Bukan Virus Baru, Ini Penjelasan Kemenkes soal Super Flu yang Masuk Indonesia
Ilustrasi flu. Varian influenza A(H3N2) subclade K yang disebut super flu telah terdeteksi di Indonesia, namun Kemenkes menegaskan situasinya masih terkendali dengan gejala serupa flu musiman.(Freepik)
15:06
7 Januari 2026

Bukan Virus Baru, Ini Penjelasan Kemenkes soal Super Flu yang Masuk Indonesia

Istilah super flu belakangan ramai digunakan publik untuk menggambarkan super flu virus influenza A (H3N2) subclade K yang dinilai lebih cepat menular dan menimbulkan gejala lebih berat, meski istilah tersebut tidak dikenal secara resmi dalam dunia medis.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa super flu influenza hanyalah sebutan awam untuk varian influenza yang sedang mendominasi peredaran global saat ini, bukan jenis virus baru yang lebih mematikan.

Data kasus terbaru super flu di Indonesia

Kementerian Kesehatan mencatat hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus super flu di Indonesia yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

“Hingga akhir Desember 2025, situasi nasional influenza A (H3N2) subclade K masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan keparahan,” ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI dr. Prima Yosephine, dalam rilis resmi Kemenkes, Rabu (31/12/2025).

Mayoritas kasus super flu masuk Indonesia ditemukan pada kelompok usia anak dan perempuan berdasarkan surveilans sentinel ILI-SARI dan pemeriksaan whole genome sequencing.

Dari mana asal super flu?

Ilustrasi flu. Varian influenza A (H3N2) subclade K yang disebut super flu telah terdeteksi di Indonesia, namun Kemenkes menegaskan situasinya masih terkendali dengan gejala serupa flu musiman.Shutterstock/Prostock-studio Ilustrasi flu. Varian influenza A (H3N2) subclade K yang disebut super flu telah terdeteksi di Indonesia, namun Kemenkes menegaskan situasinya masih terkendali dengan gejala serupa flu musiman.

Varian influenza A(H3N2) subclade K pertama kali diidentifikasi oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

Menurut laporan TODAY, Selasa (6/1/2026), varian ini menjadi strain dominan di Amerika Serikat dan memicu lonjakan kasus flu, serta sebelumnya menyebabkan lonjakan infeksi di Jepang dan sejumlah negara Eropa.

“Mengetahui ada strain H3N2 yang bermutasi tentu menjadi perhatian, karena tipe ini memang dikenal bisa menyebabkan penyakit lebih berat,” kata Dr. Robert Hopkins Jr., Medical Director National Foundation for Infectious Diseases.

Gejala super flu dan pencegahannya

Secara klinis, super flu gejala tidak jauh berbeda dari flu musiman.

Gejala virus super flu gejala meliputi demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, dan kelelahan berat, dengan onset yang bisa muncul secara tiba-tiba.

“Flu bukan sekadar pilek biasa dan bisa cukup berat, terutama pada anak-anak dan lansia,” ujar Hopkins.

Kemenkes menegaskan bahwa vaksin influenza tahunan tetap efektif untuk mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian, meskipun tidak selalu mencegah infeksi.

Sebagai langkah pencegahan super flu kemenkes, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memakai masker saat sakit, mencuci tangan, menjaga daya tahan tubuh, serta tetap di rumah jika mengalami gejala flu.

Dilansir dari Antara, Senin (5/1/2026), menjaga asupan gizi seimbang, tidur cukup, olahraga rutin, mencukupi cairan tubuh, dan konsumsi vitamin C penting untuk membantu menjaga imunitas selama musim hujan.

Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi isu super flu di Indonesia, namun tetap waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.

Dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, penyebaran super flu virus dapat dikendalikan tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan di masyarakat.

Tag:  #bukan #virus #baru #penjelasan #kemenkes #soal #super #yang #masuk #indonesia

KOMENTAR