BPJS Kesehatan Sebut Peserta Program JKN Capai 98,62 Persen dari Penduduk RI
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti dalam acara Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026, Selasa (27/1/2026).(KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI)
22:20
27 Januari 2026

BPJS Kesehatan Sebut Peserta Program JKN Capai 98,62 Persen dari Penduduk RI

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melaporkan, jumlah kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 282,7 juta jiwa hingga akhir 2025.

Jumlah tersebut setara dengan kurang lebih 98,62 persen dari total penduduk Indonesia.

Dengan demikian, jumlah masyarakat yang belum terdaftar dalam JKN ada sebanyak 1,38 persen.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menjelaskan, dari jumlah tersebut, tingkat kepesertaan aktif masyarakat tercatat sebesar 81,45 persen.

"Capaian tersebut sekaligus melampaui target nasional yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029," ujar dia dalam acara Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026.

Baca juga: Kementerian Teken MoU, Kopdes Merah Putih Didorong Masuk Ekosistem JKN

Sedikit catatan, target cakupan peserta JKN pada 2025 adalah sebanyak 98,6 persen dengan cakupan peserta aktif mencapai 80 persen.

Sementara itu, pada 2029, cakupan peserta JKN diharapkan telah menyentuh level 99 persen dengan cakupan peserta aktif mencapai 83,5 persen. "Dan mencakup seluruh masyarakat Indonesia pada 2030," imbuh dia.

BPJS Kesehatan sendiri baru saja memberikan penghargaan untuk kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dalam memberikan perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Selasa (27/1/2026). Sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota menerima penghargaan pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026.

Ghufron menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektoral dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.

Menurut dia, program JKN menjadi instrumen negara dalam memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang adil dan merata.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintah daerah.

Ia menambahkan, peran kepala daerah memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan tersebut, khususnya dalam mendorong penduduk untuk terdaftar dan memastikan keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah.

Ghufron berpandangan, ketika kepala daerah memiliki komitmen yang kuat, maka perlindungan kesehatan masyarakat dapat diwujudkan secara lebih merata.

"Sejalan dengan agenda pembangunan Global Sustainable Development Goals Tahun 2030, Indonesia menempatkan Universal Health Coverage sebagai salah satu indikator utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera," terang Ghufron.

Sedikit catatan, komitmen tersebut diwujudkan melalui Program JKN yang menjadi indikator pencapaian target SDGs 3.8, dengan tujuan mencakup seluruh penduduk pada tahun 2030.

Lebih lanjut, Ghufron menjabarkan, capaian UHC tidak hanya berdampak pada meningkatnya akses layanan kesehatan, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kesejahteraan sosial.

Ghufron menyebut, berdasarkan penelitian LPEM FEB UI pada tahun 2025, daerah yang telah mencapai UHC memiliki tingkat kesakitan yang lebih rendah, akses pelayanan yang lebih baik, serta penurunan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga.

Baca juga: BPJS Kesehatan Beri Penghargaan untuk Kepala Daerah yang Dukung Program JKN

Tag:  #bpjs #kesehatan #sebut #peserta #program #capai #9862 #persen #dari #penduduk

KOMENTAR