Dokter Jelaskan Dampak Psikologis Pubertas Dini pada Anak yang Perlu Diketahui
Pubertas dini tidak hanya memengaruhi perkembangan fisik anak, tetapi juga dapat berdampak signifikan pada kesejahteraan psikologis mereka, termasuk meningkatkan risiko perundungan di sekolah.
Profesor Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus ahli endokrinologi anak, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp. End., FAAP, FRCPI (Hon.), menjelaskan bahwa pubertas dini pada anak membawa perubahan besar yang sering kali membuat mereka merasa terasing dari teman-temannya yang seusia.
Perubahan fisik yang terjadi terlalu cepat
Menurut Prof. Aman Pulungan, pubertas dini menyebabkan anak mengalami perubahan fisik yang lebih cepat dibandingkan teman sebaya mereka, yang sering kali membuat mereka merasa canggung atau berbeda.
“Anak yang mengalami pubertas dini sering kali merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang berkembang lebih cepat, seperti pembesaran payudara pada anak perempuan atau pembesaran testis pada anak laki-laki,” ujarnya saat diwawancarai Kompas.com pada Selasa (6/1/2026).
Perasaan terasing ini bisa memengaruhi rasa percaya diri anak, terutama dalam interaksi sosial mereka dengan teman sebaya.
Psikologis yang tertekan akibat pubertas dini
Ilustrasi anak menangis. Pubertas dini dapat memengaruhi psikologis anak, meningkatkan kecemasan, dan rentan menyebabkan perundungan di sekolah, yang memerlukan perhatian orangtua dan sekolah.
Perubahan fisik yang tidak sesuai usia ini dapat menyebabkan anak merasa tidak siap secara emosional dan psikologis, yang dapat memicu kecemasan, kebingungan, dan stres.
“Anak yang baru berusia 8 atau 9 tahun sudah mengalami haid atau perubahan tubuh lainnya, mereka mungkin merasa bingung dan tertekan,” katanya.
Perasaan tersebut bisa mengarah pada penurunan kualitas hidup mereka, termasuk menurunnya harga diri dan rasa percaya diri di lingkungan sosial.
Risiko perundungan di sekolah
Prof. Aman Pulungan juga menyoroti bahwa anak yang mengalami pubertas dini lebih rentan menjadi sasaran perundungan di sekolah.
“Perubahan fisik yang cepat bisa menyebabkan anak menjadi target perundungan, karena teman-teman sebayanya belum mengalami perubahan yang sama,” ujarnya.
Anak yang lebih tinggi atau memiliki bentuk tubuh yang lebih dewasa dibandingkan teman sekelasnya seringkali menjadi sasaran ejekan atau perundungan yang dapat merusak kepercayaan diri mereka.
Peran orangtua dalam menangani dampak psikologis
Prof. Aman Pulungan menekankan pentingnya peran orangtua dalam memberikan dukungan emosional bagi anak yang mengalami pubertas dini.
“Orangtua harus memberi pengertian pada anak bahwa perubahan fisik yang mereka alami adalah hal yang normal, meskipun terjadi lebih cepat daripada teman-temannya,” katanya.
Komunikasi yang terbuka dan dukungan emosional dapat membantu anak menghadapi perubahan ini dengan lebih positif dan percaya diri.
Selain dukungan dari orangtua, ia juga menyarankan agar anak yang mengalami pubertas dini mendapatkan bantuan dari psikolog jika merasa kesulitan untuk menghadapinya.
“Bila anak merasa stres atau cemas, mereka bisa berkonsultasi dengan psikolog atau konselor sekolah untuk membantu mereka mengelola perasaan dan kecemasan,” ujarnya.
Pendekatan psikologis ini dapat membantu anak belajar mengelola perasaan dan meningkatkan kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan perubahan fisik yang mereka alami.
Pentingnya edukasi untuk teman sebaya
Tidak hanya orangtua, tetapi juga teman-teman sekelas anak perlu mendapatkan edukasi tentang pubertas dini untuk mengurangi kemungkinan perundungan.
“Sekolah dapat berperan dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pubertas dini, agar mereka lebih peka dan tidak melakukan perundungan terhadap teman yang mengalami perubahan lebih cepat,” kata Prof. Aman Pulungan.
Edukasi semacam ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi anak-anak yang mengalami pubertas dini.
Dengan deteksi dini dan dukungan yang tepat dari orangtua, sekolah, serta tenaga medis, anak yang mengalami pubertas dini dapat melewati fase ini dengan lebih baik secara psikologis.
Prof. Aman Pulungan mengingatkan bahwa pemahaman dan komunikasi yang baik sangat penting untuk mengurangi dampak psikologis negatif dan risiko perundungan, sehingga anak dapat berkembang dengan sehat dan percaya diri meskipun mengalami pubertas lebih awal.
Tag: #dokter #jelaskan #dampak #psikologis #pubertas #dini #pada #anak #yang #perlu #diketahui