsik dan manfaat nyata di dunia riil.
Baca juga: 5 Hal yang Tidak Pernah Dibeli Warren Buffett Meski Jadi Orang Terkaya
Investopedia juga menegaskan prinsip ini sebagai bagian dari filosofi Buffett, yakni investasi yang baik menurutnya adalah yang serve some practical purpose alias memenuhi kebutuhan nyata atau digunakan dalam produksi.
Dalam hal ini, perak memenuhi kriteria itu, sementara emas tidak.
Perak dalam portofolio Berkshire Hathaway
Menariknya, meskipun skeptis terhadap emas, Buffett dan timnya pernah membuat langkah besar ketika Berkshire Hathaway mengakumulasi perak dalam jumlah besar pada akhir 1990-an.
Dalam siaran pers resminya pada Februari 1998, Berkshire Hathaway menyatakan bahwa mereka memiliki 3.677 ton perak, yang diperoleh antara Juli 1997 dan Januari 1998, jumlah yang setara dengan sekitar 25 persen dari produksi perak global tahunan saat itu.
Baca juga: Nasihat Warren Buffett tentang Uang, Utang, dan Kesuksesan
Meskipun jumlah itu hanya kurang dari 2 persen dari portofolio Berkshire secara keseluruhan, dampaknya terhadap pasar dunia cukup signifikan.
Banyak pengamat pasar menyebut akumulasi perak ini signifikan karena ukuran pasokan yang relatif kecil dibandingkan permintaan industri dan investor.
Langkah Berkshire Hathaway dalam membeli perak sempat menarik perhatian regulator pasar pada masa itu karena ukuran posisinya yang besar, dan menimbulkan kekhawatiran tentang potensi manipulasi harga yang pernah terjadi dalam sejarah pasar perak, seperti kasus keluarga Hunt pada 1970-an.
Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak dunia anjlok tajam pada perdagangan Jumat (30/1/2026), setelah Presiden Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed).
Namun, Buffett sendiri dalam pertemuan tahunan Berkshire kemudian menyatakan bahwa ia menjual posisinya terlalu cepat, yang ia anggap sebagai kesalahan timing meskipun identifikasi peluangnya benar.
Baca juga: Warren Buffett Bandingkan Risiko AI dengan Senjata Nuklir
Jika nilai perak itu dihitung pada harga pasar per 31 Januari 2026, ketika harga logam ini diperdagangkan sekitar 100 dollar AS per ons, investasi awal tersebut kini akan bernilai sekitar 13 miliar dollar AS, jauh di atas nilai pada saat pembelian.
Kegunaan perak yang menunjang preferensi Buffett
Alasan Buffett melihat perak berbeda dengan emas berkaitan langsung dengan prinsip investasi yang ia pegang sepanjang kariernya, yakni investasi harus memiliki nilai riil dan kegunaan produktif.
Perak memiliki kegunaan industri yang sangat luas. Ia tidak hanya menjadi bagian dari aplikasi medis seperti alat kesehatan tertentu, tetapi juga memainkan peran penting sebagai konduktor listrik terbaik yang tersedia.
Hal ini membuat perak menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai perangkat elektronik, termasuk komputer, smartphone, dan perangkat listrik lainnya.
Baca juga: Gaji CEO Baru Berkshire Hathaway Naik 19 Persen, Jauh di Atas Warren Buffett
Selain itu, perak juga digunakan dalam panel surya, komponen kendaraan listrik (electric vehicle atau EV), dan pusat data yang mendukung teknologi informasi modern.
Oleh karena itu, perak telah berubah dari sekadar logam mulia menjadi logam strategis industri di era teknologi tinggi dan transisi energi global.
Jika emas cenderung dipakai untuk perhiasan atau cadangan nilai, perak dipakai untuk fungsi yang menciptakan nilai dan produk dengan permintaan nyata dalam aktivitas ekonomi sehari-hari dan produksi teknologi tinggi.
Hal ini sesuai dengan logika nilai investasi yang digarisbawahi Buffett, yakni aset dikatakan bernilai jika mampu menghasilkan sesuatu atau melayani kebutuhan nyata dalam produksi atau konsumsi.
Baca juga: Warren Buffett Ungkap Alasan Investasi Saham Lebih Menarik daripada Properti
Ilustrasi perak batangan.
Bagaimana industri perak berkembang hingga 2026
Laporan-laporan terbaru dari berbagai analis industri logam menunjukkan tren perubahan permintaan perak yang signifikan di pasar global.
Menurut World Silver Survey dan analisis pasar, permintaan perak dari sektor industri terus meningkat, sementara pasokan dari produksi tambang masih tertinggal. Ini menghasilkan defisit pasokan yang berkelanjutan, memperkuat daya tarik logam tersebut sebagai komoditas strategis.
Permintaan perak diperkirakan akan terus terdorong oleh tiga pilar utama, yakni sebagai berikut.
1. Energi surya
Kebutuhan perak dalam teknologi fotovoltaik diperkirakan mencapai 3.401 sampai 3.543 ton pada 2026.
