Perusahaan RI dan AS Garap Industri Semikonduktor di Batam, Bisa Serap 5.000 Pekerja Terampil
- Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi memulai babak baru kerja sama di industri berteknologi tinggi, yakni pengembangan semikonduktor di Galang, Batam.
Nilai investasi dari proyek itu mencapai 4,89 miliar dollar AS atau setara Rp 82 triliun (kurs Rp 16.800 per dollar AS). Adapun potensi tambahan investasi selanjutnya hingga 26,7 miliar dollar AS.
Investasi itu diperkirakan bisa menciptakan sekitar 5.000 tenaga kerja terampil, sekaligus mempercepat transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional.
Pekerjaan yang tercipta akan berfokus pada bidang rekayasa, manufaktur wafer, teknologi material maju, serta sistem energi generasi baru yang memiliki nilai tambah tinggi dan dampak jangka panjang bagi daya saing industri nasional.
Baca juga: MBG Disebut Serap 987.000 Tenaga Kerja, 40.000 UMKM Ikut Bergerak
Pekerjaan yang tercipta akan berfokus pada bidang rekayasa, manufaktur wafer, teknologi material maju, serta sistem energi generasi baru yang memiliki nilai tambah tinggi dan dampak jangka panjang bagi daya saing industri nasional.
Kemitraan kedua negara ditandai dengan penandatanganan perjanjian bisnis (JDA) antara PT Galang Bumi Industri dengan sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat (AS), termasuk Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation USA.
Penandatangan disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto di kantor US Chamber & Commerce pada Rabu (18/2/2026).
Galang Bumi Industri merupakan pengelola Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pengembangan ekosistem semikonduktor masuk dalam strategi nasional untuk memperdalam struktur industri dan meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai global.
Dalam konteks itu, Indonesia diyakini tidak lagi diposisikan hanya sebagai pasar teknologi, tetapi sebagai basis produksi dan pengembangan teknologi strategis.
“JDA ini bukan sekadar investasi finansial. Ini adalah bagian dari reposisi strategis Indonesia dalam arsitektur industri global. Kita ingin memastikan Indonesia menjadi bagian dari rantai nilai semikonduktor dunia, memperkuat kemandirian industri, dan meningkatkan daya tawar dalam rantai pasok global,” ujar Menko Airlangga lewat keterangan pers, Rabu (25/2/2026).
Adapun, ruang lingkup kerja sama mencakup, namun tidak terbatas pada investasi dan pengembangan infrastruktur manufaktur, perluasan inisiatif energi terbarukan dan proyek industri hijau, program pengembangan tenaga kerja dan strategi penciptaan lapangan kerja, penelitian dan pengembangan bersama dalam teknologi mutakhir.
Perusahaan mitra dari Amerika Serikat memiliki spesialisasi dalam proses plasmonik inovatif untuk memproduksi wafer ingot dan sel surya, serta mengintegrasikan teknologi amplifikasi energi canggih, termasuk pengembangan teknologi penyalaan fusi dan berbagai sumber energi berkelanjutan generasi baru lainnya.
Lebih jauh, kolaborasi itu juga membuka akses Indonesia terhadap teknologi frontier, sekaligus mempercepat penguatan ekosistem inovasi nasional.
Baca juga: Prabowo ke APINDO: Industri Diminta Lebih Nyata Serap Tenaga Kerja
Tag: #perusahaan #garap #industri #semikonduktor #batam #bisa #serap #5000 #pekerja #terampil