Bank Indonesia Gabung Proyek Nexus, BI-Fast Siap Terhubung Pembayaran Singapura hingga India
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/4/2025). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)
15:44
3 Februari 2026

Bank Indonesia Gabung Proyek Nexus, BI-Fast Siap Terhubung Pembayaran Singapura hingga India

- Bank Indonesia (BI) resmi bergabung dengan bank sentral dari Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan India dalam proyek Nexus.

Proyek yang diinisiasi oleh Bank for International Settlements (BIS) pada 2021 ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran pembayaran antarnegara dengan menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik (Instant Payment Systems).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI yang sebelumnya berpartisipasi sebagai special observer, kini akan berpartisipasi secara penuh sebagai anggota Nexus dan akan mengembangkan sistem pembayaran instan, BI FAST, untuk dapat terhubung dengan Nexus.

Interkoneksi BI-FAST dengan Nexus diharapkan memperkuat efisiensi dan keterjangkauan transaksi lintas negara, serta memperkuat inklusi keuangan.

Baca juga: Simak Tips Aman Bertransaksi Menggunakan BI Fast

"Penguatan konektivitas ini diharapkan akan mewujudkan pembayaran antar negara yang lebih efisien dan terjangkau sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/2026).

Dia menjelaskan, keikutsertaan BI dalam Nexus merupakan langkah strategis untuk menyediakan solusi pembayaran antarnegara yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia.

Selain itu, konektivitas pembayaran antarnegara yang semakin terpadu dan tanpa hambatan juga dapat meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara di kawasan.

"Indonesia merupakan salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal utama pekerja migran maupun sebagai penerima remitansi," ucapnya.

Lebih lanjut Perry menjelaskan, inisiatif ini dilakukan untuk mendukung kepentingan nasional dengan menjaga kedaulatan dan akan memastikan proses kliring dan setelmen transaksi domestik tetap dilakukan di dalam negeri.

Penguatan konektivitas ini diharapkan akan mewujudkan pembayaran antar negara yang lebih efisien dan terjangkau sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan berkelanjutan.

"Ke depan, BI akan terus memperluas jaringan pembayaran antarnegara melalui penguatan kolaborasi dengan bank sentral dan otoritas terkait di berbagai yurisdiksi," tuturnya.

Untuk diketahui, langkah ini merupakan bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 dan sejalan dengan kerangka Regional Payment Connectivity yang dicanangkan ASEAN pada 2022.

Baca juga: OJK Periksa Ketahanan Siber Seluruh BPD Usai Kasus Peretasan BI Fast

Tag:  #bank #indonesia #gabung #proyek #nexus #fast #siap #terhubung #pembayaran #singapura #hingga #india

KOMENTAR