Masih Simpan Password di Browser? Ini Bahaya yang Mengintai
- Menyimpan password di browser memang terasa praktis dan mudah. Tinggal klik "Simpan", dan seterusnya Anda tidak perlu repot mengetik ulang kata sandi setiap kali login.
Namun sebagaimana dirangkum KompasTekno dari MakeUseOf, kenyamanan itu menyimpan risiko keamanan yang kerap diabaikan.
Browser memang sudah jauh lebih aman dibanding sebelumnya, tapi ada celah yang tetap mengintai dan bisa dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab. Apa saja bahayanya? Selengkapnya berikut ini uraiannya.
Baca juga: Akun Bisa Dibobol meski Password Kuat, Ini Pentingnya 2FA
Mengapa menyimpan password di browser berisiko?
Browser mengasumsikan perangkat Anda aman
Masalah terbesar dari fitur penyimpanan password di browser adalah asumsi bahwa semua hal di sekitarnya sudah aman. Browser menaruh kepercayaan besar pada keamanan akun sistem operasi sebagai metode perlindungan utama.
Sebagian besar browser menampilkan password tersimpan setelah melewati autentikasi sistem seperti PIN Windows, Windows Hello, atau kata sandi macOS.
Metode non-biometrik semacam ini mudah dibobol, terutama jika Anda menggunakan kata sandi yang lemah dan mudah ditebak.
Belum lagi momen kelalaian seperti meninggalkan laptop tanpa dikunci di tempat umum, yang bisa membuka akses ke seluruh password tersimpan hanya dalam hitungan detik.
Malware tidak peduli seberapa kuat password Anda
Saran keamanan digital memang selalu menekankan pentingnya membuat password yang kuat dan unik untuk setiap akun. Namun masalahnya, penyerang modern semakin tidak membutuhkan password itu sendiri.
Malware pencuri informasi kini menjadi salah satu ancaman terbesar bagi pengguna browser, karena browser menyimpan jauh lebih banyak data berharga selain kata sandi, mulai dari cookie autentikasi, informasi pembayaran, hingga sesi browsing aktif.
Ancaman lain yang kerap diabaikan adalah pemantauan clipboard. Jika Anda menyalin password dari mana saja, malware yang sudah bersarang di sistem bisa mencurinya sebelum kata sandi itu sempat dimasukkan ke kolom login.
Ekstensi browser yang berbahaya atau telah disusupi juga memiliki akses signifikan terhadap semua aktivitas yang dilakukan browser.
Sinkronisasi browser bisa jadi celah keamanan
Salah satu keunggulan browser password manager adalah kemampuan sinkronisasi lintas perangkat. Namun justru di situlah celah muncul.
Password tersimpan kini tersebar di setiap perangkat yang terhubung ke akun browser yang sama.
Artinya, orang lain yang menggunakan perangkat tersebut bisa secara tidak sengaja mendapatkan akses ke seluruh kata sandi tersimpan, meski Anda sudah berhati-hati di perangkat utama.
Solusi yang lebih aman
Kendati demikian, menggunakan browser password manager tetap jauh lebih baik daripada tidak menggunakan pengelola kata sandi sama sekali.
Namun ada perbedaan penting yang perlu dipahami antara browser password manager dan aplikasi pengelola kata sandi khusus seperti Bitwarden, 1Password, atau Proton Pass.
Aplikasi pengelola kata sandi khusus menggunakan enkripsi zero-knowledge, artinya seluruh kata sandi dienkripsi langsung di perangkat pengguna sebelum dikirim ke server. Bahkan penyedia layanannya pun tidak bisa melihat isi password tersebut.
Berbeda dengan browser password manager yang mengikat vault langsung ke akun Google, Microsoft, atau Apple, sehingga keamanan kata sandi hanya akan setinggi keamanan akun yang digunakan.
Selain itu, fitur pemantauan kebocoran data juga menjadi keunggulan aplikasi pengelola kata sandi khusus.
Aplikasi semacam ini akan secara aktif memberi tahu pengguna ketika sebuah situs yang menyimpan kredensial mereka muncul dalam laporan kebocoran data, sehingga pengguna bisa segera mengganti kata sandi sebelum disalahgunakan.
Baca juga: Jangan Asal Bikin Password, Ikuti Panduan Ini biar Akun Tidak Mudah Dibobol
Tips jika tetap ingin pakai browser password manager
Jika Anda belum siap beralih ke aplikasi pengelola kata sandi khusus, setidaknya terapkan langkah-langkah berikut untuk meningkatkan keamanan:
- Aktifkan autentikasi dua faktor atau MFA di setiap akun yang mendukungnya
- Kunci perangkat dengan kata sandi yang kuat dan aktifkan penguncian otomatis saat tidak digunakan
- Hapus ekstensi browser yang sudah tidak aktif digunakan
- Selalu perbarui browser ke versi terbaru
- Periksa secara berkala perangkat mana saja yang tersinkronisasi dengan akun browser
- Gunakan passkey jika tersedia karena metode ini tidak memerlukan kata sandi sama sekali
Baca juga: Usai Gelombang Reset Password Mencurigakan, Instagram Nyatakan Akun Pengguna Aman
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #masih #simpan #password #browser #bahaya #yang #mengintai