Mengenal Terapi Semaglutide untuk Atasi Obesitas, Apakah Aman?
– Terapi Semaglutide kini dikenal sebagai solusi medis untuk membantu mengatasi obesitas, terutama bagi individu yang kesulitan mengendalikan rasa lapar. Terapi dalamn bentuk obat ini dinilai mampu menekan nafsu makan dan membantu pengaturan porsi makan secara lebih terkontrol.
Namun, seiring popularitasnya, muncul pula pertanyaan penting di masyarakat: seberapa aman terapi Semaglutide untuk penurunan berat badan?
Obesitas tidak hanya berkaitan dengan kelebihan berat badan, tetapi juga berhubungan erat dengan gangguan metabolik dan kondisi psikologis. Secara medis, penderita obesitas cenderung lebih cepat merasa lapar dan sulit merasakan kenyang, sehingga asupan kalori mudah berlebihan.
Jika tidak diimbangi perubahan gaya hidup, kondisi ini dapat memicu berbagai penyakit kronis. Karena itu, selain perubahan perilaku jangka panjang, intervensi medis sering dibutuhkan untuk membantu mengendalikan nafsu makan pada fase awal penurunan berat badan.
Semaglutide bekerja dengan mengaktifkan reseptor glucagon-like peptide-1 (GLP-1), hormon yang berperan dalam pengaturan gula darah dan sinyal kenyang di otak. Melalui mekanisme ini, Semaglutide membantu memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan rasa kenyang lebih lama, sehingga keinginan makan berlebihan dapat ditekan.
Sebagai bagian dari pendekatan medis terstruktur, LIGHThouse Clinic menghadirkan program SemaSlim yang memanfaatkan injeksi Semaglutide untuk pasien obesitas. Program ini ditujukan bagi mereka yang mengalami kesulitan mengontrol nafsu makan dan dijalankan dengan pendampingan dokter serta ahli gizi, sehingga tidak sekadar berfokus pada pemberian obat.
Dari sisi keamanan, Semaglutide telah mendapatkan pengakuan dari otoritas kesehatan internasional. Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat dan National Institute for Health and Care Excellence (NICE) di Inggris Raya menyatakan obat ini aman dan efektif untuk pengendalian berat badan.
Di Indonesia, Semaglutide juga telah memperoleh izin edar dari FDA yang kemudian diikuti oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Mei dan Juni 2025. Meski demikian, penggunaannya tetap harus berada di bawah pengawasan medis, disertai pola makan rendah kalori dan aktivitas fisik teratur.
Berbagai studi klinis menunjukkan bahwa Semaglutide tidak hanya membantu penurunan berat badan secara signifikan, tetapi juga memperbaiki profil metabolik. Manfaat tersebut mencakup pengendalian gula darah, tekanan darah, dan kolesterol, serta memberikan efek perlindungan terhadap kesehatan jantung dan ginjal pada pasien obesitas.
“Program SemaSlim dirancang sebagai program penurunan berat badan yang komprehensif, bukan sekadar injeksi. Dengan skrining ketat, dosis yang dipersonalisasi, pendampingan ahli gizi, dan pemantauan rutin, kami memastikan proses penurunan berat badan berjalan aman dan berkelanjutan,” ujar Anna Yesito Wibowo, Chief Medical Officer LIGHT Group, Rabu (14/1).
Hal senada disampaikan Dr. Guadelupe Maria Melissa, Certified Obesity & Weight Management Consultant LIGHT Group. Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian terapi dalam program SemaSlim dilakukan di bawah pengawasan medis ketat.
Pasien menjalani penilaian kesehatan menyeluruh, mendapatkan rekomendasi dosis sesuai kondisi masing-masing, serta panduan pola makan yang dirancang khusus oleh ahli gizi.
Selain itu, pasien juga mengikuti evaluasi rutin bersama tim LIGHTexpert yang terdiri dari dokter dan ahli gizi. Evaluasi ini bertujuan memastikan progres penurunan berat badan tetap sesuai target, sekaligus menyesuaikan dosis dan pola makan agar hasil yang dicapai optimal dan aman dalam jangka panjang.
Tag: #mengenal #terapi #semaglutide #untuk #atasi #obesitas #apakah #aman