Baca juga: Greg Abel Resmi Gantikan Warren Buffett, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
2. Kendaraan listrik (EV)
Komponen listrik kompleks pada EV memerlukan sekitar 1.984 ton hingga 2.126 ton perak.
3. Pusat data AI dan jaringan
Penggunaan perak pada sistem jaringan dan server berkinerja tinggi mencapai 425,5 hingga 566,9 ton.
Fenomena ini menggambarkan pergeseran perak dari sekadar logam berkelas ke bahan industri kritis dalam revolusi energi bersih, teknologi tinggi, dan infrastruktur digital.
Permintaan ini mendorong beberapa analis memperkirakan bahwa defisit pasokan dunia dapat terus berlanjut di tengah kenaikan permintaan dari sektor-sektor unggulan tersebut.
Baca juga: Belajar dari Warren Buffett: 10 Prinsip Investasi yang Tetap Relevan
Secara historis, logam ini tidak selamanya begitu populer di kalangan investor arus utama.
Meski demikian, pergeseran fungsi dan permintaan industri modern mengubahnya menjadi aset yang lebih menarik secara potensial, terutama dalam konteks filosofi investasi yang menekankan kegunaan dan nilai jangka panjang.
WASHINGTON, DC - OCTOBER 13: Warren Buffett speaks onstage during Fortune's Most Powerful Women Summit - Day 2 at the Mandarin Oriental Hotel on October 13, 2015 in Washington, DC. Paul Morigi/Getty Images for Fortune/Time Inc/AFP
Pandangan Buffett dalam investasi logam mulia: pelajaran untuk investor
Pernyataan Buffett tentang emas memberi pemahaman singkat tentang bagaimana ia melihat aset ini.
Anda menghasilkan uang dari emas ketika ketakutan meningkat, tetapi ketika ketakutan mereda, emas sering kali tidak memberikan pertumbuhan nilai yang signifikan karena tidak memiliki arus kas atau kontribusi nyata terhadap produksi ekonomi.
Baca juga: Warren Buffett Resmi Pensiun dari CEO Berkshire Setelah 60 Tahun
Sebaliknya, perak sebagai logam dengan banyak aplikasi industri dapat menunjukkan permintaan berkelanjutan, terutama jika tren teknologi dan energi bersih terus berkembang.
Ini menggambarkan bagaimana preferensi investasi bisa didorong oleh nilai intrinsik yang terukur melalui kegunaan nyata, bukan sekadar ekspektasi psikologis pasar.
Namun perlu dicatat, Buffett sendiri tidak pernah secara luas mengekspos seluruh portofolio Berkshire Hathaway terutama pada perak.
Posisi perak yang signifikan terjadi di masa lalu dan kemudian dijual, tetapi kisah itu tetap menjadi bagian penting dari catatan investasinya yang sering dipelajari investor di seluruh dunia.
Baca juga: 5 Hal yang Dibeli Kelas Menengah agar Lebih Kaya Menurut Warren Buffett
Preferensi Buffett dalam perspektif filosofis value investing
Secara lebih luas, sikap Buffett terhadap emas dan perak mencerminkan filosofi investasi yang ia pegang sejak awal kariernya, yang berakar dari pemikiran value investing klasik.
Warren Buffett. Warren Buffett dikenal kaya raya, tapi gaya hidupnya jauh dari kemewahan. Berikut lima hal mengejutkan yang tidak pernah dia borong meski sudah jadi miliarder.
Dalam filosofi ini, investor mencari aset yang dihargai berdasarkan nilai fundamentalnya, bukan sekadar ekspetasi harga jangka pendek yang didorong sentimen pasar.
Buffett pernah menekankan pentingnya memahami circle of competence, yakni kemampuan untuk mengevaluasi bisnis atau aset sesuai keahlian dan pengetahuan. Ini berarti menghindari investasi pada aset yang tidak sepenuhnya dipahami atau yang nilainya sulit diukur secara objektif.
Dalam konteks logam mulia seperti emas, meskipun nilainya diakui secara historis, utilitas ekonominya lebih sulit diukur, terutama dalam konteks investasi berbasis arus kas dan nilai intrinsik.
Baca juga: 5 Aturan Warren Buffett untuk Para Investor Pemula
Sedangkan perak, karena memiliki aplikasi industri nyata, lebih mudah diintegrasikan ke dalam kerangka investasi yang berbasis nilai dan utilitas fundamental. ([Wikipedia][6])
Dalam sejarahnya, tindakan Buffett terhadap perak tidak selalu tanpa kritik atau tanpa risiko.
Penjualannya dalam dekade sebelumnya menunjukkan bahwa meskipun ia mengenali nilai perak, timing pasar dan realisasi keuntungan tetap menjadi hal yang sangat sulit dioptimalkan bahkan untuk investor berpengalaman sekaligus yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Tag: #preferensi #investasi #logam #mulia #warren #buffett #perak #bukan #emas