Rambut Beruban Ternyata Berkaitan dengan Cara Alami Tubuh Menekan Risiko Kanker
Ilustrasi uban di usia muda. Rambut beruban ternyata bukan sekadar tanda penuaan, melainkan bisa mencerminkan cara alami tubuh menghentikan sel rusak yang berpotensi berkembang menjadi kanker.(Shutterstock/Pixel-Shot)
16:06
11 Januari 2026

Rambut Beruban Ternyata Berkaitan dengan Cara Alami Tubuh Menekan Risiko Kanker

Rambut beruban selama ini sering dianggap sekadar tanda penuaan, tetapi penelitian terbaru menunjukkan proses ini bisa berkaitan dengan cara tubuh melindungi diri dari risiko kanker, khususnya melanoma atau kanker kulit.

Temuan tersebut berasal dari studi peneliti The University of Tokyo yang dipublikasikan di jurnal Nature Cell Biology pada Oktober 2025, dengan fokus pada respons sel punca pigmen rambut terhadap kerusakan DNA.

Bagaimana rambut bisa berubah menjadi uban

Warna rambut ditentukan oleh pigmen melanin yang diproduksi oleh sel bernama melanosit.

Sel-sel ini berasal dari melanocyte stem cells atau sel punca pigmen yang berada di folikel rambut.

Dalam kondisi normal, sel punca ini terus membelah setiap siklus pertumbuhan rambut untuk menjaga warna rambut tetap sama.

Namun, seiring waktu atau akibat paparan faktor lingkungan seperti radiasi dan zat kimia, DNA di dalam sel tersebut bisa mengalami kerusakan.

“Ketika sel punca pigmen mengalami kerusakan DNA dan mencapai batas aman pembelahan, mereka akan berhenti berkembang. Akibatnya, produksi pigmen terhenti dan rambut menjadi beruban,” kata Dot Bennett, ahli biologi sel dari City St George’s, University of London, seperti dikutip dari Live Science.

Pilihan sel saat mengalami kerusakan DNA

Ilustrasi uban. Rambut beruban ternyata bukan sekadar tanda penuaan, melainkan bisa mencerminkan cara alami tubuh menghentikan sel rusak yang berpotensi berkembang menjadi kanker.Shutterstock Ilustrasi uban. Rambut beruban ternyata bukan sekadar tanda penuaan, melainkan bisa mencerminkan cara alami tubuh menghentikan sel rusak yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

Penelitian yang dipimpin Prof. Emi Nishimura dari The Institute of Medical Science, The University of Tokyo, menemukan bahwa sel punca pigmen memiliki dua jalur respons ketika menghadapi kerusakan DNA.

Pada paparan genotoksik tertentu, seperti radiasi, sel punca pigmen akan masuk ke proses yang disebut senescence-coupled differentiation.

Dalam proses ini, sel berhenti membelah, berdiferensiasi, lalu akhirnya hilang dari sistem. Dampaknya, rambut kehilangan pigmen dan berubah menjadi abu-abu.

Namun, mekanisme ini justru berfungsi sebagai sistem pertahanan.

“Ini adalah cara alami tubuh menyingkirkan sel yang berpotensi berbahaya sebelum berkembang menjadi kanker,” ujar Nishimura dalam keterangan resminya.

  • Jalur berisiko: Warna bertahan, kanker mengintai

Sebaliknya, saat sel punca pigmen terpapar karsinogen seperti sinar ultraviolet B atau zat kimia pemicu kanker, mekanisme perlindungan ini bisa dilewati.

Sel tetap bertahan dan terus membelah meskipun membawa kerusakan DNA.

Rambut mungkin tidak langsung beruban, tetapi kondisi ini meningkatkan risiko terbentuknya melanoma di kemudian hari.

“Rambut yang tidak beruban bukan selalu tanda kondisi lebih sehat. Dalam konteks tertentu, itu justru bisa berarti sel rusak lolos dari sistem pengaman tubuh,” jelas Nishimura.

Uban bukan pencegah kanker

Meski menunjukkan hubungan biologis yang menarik, para peneliti menegaskan bahwa rambut beruban bukanlah cara tubuh mencegah kanker secara langsung.

Uban hanya menjadi tanda bahwa sel-sel yang berpotensi berbahaya telah dihentikan perkembangannya.

“Rambut beruban tidak mencegah kanker, tetapi mencerminkan mekanisme perlindungan yang aktif di tingkat sel,” tulis tim peneliti dalam Nature Cell Biology.

Perlu dicatat, penelitian ini masih dilakukan pada model hewan sehingga dibutuhkan riset lanjutan untuk memastikan mekanisme yang sama terjadi pada manusia.

Temuan ini memberi makna baru pada proses penuaan.

Rambut beruban bukan sekadar soal usia atau estetika, tetapi bisa mencerminkan bagaimana tubuh menjaga keseimbangan antara regenerasi sel dan pencegahan kanker.

Bagi peneliti, studi ini membuka peluang untuk memahami lebih jauh hubungan antara penuaan dan kanker.

Sementara bagi masyarakat, hasil riset ini mengingatkan bahwa perubahan alami pada tubuh sering kali merupakan bagian dari sistem perlindungan yang kompleks dan cerdas.

Tag:  #rambut #beruban #ternyata #berkaitan #dengan #cara #alami #tubuh #menekan #risiko #kanker

KOMENTAR