KADIN Minta Presiden Batalkan Impor 105 Ribu Pick-Up untuk Kopdes Merah Putih
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie. (Istimewa).
21:20
23 Februari 2026

KADIN Minta Presiden Batalkan Impor 105 Ribu Pick-Up untuk Kopdes Merah Putih

- Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia meminta Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan rencana impor 105.000 unit mobil pick-up yang akan digunakan sebagai kendaraan niaga operasional Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih.

Langkah impor tersebut pun dinilai berpotensi melemahkan industri otomotif nasional yang saat ini sebenarnya dinyatakan mampu memenuhi kebutuhan kendaraan program tersebut dari dalam negeri.

“Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Presiden agar membatalkan rencana impor 105 ribu unit kendaraan niaga,” kata Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Industri Saleh Husin di Jakarta, Minggu (22/2).

Menurut KADIN, rencana mendatangkan kendaraan niaga dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) berpotensi menekan pertumbuhan industri otomotif nasional dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi domestik. Padahal, industri otomotif di dalam negeri telah menyatakan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan bagi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Saleh menegaskan bahwa kebijakan impor seharusnya selaras dengan arah industrialisasi pemerintah yang berfokus pada hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai tambah ekonomi nasional.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan industri nasional melalui regulasi yang tepat. “Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif yang sedang tumbuh,” kata Saleh.

Di sisi lain, pelaku industri menilai kapasitas produksi kendaraan pick-up nasional masih sangat memadai. Dengan total kapasitas produksi yang mencapai ratusan ribu unit per tahun dan belum dimanfaatkan secara optimal, serta tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen, industri otomotif nasional dinilai siap mendukung kebutuhan kendaraan untuk program tersebut, termasuk melalui jaringan layanan purna jual yang telah tersebar luas.

KADIN juga menilai pemerintah perlu memastikan kebijakan perdagangan tidak berjalan secara terpisah dari upaya penguatan sektor industri domestik. Sinkronisasi antar kementerian dinilai penting agar program pembangunan desa dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan industri otomotif nasional.

“Namun secara kebijakan industri, pemerintah tetap harus berhati-hati agar pembangunan koperasi desa tidak justru melemahkan utilisasi pabrik otomotif dalam negeri,” kata Saleh.

Lebih lanjut, KADIN menilai pemerintah masih memiliki ruang untuk merancang skema pengadaan yang lebih berpihak kepada industri dalam negeri, seperti dengan memprioritaskan kendaraan ber-TKDN tinggi, mendorong perakitan lokal, hingga membangun kemitraan dengan manufaktur domestik.

Adapun rencana impor kendaraan pick-up tersebut akan dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara yang berencana mendatangkan 105 ribu unit kendaraan dari India untuk mendukung operasional Kopdes.

Impor ini mencakup 35 ribu unit mobil pick-up 4×4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd., 35 ribu unit pick-up 4×4 dari Tata Motors, serta 35 ribu unit truk roda enam dari produsen yang sama, dengan pengiriman dilakukan secara bertahap sepanjang 2026.

 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #kadin #minta #presiden #batalkan #impor #ribu #pick #untuk #kopdes #merah #putih

KOMENTAR