7 Tanda Samar Gangguan Pendengaran
- Meski terkesan tidak terkait, tetapi menjaga kesehatan indera pendengaran berarti juga menjaga kemampuan kognitif. Hal itu juga dikuatkan oleh sebuah studi tahun 2023 yang menyebut bahwa orang dewasa lanjut usia yang memiliki gangguan pendengaran yang tidak diobati, memiliki prevalensi demensia lebih dari 60 persen.
Gangguan pendengaran bisa dicegah agar tidak bertambah parah dengan mengenali tanda-tanda kehilangan pendengaran, yang sering kali muncul tanpa disadari.
Ragam tanda gangguan pendengaran yang sering tidak disadari
1. Frekuensi meminta pengulangan ucapan meningkat
Merupakan hal yang lumrah jika kita sesekali melewatkan apa yang dikatakan orang lain, sehingga kamu tidak perlu merasa cemas. Namun, patut dicurigai jika kamu sangat sering meminta lawan bicara untuk mengulangi perkataannya.
“Hal ini cenderung muncul dalam bentuk ucapan, ‘Maaf, apa tadi?’ dan orang-orang biasanya menyalahkannya karena sedang tidak fokus. Padahal, itu bisa menjadi tanda awal bahwa kejelasan suara telah hilang,” ujar audiolog senior di hear.com, Rachel Artsma.
Baca juga: Jangan Sepelekan Gangguan Pendengaran, Bisa Tingkatkan Risiko Demensia
2. Kesulitan menyimak di lingkungan yang ramai
Bagi individu yang mengalami gangguan pendengaran, membedakan satu suara dari suara lainnya di tempat yang bising dan penuh sesak, akan terasa sangat berat.
Mereka rentan salah menangkap maksud atau sama sekali tidak bisa mendengar ucapan orang lain.
“Restoran yang ramai atau acara kumpul keluarga terasa lebih sulit diikuti, meskipun kamu bisa mendengar suara,” tutur Artsma.
“Memilah ucapan menjadi tantangan tersendiri karena otak bekerja lebih keras untuk mengisi celah suara yang hilang," sambung dia.
Baca juga: Penyebab Gendang Telinga Pecah dan Efeknya pada Pendengaran
3. Volume TV atau ponsel yang dirasa terlalu kencang oleh orang lain
Artsma menyebutkan bahwa tanda ini sangat sering terjadi. Menariknya, orang-orang di sekitar biasanya akan menyadari hal ini lebih dulu sebelum penderitanya menyadari perilaku mereka sendiri.
4. Muncul anggapan bahwa setiap orang berbicara seperti bergumam
Indikasi samar lainnya adalah ketika kamu mulai merasa atau berkomentar bahwa semua orang sekarang berbicara terlalu pelan.
“Masalah sebenarnya adalah kehilangan suara bernada tinggi yang memberikan kejelasan pada ucapan,” jelas Artsma.
Baca juga: Sering Pakai Headset? Kenali Gejala Gangguan Pendengaran Sejak Dini Sebelum Terlambat
5. Kendala dalam memahami percakapan di telepon
Dalam berkomunikasi, kita tidak hanya mengandalkan suara, tetapi juga gerakan tubuh. Sayangnya, aspek visual ini tidak tersedia saat kita menelepon.
Jika kamu bisa mendengar orang secara langsung, tetapi kesulitan saat melalui telepon, hal ini patut diwaspadai.
“Tanpa petunjuk visual, seperti gerakan bibir dan ekspresi wajah, akan semakin terasa bahwa kata-kata yang diucapkan tidak sejelas dulu,” kata Artsma.
6. Merasa sangat lelah setelah mendengarkan orang lain
Artsma mengungkapkan, individu dengan gangguan pendengaran perlu menguras lebih banyak tenaga hanya untuk bisa terlibat dalam sebuah percakapan, dan hal ini sangat menguras energi.
“Kamu mungkin menyadari bahwa kamu merasa lemas setelah rapat atau percakapan karena otak bekerja keras untuk mengisi apa yang dilewatkan oleh telingamu,” papar dia.
Baca juga: Sosok Nathania, Teman Tuli yang Dirikan Penerbit dan Toko Buku Anak Ramah Disabilitas
7. Kecenderungan untuk menarik diri dari pergaulan
Artsma menuturkan, sikap mengisolasi diri atau lebih sering menolak ajakan pertemuan sosial, bisa menjadi pertanda banyak hal, termasuk depresi. Namun, yang sering kali terabaikan adalah bahwa hal ini bisa dipicu oleh gangguan pendengaran.
“Mereka mendapati diri mereka menjauh dari percakapan atau menghindari lingkungan kelompok karena membutuhkan usaha yang sangat besar untuk mengikutinya," jelas dia.
Apa yang harus dilakukan?
Langkah utama dan paling mendasar yang disarankan jika menemukan atau mengalami tanda-tanda di atas adalah segera melakukan evaluasi pendengaran secara profesional.
Jangan meremehkan gejala yang kamu rasakan. Sebab, rata-rata orang baru mencari bantuan setelah delapan hingga sepuluh tahun mengalami gangguan pendengaran. Keterlambatan ini sangat disayangkan karena penanganan akan jauh lebih mudah di fase awal.
Baca juga: Efek Jangka Panjang Paparan Suara Bising di Sekitar pada Mental
Jika ternyata kamu membutuhkan alat bantu dengar, rasa cemas dan mungkin malu adalah hal yang manusiawi. Namun, ketahuilah bahwa teknologi medis saat ini sudah sangat berkembang.
“Teknologi saat ini jauh lebih tersembunyi, nyaman, dan personal daripada yang disadari kebanyakan orang, sehingga orang-orang sering kali merasa lega setelah mereka menjelajahi pilihan yang ada,” ujar Artsma.