Survei Ipsos Petakan Persaingan e-Wallet 2026, Siapa Unggul?
Survei Ipsos(KOMPAS.COM /KIKI SAFITRI)
21:40
23 Februari 2026

Survei Ipsos Petakan Persaingan e-Wallet 2026, Siapa Unggul?

Dalam studi terbaru Ipsos Indonesia bertajuk Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape, menunjukkan dompet digital semakin terintegrasi dalam kebutuhan transaksi harian.

Mayoritas responden menggunakan dompet digital untuk belanja online (86 persen), pembelian makanan dan minuman (77 persen), pembayaran tagihan rutin seperti listrik dan internet (69 persen), serta transfer ke rekening bank (68 persen).

Di tengah pertumbuhan pesat tersebut, ruang kompetisi semakin terbuka bagi para pemain utama seperti ShopeePay, GoPay, DANA, dan OVO untuk terus menghadirkan inovasi melalui promo, penguatan fitur, hingga pengembangan ekosistem layanan.

Dalam survei ini, ShopeePay tercatat memimpin di sejumlah indikator utama. Pertama, pada indikator merek yang paling pertama diingat (Top of Mind), 41 persen responden memilih ShopeePay. Posisi berikutnya ditempati DANA (26 persen), GoPay (23 persen), OVO (8 persen), dan lainnya (2 persen).

Baca juga: Survei Ipos: E-wallet Jadi Gaya Hidup karena Simpel dan Aman

Pada indikator penggunaan dalam tiga bulan terakhir, ShopeePay juga berada di posisi teratas dengan 91 persen, disusul GoPay (67 persen), DANA (67 persen), dan OVO (44 persen).

Dari sisi frekuensi transaksi bulanan, rata-rata responden melakukan 23 kali transaksi per bulan menggunakan ShopeePay, lebih tinggi dibanding kompetitor lainnya. Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma, mengatakan peta persaingan dompet digital telah berubah signifikan.

“Peta persaingan dompet digital kini berevolusi dari sekadar meningkatkan awareness menjadi perlombaan membangun ekosistem digital yang terintegrasi,” ujar Andi secara virtual, Senin (23/2/2026).

“Preferensi pengguna tidak lagi hanya soal siapa yang paling dikenal, tetapi siapa yang paling mampu hadir mulus di setiap titik sentuh kehidupan finansial masyarakat,” tambah Andi.

Adapun keputusan masyarakat dalam memilih dompet digital tidak hanya ditentukan oleh satu aspek, melainkan kombinasi antara promosi, integrasi layanan, jangkauan merchant, hingga kemudahan dan keamanan aplikasi.

Dari sisi promosi, persaingan yang ketat membuat strategi insentif tetap menjadi daya tarik utama. Tiga jenis promo yang paling diminati responden adalah gratis biaya administrasi (79 persen), cashback (71 persen), serta diskon atau potongan harga (66 persen).

Dalam aspek gratis biaya admin, ShopeePay dinilai paling unggul dengan 56 persen, diikuti DANA, GoPay, dan OVO. Pada kategori cashback yang paling sering ditawarkan, ShopeePay kembali memimpin dengan 63 persen, disusul GoPay, DANA, dan OVO. Sementara dalam hal diskon merchant, ShopeePay menempati posisi pertama dengan 65 persen.

Namun, kompetisi tidak lagi semata bertumpu pada promosi. Integrasi layanan dalam satu ekosistem kini menjadi keunggulan strategis. Dompet digital yang terhubung dengan platform e-commerce dan layanan digital lain cenderung lebih sering digunakan karena menawarkan kemudahan dalam satu aplikasi.

Dalam konteks ini, ShopeePay tercatat sebagai dompet digital yang paling sering digunakan untuk transaksi online dengan persentase 68 persen, diikuti GoPay (17 persen), DANA (10 persen), dan OVO (2 persen).

Selain itu, jangkauan merchant turut menjadi pertimbangan penting. Penggunaan dompet digital kini semakin kuat di ranah offline melalui QRIS. Survei menunjukkan ShopeePay dinilai memiliki jaringan merchant terluas dengan 57 persen, disusul GoPay, DANA, dan OVO.

Untuk pembelian paket data dan pembayaran tagihan, ShopeePay juga memimpin dengan 53 persen, didorong oleh promo bebas biaya admin serta harga token listrik yang kompetitif.

Faktor fundamental lainnya adalah kemudahan penggunaan dan keamanan. Antarmuka aplikasi yang intuitif dan proses transaksi yang cepat menjadi elemen penting dalam pengalaman pengguna. Pada indikator kemudahan top-up, ShopeePay memimpin dengan 51 persen, diikuti GoPay (46 persen), DANA (45 persen), dan OVO (40 persen).

Sementara dari sisi keamanan, ShopeePay kembali memperoleh nilai tertinggi dengan 55 persen, mengungguli para pesaingnya. Menurut Andi, promosi memang menjadi pintu masuk dalam menarik pengguna.

Namun, dalam jangka panjang, keberhasilan sebuah dompet digital akan sangat ditentukan oleh kekuatan ekosistem, kemudahan penggunaan, keamanan, serta relevansinya dengan gaya hidup masyarakat.

“Promo memang menjadi pintu masuk utama. Namun dalam jangka panjang, integrasi ekosistem, kemudahan penggunaan, keamanan, dan relevansi terhadap gaya hidup akan menjadi faktor pembeda utama,” tegas Andi.

Tag:  #survei #ipsos #petakan #persaingan #wallet #2026 #siapa #unggul

KOMENTAR