Tavares Minta Persebaya Main Lebih Cepat: Jangan Jadi Tukang Pos
Pemain asing Persebaya Surabaya Francisco Rivera menendang bola saat dijaga dua pemain Dewa United pada laga pekan ke-19 Super League 2025-2026 yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Minggu (1/2/2026) malam.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
15:10
3 Februari 2026

Tavares Minta Persebaya Main Lebih Cepat: Jangan Jadi Tukang Pos

- Hasil imbang 1-1 saat menjamu Dewa United pada pekan ke-19 Super League 2025-2026 menyisakan pekerjaan rumah bagi Persebaya Surabaya.

Bermain di hadapan ribuan Bonek yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (1/2/2026), tim beralias Bajul Ijo gagal mengamankan tiga poin penuh.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui hasil tersebut terasa mengecewakan.

Selain menghentikan laju empat kemenangan beruntun, tim juga gagal memaksimalkan keuntungan bermain di kandang sendiri.

Baca juga: Persebaya Imbang, Bernardo Tavares Kecewa

Usai laga Tavares langsung melakukan evaluasi menyeluruh. Menurutnya, tim sebenarnya memiliki keunggulan dalam menciptakan peluang.

“Kalau kita lihat, kami menciptakan lebih banyak peluang di babak pertama dibanding lawan. Sayangnya, ada dua kesalahan di babak pertama,” kata pelatih asal Portugal itu.

Kesalahan yang dimaksud berkaitan dengan lemahnya tekanan terhadap pemain Dewa United.

Situasi tersebut membuat lawan beberapa kali leluasa melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, salah satunya berbuah gol.

Persebaya Tak Bisa Maksimalkan Keunggulan Jumlah Pemain

Masalah Persebaya tidak berhenti di situ. Ia menilai Bajul Ijo juga gagal memaksimalkan kondisi unggul jumlah pemain setelah Nick Kuipers diganjar kartu merah pada menit ke-37 akibat melakukan professional foul terhadap Malik Risaldi.

Baca juga: Hasil Persebaya Vs Dewa United 1-1: Gol Penentu 3 Poin Dianulir VAR

Alih-alih menekan lebih agresif, Persebaya justru terbawa ritme permainan lawan dan kurang cermat memanfaatkan ruang.

“Kami tidak menekan dan tidak mengontrol ruang (permainan) dengan baik. Banyak tembakan kami diblok, kadang umpan terakhir kurang bagus, kami terlalu lama mengambil keputusan. Tidak menembak atau tidak mengalirkan bola,” tutur Bernardo Tavares.

Kondisi semakin rumit di babak kedua sehingga ia menarik keluar Toni Firmansyah dan Milos Raickovic yang telah mengantongi kartu kuning.

Situasi tersebut membuat fleksibilitas taktik Persebaya menjadi terbatas.

Pemain asing Persebaya Surabaya Bruno Moreira dijaga pemain Dewa United pada laga pekan ke-19 Super League 2025-2026 yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Minggu (1/2/2026) malam.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain asing Persebaya Surabaya Bruno Moreira dijaga pemain Dewa United pada laga pekan ke-19 Super League 2025-2026 yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Minggu (1/2/2026) malam.

Selain itu, Tavares juga menyinggung kepemimpinan wasit Nendi Rohaendy yang dinilainya kurang konsisten dalam memberikan hukuman kartu.

“Menurut saya, wasit sangat mudah memberikan kartu kuning kepada kami tapi sangat sulit kepada tim lawan,” imbuhnya.

Pesan Tegas Jelang Lawan Bali United

Kini menatap laga selanjutnya, pekan ke-20 Super League 2025-2026, klub berjuluk Bajul Ijo itu akan melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Sabtu (7/2/2026) mendatang.

Bernardo Tavares menekankan pentingnya memperbaiki kecepatan transisi dan aliran bola.

Ia menilai permainan Persebaya masih terlalu lambat, sehingga mudah dibaca dan diantisipasi lawan. Dengan analogi sederhana, ia meminta Francisco Rivera dkk mengubah cara bermainnya.

Baca juga: Performa Persebaya Meningkat, Tavares Berkelakar Soal Mourinho

“Kami perlu memindahkan bola lebih cepat. Jangan jadi tukang pos, tapi kirim email, dulu kita pakai tukang pos untuk menyampaikan pesan, sekarang bisa pakai email, jauh lebih cepat,” ujar pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Sebab keputusan yang terlalu lama, termasuk menggiring bola berlebihan, justru membuat Persebaya kehilangan momentum.

“Jadi kami harus mengoper bola lebih cepat dan tidak terlalu lama menggiring bola,” pungkasnya.

Tag:  #tavares #minta #persebaya #main #lebih #cepat #jangan #jadi #tukang

KOMENTAR