Sering Nyeri dan Kebas Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Gejala Awal Autoimun Multiple Sclerosis!
Ilustrasi seorang perempuan sedang merasa sakit kepala (Dok. Freepik)
13:35
3 Februari 2026

Sering Nyeri dan Kebas Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Gejala Awal Autoimun Multiple Sclerosis!

- Banyak orang menderita berbagai penyakit yang tidak kasat mata, sehingga kondisi tersebut sering kali sulit didiagnosis oleh para ahli.

Beberapa di antaranya meliputi penyakit autoimun dan gangguan saraf, yang penyebabnya dapat berasal dari faktor genetik maupun faktor eksternal lainnya. 

Dilansir dari Mayo Clinic, multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung saraf. Kondisi ini dapat menyebabkan mati rasa, tubuh lemah, kesulitan berjalan, gangguan penglihatan dan lain-lain. 

Ketika seseorang menderita MS sistem imunitas mereka menyerang lapisan pelindung saraf yang kita sebut dengan myelin. Hal ini mengganggu komunikasi antara otak dan seluruh tubuh kita. 

Tipe-Tipe MS

Dilansir dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita MS akan berbeda-beda tergantung dengan tipenya. 

Clinically isolated syndrome (sindrom terisolasi klinis) adalah tipe MS dimana gejala muncul dari satu serangan tunggal, lalu diikuti dengan pemulihan. 

Tes MRI beberapa macam tes lainnya, seperti pungsi lumbal (spinal tap) atau tes penglihatan elektrik, dapat menunjukkan dimana kerusakan terjadi. Setelah teridentifikasi, diagnosis MS dapat dilakukan. 

Relapsing-remitting MS adalah tipe MS yang mengalami gejala secara berulang lalu pulih total atau parsial. Periode tidak aktifnya kondisi di antara serangan disebut remisi. Periode ini dapat berlangsung dari beberapa minggu, bulan hingga tahun sebelum terjadi serangan lagi. 

Tipe ini biasanya akan mengikuti terapi modifikasi penyakit yang dapat mengurangi frekuensi serangan, bahkan menyembuhkannya secara total. Sebagian besar penderita MS awalnya didiagnosis dengan bentuk ini pula. 

Secondary-progressive MS adalah bentuk MS yang berevolusi dari sebelumnya. Serangan makin jarang terjadi tetapi masih dapat terjadi, dan penderitanya secara bertahap merasakan gejala yang stabil. 

Terapi yang dimodifikasi untuk kondisi ini dapat menunda hingga mencegah MS ini, tetapi transisi dapat terjadi bahkan dengan pengobatan. 

Primary-progressive MS adalah tipe MS yang jarang ditemukan. Penderita MS ini akan mengalami gejala yang secara progresif merusak tubuh mereka dari awal, tapi tidak terprediksi serangannya. 

Radiologically isolated syndrome adalah tipe MS paling langka. Penderita kondisi ini akan menunjukkan hasil MRI yang sama persis seperti MS tapi tidak mengalami gejala-gejalanya. Walaupun begitu, serangannya masih dapat terjadi. 

Gejala

Pada awalnya, gejala yang dapat terjadi pada penderita adalah:

  1. Gangguan penglihatan, seperti peradangan yang dapat menyebabkan nyeri pada mata dan hilangnya indra penglihatan. 
  2. Otot melemah, biasanya terjadi pada lengan dan kaki dimana otot akan menegang serta terasa rasa nyeri hebat. 
  3. Mati rasa hingga nyeri pada lengan, kaki, hingga wajah. 
  4. Kecerobohan, seperti kesulitan untuk menjaga keseimbangan. 
  5. Sulit menahan kencing, kesulitan untuk mengontrol kandung kemih.
  6. Rasa pusing 

Lalu gejala yang dapat dirasakan adalah:

  1. Kelelahan secara fisik dan mental.
  2. Kesulitan untuk mengontrol emosi, seperti depresi. 
  3. Melemahnya kemampuan kognitif, seperti sulit berkonsentrasi, berpikir, belajar, dan mengingat. 

Dilansir dari Cleveland Clinic, karena adanya periode remisi, MS jadi sulit untuk didiagnosa. Selain itu, beberapa penderitanya tidak akan tahu bahwa mereka menderita MS karena gejala tersebut terasa normal bagi mereka. 

Pada beberapa kasus juga penderita suka lupa bahwa mereka mengidap MS karena periode remisi yang panjang. 

Penyebab

Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan pada myelin, lapisan pelindung di sekitar sel saraf (neuron) pada otak dan tulang belakang kita. 

Kerusakan ini disebabkan oleh sistem imun kita yang seharusnya melindungi tubuh dari bakteri atau virus. Namun pada kondisi ini, sistem imun kita bekerja terlalu aktif dan mengira myelin kita sebagai musuh. 

Tes MRI dapat membantu kita menemukan bukti kerusakan pada myelin. Seperti bekas luka, plak hingga lesi.

Para dokter belum yakin pasti mengapa orang-orang dapat mengalami MS. Namun penelitian menemukan adanya korelasi antara beberapa hal ini dengan berkembangnya MS: 

  1. Merokok
  2. Eksposur terhadap racun
  3. Rendah vitamin D
  4. Paparan virus
  5. Obesitas pada masa kecil
  6. Genetika 

Orang-orang yang rentan akan kondisi ini biasanya adalah mereka yang keturunan Eropa Utara, berumur 20-40 tahun, dan paling sering ditemukan pada perempuan. 

Penyembuhan

Sayangnya pada saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan seseorang dari MS. namun ada terapi atau penanganan untuk mengurangi kerusakan, gejala hingga mencegah komplikasi. 

Biasanya dokter akan menyarankan beberapa macam pengobatan, terapi fisik hingga konseling kesehatan mental. 

Ada pula alat-alat yang dapat membantu penderita MS. Seperti kacamata khusus, stimulasi otak, penggunaan tongkat jalan hingga kursi roda, obat pereda nyeri, dan lain-lain. 

Dokter dapat merekomendasikan untuk menerima donor plasma apabila tubuh pasien tidak dapat merespon dengan baik pengobatan yang ia terima. 

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #sering #nyeri #kebas #kunjung #sembuh #waspadai #gejala #awal #autoimun #multiple #sclerosis

KOMENTAR