Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
Ilustrasi Dengue
13:48
13 Januari 2026

Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?

Baca 10 detik
  • Hingga Desember 2025, Indonesia mencatat 139.298 kasus dengue, dan Kalimantan Utara melaporkan 735 kasus selama 2024.
  • Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memulai program vaksinasi dengue di Bulungan sebagai pelengkap strategi pengendalian komprehensif.
  • Tahap awal vaksinasi menargetkan 725 anak usia 9–13 tahun, didukung oleh Bio Farma dan Takeda Innovative Medicines.

Dengue masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Utara. Hingga 1 Desember 2025, Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 139.298 kasus dengue di Indonesia dengan Incidence Rate (IR) 49,16 per 100.000 penduduk dan kematian sebanyak 583 kasus atau Case Fatality Rate (CFR) 0,42 persen. 

Angka ini menunjukkan bahwa dengue belum hanya menjadi persoalan musiman, melainkan ancaman yang terus membayangi banyak wilayah, terutama daerah endemik seperti Kalimantan Utara.

Di provinsi termuda di Indonesia itu, dengue telah menyebar di seluruh wilayah. Sepanjang 2024, Kalimantan Utara mencatat 735 kasus dengue dengan IR mencapai 98,98 per 100.000 penduduk dan CFR 1,09 persen. 

Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus dan kematian tertinggi. Yang lebih mengkhawatirkan, hampir setengah dari total kasus terjadi pada kelompok usia anak. 

Sebanyak 46,81 persen kasus sepanjang 2024 terjadi pada kelompok usia 6–14 tahun, dan tren penularan pada kelompok usia ini masih terus meningkat hingga Juli 2025.

Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk memperkuat strategi pengendalian dengue melalui pendekatan yang lebih komprehensif. 

Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama? (Dok. Istimewa) PerbesarKalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama? (Dok. Istimewa)

Salah satu langkah terbarunya adalah pelaksanaan program vaksinasi dengue yang diresmikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara dengan anggaran yang bersumber dari APBD. 

Program ini dilaksanakan di Kabupaten Bulungan, khususnya Kecamatan Tanjung Palas Utara, dengan pusat kegiatan di Balai Desa Panca Agung, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Puskesmas Tanjung Palas Utara, serta bermitra dengan PT Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Dr. H. Usman, SKM, M.Kes., menegaskan bahwa vaksinasi bukanlah langkah yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pengendalian dengue.

Ia mengatakan, Kalimantan Utara berkomitmen memperkuat pengendalian dengue secara berkelanjutan melalui upaya komprehensif yang sudah berjalan. 

Mulai dari penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, hingga memberikan penyuluhan kepada masyarakat seputar bahaya dengue. 

"Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, kita perlu mempertimbangkan pendekatan yang lebih inovatif. Karena itu, program vaksinasi dengue ini kami dorong sebagai strategi yang melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, khususnya untuk kelompok yang paling rentan,” kata dia.

Ia menambahkan Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan target bersama ‘Nol Kematian Akibat Dengue di Tahun 2030’. 

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, serta para mitra, Kalimantan Utara dapat mengambil langkah maju yang terukur dalam melindungi masyarakat dari dengue.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bulungan yang menjadi lokasi awal pelaksanaan vaksinasi. Bupati Bulungan, Syarwani, melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. H. Imam Sujono, M.AP., menegaskan bahwa vaksinasi hadir sebagai lapisan perlindungan tambahan di tengah meningkatnya risiko penularan. 

“Program vaksinasi dengue ini bukan untuk menggantikan upaya yang telah berjalan, melainkan sebagai lapisan perlindungan tambahan dalam menghadapi ancaman nyata demam berdarah yang semakin meningkat seiring kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas curah hujan yang mulai naik,” ucap dia.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan, di mana masyarakat tetap perlu disiplin menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak, sambil membangun perlindungan dari dalam tubuh melalui vaksinasi.

Pelaksanaan vaksinasi di Bulungan menandai dimulainya tahap implementasi yang konkret, terutama untuk melindungi anak-anak usia sekolah yang menjadi kelompok paling rentan. 

“Pelaksanaan program vaksinasi dengue di Bulungan menjadi momen penting, karena menandai dimulainya tahap implementasi yang konkret untuk melindungi anak-anak usia sekolah yang termasuk kelompok rentan,” ujarnya, 

Ia menjelaskan bahwa tahap awal akan menyasar 725 anak usia 9–13 tahun dari sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama di Kecamatan Tanjung Palas Utara, dengan prosedur yang mencakup skrining kesehatan, vaksinasi oleh tenaga terlatih, hingga observasi pascaimunisasi.

Dari sisi penyedia vaksin, PT Bio Farma menyatakan komitmennya dalam memperluas akses vaksin dengue di Indonesia. 

Presiden Direktur PT Bio Farma, Shadiq Akasya, mengatakan, sebagai bagian dari upaya aktif memerangi dengue di Indonesia, Bio Farma terus mendorong perluasan akses vaksin dengue, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga melalui berbagai jalur layanan dan perangkat negara, termasuk pemerintah daerah.

“Melalui dukungan pada program publik seperti yang dimulai oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Bulungan ini, kami berharap lebih banyak masyarakat bisa mendapatkan manfaat perlindungan terhadap virus dengue,”

Komitmen serupa juga ditegaskan oleh PT Takeda Innovative Medicines sebagai mitra global dalam penyediaan vaksin. Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menyampaikan, pihaknya mengapresiasi kepemimpinan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang menjadi pelopor pelaksanaan vaksinasi dengue di Kalimantan Utara. 

"Inisiatif ini menambah daftar 11 wilayah di Indonesia yang telah menerapkan program vaksinasi publik untuk melindungi anak-anak dari dengue,” ujar dia.

Ia juga mengingatkan bahwa dengue bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga beban ekonomi dan sosial yang besar. Dengue memberikan beban besar bagi Indonesia, tidak hanya pada sistem kesehatan, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. 

"Pada tahun 2024, BPJS Kesehatan mencatat lebih dari satu juta rawat inap akibat dengue, dengan biaya mendekati Rp3 triliun,” ujarnya, seraya menegaskan komitmen Takeda untuk terus menjadi mitra jangka panjang dalam upaya pencegahan dengue di Indonesia.

Dengan tingginya angka kasus, luasnya wilayah endemik, dan meningkatnya penularan pada anak-anak, dengue masih menjadi tantangan serius bagi Kalimantan Utara. 

Pelaksanaan vaksinasi dengue yang kini mulai dijalankan di Bulungan menjadi langkah penting dalam memperkuat perlindungan masyarakat dan menegaskan upaya daerah ini untuk tidak lagi hanya bereaksi terhadap wabah, tetapi bergerak menuju pencegahan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

Editor: Dinda Rachmawati

Tag:  #kalimantan #utara #mulai #vaksinasi #dengue #massal #kenapa #anak #jadi #sasaran #utama

KOMENTAR